1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
SosialIndonesia

Menhub RI Anjurkan Warga Mudik Lebih Awal

26 Maret 2025

Guna menghindari kerumunan, Menhub RI Dudy Purwagandhi menganjurkan warga untuk mudik lebih awal. Puncak arus mudik 2025 diprediksi terjadi pada tanggal 28 Maret.

Kepadatan di jalan tol Karawang saat arus mudik 2022
Kepadatan di jalan tol Karawang saat arus mudik 2022Foto: Yuddy Cahya Budiman/REUTERS

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meminta masyarakat mudik lebih awal pada musim Lebaran 2025. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya puncak kemacetan yang diprediksi terjadi pada 28 Maret 2025 atau menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Ajakan tersebut sejalan dengan kebijakan Work From Anywhere (WFA) atau bekerja dari mana saja yang dikeluarkan pemerintah. Dudy menjelaskan dengan fleksibilitas WFA, masyarakat memiliki kesempatan untuk memulai perjalanan mudik beberapa hari sebelum perkiraan puncak arus mudik.

"Kebijakan WFA merupakan peluang yang baik bagi masyarakat untuk mengatur waktu mudik mereka dengan lebih fleksibel. Kami sangat menganjurkan melakukan perjalanan mudik lebih awal, yang ini akan membantu mengurai kepadatan di jalan tol, jalur arteri, dan juga di simpul-simpul transportasi seperti pelabuhan dan terminal," kata Dudy dalam keterangan tertulis, Senin (24/3/2025).

Ayo berlangganan newsletter mingguan Wednesday Bite. Recharge pengetahuanmu di tengah minggu, biar topik obrolan makin seru! 

Dudy menambahkan, perjalanan mudik lebih awal juga memberi kesempatan untuk menghindari tekanan dan kerumunan, yang dapat mengurangi risiko kecelakaan. Selain itu, kata Dudy, memulai perjalanan lebih awal dapat memberikan waktu lebih untuk beristirahat di perjalanan.

Mudik awal kemungkinan lebih lancar

Ia mengungkapkan dengan berangkat lebih awal, pemudik dapat memilih berbagai moda transportasi seperti kereta, pesawat, atau bus dengan lebih mudah karena jadwal dan tempat duduk yang masih tersedia. "Ini sangat membantu menghindari kehabisan tiket di waktu-waktu mendekati puncak mudik," katanya.

Lebih lanjut, mengatakan, Kementerian Perhubungan telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi arus mudik dan balik Lebaran tahun ini dengan bekerja sama dengan lintas-kementerian, kepolisian, TNI, dinas perhubungan daerah, dan berbagai instansi terkait untuk memantau kondisi lalu lintas serta memberikan solusi atas potensi gangguan yang dapat terjadi selama masa mudik Lebaran.

Namun, kata Dudy, partisipasi aktif dari masyarakat dengan melakukan mudik lebih awal akan sangat membantu dalam menciptakan perjalanan yang lebih lancar dan aman bagi semua.

Ia mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas dan memperhatikan aspek keselamatan selama perjalanan mudik. Pemudik diharapkan mempersiapkan kendaraan dengan baik, membawa perlengkapan yang diperlukan, serta memastikan kondisi fisik tetap prima untuk mendukung perjalanan yang aman dan nyaman.

"Semoga dengan memanfaatkan WFA dan melakukan perjalanan lebih awal, kita semua dapat merayakan Lebaran dengan penuh kebahagiaan dan keceriaan," kata Dudy.

Baca artikel selengkapnya di: DetikNews

28 Maret Diramal Jadi Puncak Mudik, Menhub Minta Masyarakat Jalan Lebih Awal

 

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait