Di Washington, Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul menegaskan AS tidak berniat menguasai Greenland secara militer. Ia meminta Eropa tidak berspekulasi dan menekankan AS tetap berkomitmen penuh kepada NATO.
Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, bertemu Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, di Washington pada Senin (12/1)Foto: Michael Kappeler/dpa/picture alliance
Wadephul menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk percaya bahwa opsi militer sedang dipertimbangkan secara serius oleh Washington. Menurutnya, Amerika Serikat tetap berkomitmen penuh terhadap Eropa dan prinsip-prinsip dasar aliansi NATO.
“Saya sama sekali tidak melihat indikasi bahwa hal ini sedang dipertimbangkan secara serius,” kata Wadephul kepada para jurnalis. “Amerika Serikat berdiri di sisi Eropa dan sepenuhnya berkomitmen untuk membela hukum dan kebebasan di dunia Barat. Tidak ada keraguan sama sekali mengenai hal itu,” tambahnya.
Ide Trump untuk menguasai Grinlandia memicu demonstrasi warga lokal yang menuntut kedaulatan mereka pada Maret 2025Foto: Christian Klindt Soelbeck/Ritzau Scanpix/IMAGO
Wadephul juga mengimbau negara-negara Eropa agar tidak berspekulasi berlebihan mengenai komitmen AS. “Saya akan menyarankan kita, orang-orang Eropa, untuk tidak mulai meragukan hal-hal yang bahkan tidak diragukan di Washington,” ujarnya, merujuk pada komitmen pertahanan bersama NATO.
Hal ini ditolak keras oleh Denmark dan pemerintah Grinlandia, yang menegaskan bahwa pengambilalihan oleh AS tidak dapat diterima dan bahwa masa depan Grinlandia hanya bisa ditentukan oleh rakyatnya sendiri.
Setelah dilantik kembali pada 20 Januari 2025, Donald Trump memperkenalkan kebijakan kontroversial seperti tarif tinggi, pembekuan dana internasional, hingga perubahan kebijakan luar negeri yang memicu ketegangan global.
Foto: Evan Vucci/AP Photo/picture alliance
Deportasi migran ilegal
Dalam pidato pelantikannya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan niat mendeportasi 'jutaan dan jutaan' migran ilegal. Pada minggu pertama Trump menjabat, hampir 2.400 migran ditangkap ICE, terutama yang pernah terjerat kasus hukum. Kongres AS juga telah meloloskan Lakes Riley Act, yang memungkinkan penahanan migran tanpa status sah untuk kejahatan berat dan pelanggaran ringan.
Foto: Isaac Guzman/AFP
AS mundur dari Perjanjian Paris
Pada hari pertama menjabat, Trump mengeluarkan perintah eksekutif untuk menarik AS dari Perjanjian Paris, yang kedua kalinya ia lakukan. Tindakan ini menuai kontroversi. "Emisi AS berperan besar dalam menentukan apakah kita bisa tetap di bawah batas 2 derajat dan 1,5 derajat," kata Laura Schäfer dari LSM lingkungan dan HAM, Germanwatch.
Foto: JIM WATSON/AFP
Hengkang dari WHO
Trump menarik Amerika Serikat keluar dari WHO. Para ahli memperingatkan langkah ini akan menghambat penanganan wabah penyakit dan masalah kesehatan global. Namun, resolusi kongres mengharuskan pemberitahuan satu tahun dan pelunasan kewajiban sehingga perintah ini baru berlaku penuh Januari 2026. Trump juga menghentikan transfer dana AS ke WHO, yang berdampak pada pendanaan organisasi tersebut.
Foto: Maksym Yemelyanov/Zoonar/picture alliance
Ganti nama Teluk Amerika
Presiden Trump menandatangani dekret untuk mengganti nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika dan mengembalikan nama Gunung Denali di Alaska menjadi McKinley. Dalam posting di X pada 27 Januari 2025, Google menyatakan akan mengikuti praktik lama untuk menerapkan perubahan nama lokasi sesuai pembaruan resmi pemerintah yang merujuk pada Geographic Names Information System (GNIS).
Foto: Roberto Schmidt/AFP/Getty Images
Rencana setop hibah dan pinjaman federal
Pada Senin (27/01), Trump menginstruksikan badan-badan federal untuk menghentikan sementara pencairan hibah dan pinjaman federal di seluruh AS. Kebijakan ini dianggap mengancam program vital seperti pendidikan, kesehatan, perumahan, dan bantuan bencana. Namun, seorang hakim federal memblokir sementara rencana tersebut beberapa menit sebelum kebijakan dijadwalkan berlaku pada Selasa (28/01) malam.
Foto: Jim Watson/AFP/Getty Images
Larang atlet transgender di olahraga perempuan
Trump menandatangani perintah eksekutif yang melarang atlet transgender berkompetisi dalam olahraga perempuan dan anak perempuan, Rabu (05/02). Langkah ini merupakan bagian dari serangkaian tindakan untuk membatasi hak LGBTQ+. Perintah ini juga menyatakan bahwa negara hanya akan mengakui dua jenis kelamin, pria dan perempuan. Sekolah yang melanggar aturan ini berisiko kehilangan dana federal.
Foto: Andres Caballero-Reynolds/AFP
Pembekuan dana USAID ke 130 negara
Keputusan Presiden Trump untuk menangguhkan dana bantuan USAID telah menghentikan proyek-proyek di sekitar 130 negara, termasuk Indonesia, berdampak dramatis pada jutaan orang dan pekerja bantuan. Trump menuduh USAID melakukan pemborosan, dengan menulis di Truth Social, "Sepertinya miliaran dolar telah dicuri di USAID.” Namun, ia tidak memberikan bukti apa pun.
Foto: Sofia Toscano/colprensa/dpa/picture alliance
Satgas DOGE untuk efisiensi
Satuan Tugas Department of Government Efficiency (DOGE) dibentuk Presiden AS Donald Trump untuk merombak sistem birokrasi federal. DOGE, yang dipimpin oleh Elon Musk, bertujuan mengurangi peraturan, pengeluaran, dan staf pemerintah. Banyak pihak mengkritik minimnya transparansi dalam perekrutan tim DOGE dan mempertanyakan jika tim tersebut telah melalui pemeriksaan terkait kesesuaian dan keamanan.
Foto: Andrew Harnik/Getty Images via AFP
Keinginan AS ambil alih Gaza
Presiden Trump mengusulkan agar AS mengambil alih Jalur Gaza. Usulan ini disampaikan saat kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke AS, Selasa (04/02). "AS akan mengambil alih Jalur Gaza dan kami juga akan melakukan sebuah pekerjaan. Kami akan memilikinya. Dan bertanggung jawab untuk membongkar semua bom berbahaya yang belum meledak dan senjata lainnya di tempat tersebut," kata Trump.
Foto: Khalil Ramzi/REUTERS
Kenaikan tarif impor baja dan alumunium
Trump mengumumkan tarif 25% untuk impor baja dan aluminium, berlaku Maret 2025. Kebijakan ini bertujuan "membuat Amerika kaya kembali," kata dia. Namun, banyak ekonom menolak asumsi ini, dan menyatakan justru merugikan semua pihak. Tarif dimaksudkan melindungi produsen dalam negeri, tetapi industri AS masih bergantung pada impor logam, yang dapat meningkatkan biaya produksi dan memicu inflasi.
Foto: IMAGO/Newscom / AdMedia
10 foto1 | 10
Nato dan Sekutu perkuat keamanan kawasan Arktik
Di tengah meningkatnya ketegangan, NATO bersama Denmark menyatakan tengah bekerja untuk memperkuat pertahanan di Grinlandia, sebagai gerbang ke wilayah Arktik. Wadephul menjelaskan NATO sedang menyusun rencana keamanan yang lebih konkret, yang nantinya akan dibahas bersama Amerika Serikat.
Iklan
“Kami hanya akan memperkuat keamanan di Atlantik Utara jika bekerja bersama, secara solid dan bersatu,” kata Wadephul. Ia menekankan bahwa masa depan Grinlandia adalah urusan Denmark dan penduduk pulau tersebut.
Pekan ini, Menteri Luar Negeri Denmark dan pejabat tinggi Grinlandia dijadwalkan mengadakan pembicaraan dengan Marco Rubio di Washington. Selain itu, delegasi bipartisan DPR AS, yang dikenal sebagai Kongres, juga akan mengunjungi Kopenhagen pada Jumat dan Sabtu mendatang, 16–17 Januari 2026.
Senator Demokrat Chris Coons, pemimpin delegasi tersebut, mengatakan kunjungan itu bertujuan menegaskan dukungan AS terhadap sekutu NATO. “Kami memahami nilai kemitraan jangka panjang dengan Denmark, dan sama sekali tidak berniat mencampuri diskusi internal mereka mengenai status Grinlandia,” ujarnya.
Senator Republik Thom Tillis menambahkan, “Saya percaya sangat penting bagi Kongres untuk bersatu dalam mendukung sekutu kami dan menghormati kedaulatan Denmark dan Grinlandia.”
Rusia ikut bereaksi atas isu Grinlandia
Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, menyatakan bahwa penduduk Grinlandia bisa saja memilih untuk bergabung dengan Rusia jika Presiden Trump tidak segera mengamankan pulau Arktik tersebut, lapor Interfax pada Selasa (13/1).
“Trump perlu bergegas. Menurut informasi yang belum diverifikasi, dalam beberapa hari bisa saja ada referendum mendadak, di mana seluruh 55.000 penduduk Grinlandia dapat memilih untuk bergabung dengan Rusia,” kata Medvedev, mantan presiden Rusia. “Dan kemudian selesai. Tidak ada lagi bintang kecil baru di bendera AS.”
Trump sendiri telah menghidupkan kembali dorongannya agar AS menguasai Grinlandia, sebuah wilayah otonom Denmark, dengan alasan bahwa posisi dan sumber daya pulau tersebut vital bagi keamanan nasional. Pernyataan ini memicu penolakan tegas dari Denmark dan Grinlandia.
Meskipun Rusia tidak mengklaim Grinlandia, negara itu telah lama memantau peran strategis pulau tersebut dalam keamanan Arktik, mengingat posisinya di jalur Atlantik Utara serta keberadaan fasilitas militer dan pengawasan luar angkasa AS yang besar. Kremlin belum menanggapi dorongan terbaru Trump, tetapi sebelumnya menyebut Arktik sebagai zona kepentingan nasional dan strategis Rusia.