1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
SosialIndonesia

Mensos Ungkap 54 Juta Warga Miskin Belum Terima BPJS PBI JK

9 Februari 2026

Mensos Saifullah Yusuf mengungkap masih adanya salah sasaran dalam BPJS BPI TK. Puluhan juta warga miskin belum menerima PBI JK. Sementara, 15 juta warga mampu justru tercatat sebagai penerima bantuan kesehatan.

Dokumentasi pasien ditangani tim medis (file: Juli 2021)
Menteri Sosial ungkap masih adanya salah sasaran penerima BPJS BPI TKFoto: Wisnu Agung Prasetyo/ZUMA/picture alliance

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan masih banyak persoalan salah sasaran dalam program BPJS Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK). Gus Ipul menyebut sebanyak 54 juta penduduk miskin belum menerima PBI JK.

Hal itu disampaikan Gus Ipul dalam rapat bersama Pimpinan DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/2). Gus Ipul mengatakan sekitar 15 juta orang yang tergolong mampu malah tercatat sebagai penerima.

"Berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), masih ada penduduk desil 1 sampai 5 yang belum menerima PBI JK, sementara sebagian desil 6 sampai 10 masih tercatat sebagai penerima,” kata Gus Ipul.

"Desil 1 sampai 5 yang belum menerima PBI cukup besar, yaitu sebesar 54 juta jiwa lebih, sementara desil 6 sampai 10 dan non-desil mencapai 15 juta lebih, di mana yang lebih mampu terlindungi, yang lebih rentan justru menunggu,” sambungnya.

Gus Ipul mengatakan data tersebut diperoleh pada 2025. Sebab itu, pihaknya mulai memanfaatkan pembagian desil sebagai dasar perbaikan penyaluran bantuan.

"Kita masih perlu melakukan cross-check lebih luas lagi, karena pada tahun 2025 itu kami hanya mampu meng-cross-check 12 juta KK lebih, padahal seharusnya lebih dari 35 juta KK,” ujarnya.

"Maka itulah kita kemudian bekerja sama dengan daerah untuk melakukan verifikasi dan validasi cepat. Tetapi saya rasa itu masih belum cukup, dan seharusnya harus ada lagi suatu upaya yang lebih nyata sehingga data kita makin tahun makin akurat,” sambung Gus Ipul.

Sebab itu, dia mengatakan ada pengalihan secara bertahap dari Mei 2025 sampai Januari 2026. Hal itulah, kata dia, yang mengakibatkan inclusion error dan exclusion error turun signifikan.

 

Exclusion error ialah orang yang seharusnya mendapatkan PBI, tetapi tidak mendapatkannya. Sementara itu, inclusion error merupakan orang yang seharusnya tidak mendapatkan PBI, tetapi justru mendapatkannya.

"Jadi, alhamdulillah sebenarnya kalau kita berpedoman pada desil, error-nya semakin kecil. Masih ada yang di atas desil 5 dan desil yang belum diranking karena hasil reaktivasi, termasuk 6.000 penderita penyakit katastropik dan bayi baru lahir yang seharusnya di-cover oleh PBI JK.”

Baca selengkapnya di DetikNews

Mensos Ungkap 54 Juta Warga Miskin Belum Terima BPJS PBI JK

 

 

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait