1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

130309 Guttenberg USA

13 Maret 2009

Hari Minggu (15/3) Menteri Ekonomi Jerman akan mengadakan kunjungan tiga hari ke AS. Antara lain untuk merundingkan masa depan Opel yang akan memisahkan diri dari induknya General Motors.

Bundeswirtschaftsminister Karl-Theodor zu Guttenberg, links, und Opel Aufsichtsratschef Carl-Peter Forster, rechts, geben am Freitag, 6. Maerz 2009, nach ihren Gespraechen vor dem Bundeskanzleramt in
Menteri Ekonomi Jerman Karl-Theodor zu Guttenberg (kiri) bersama Direktur GM Eropa Carl-Peter Forster (kanan)Foto: AP

Apakah Opel akan bertahan sebagai perusahaan baru Eropa yang mandiri setelah memisahkan diri dari induknya General Motors, tergantung dari suntikan dana bantuan negara senilai 3,3 milyar Euro. Baik dalam bentuk kredit maupun jaminan negara.

Hak Paten Opel di Tangan GM

Namun juga tergantung dari, apakah perusahaan itu memiliki lisensi untuk membuat mobil. Hal ini, menurut Menteri Ekonomi Jerman, Karl-Theodor zu Guttenberg, harus diperjelas lagi oleh pimpinan General Motors. Namun dalam pernyataan terakhir Direktur GM untuk Eropa Carl-Peter Forster di radio Deutschlandfunk tersirat keraguan akan hal itu:

„Bisa dibilang, bahwa tidak hanya hak patennya saja yang menjadi barang jaminan di Amerika Serikat, akan tetapi juga anak perusahaannya. Dalam rangka perombakan struktur pasar Eropa, hal ini akan mengenai pada Opel. Untuk transaksinya pun dibutuhkan izin dari pemerintah Amerika Serikat."

Awal tahun 2005, GM sudah melimpahkan hak patennya pada anak perusahaannya GTO, yang dibentuk khusus untuk hal tersebut. Kepala bagian perpajakan Opel, Friedhelm Wenzel menjelaskan, hak paten Opel telah dijual kepada GTO senilai satu milyar Euro. Menurut Forster, tidak ada alasan untuk khawatir:

„Siapapun berhak membelinya. Harga lisensinya sudah ditetapkan. Hal ini, dari segi perpajakan juga sudah diperiksa. Ini adalah jalan keluar yang mungkin sudah dipertimbangkan oleh hampir semua perusahaan internasional. Bahwa, anak perusahaannya adalah 100% milik induknya."

Namun, apa yang terjadi, jika Opel 100% bukan milik GM lagi, dan bahkan memisahkan diri dari negara atau investor swasta? Dalam persaingan global, Opel tidak hanya terlalu kecil, tapi juga tanpa know-how di bidang teknologi. Dengan gugup menejer Opel mencoba meredakan situasi ini. Ia memaparkan, bahwa semua hak paten anak perusahaan GM akan diserahkan seluruhnya kepada pembeli berpotensi.

Model Baru Opel Tidak Harus Dibuat dengan GM

Berbeda dengan pakar otomotif Ferdinand Dudenhöffer dari Universitas Duisburg-Essen. Dari segi ilmu pengetahuan, ia melihat situasi Opel dengan lebih santai. Ia menjelaskan posisinya dengan mengambil contoh model baru Opel Insignia:

„Model baru Insignia tidak harus dibuat dengan GM. Bisa juga misalnya dengan BMW atau lainnya. Jadi, sebelumnya harus didefinisikan terlebih dahulu apa saja yang diperlukan. Setelah itu, yang bersangkutan bisa duduk bersama untuk berunding dan patennya dapat digunakan selama diperlukan. Tidak ada gunanya untuk GM, jika menyimpan patennya dalam lemari besi hingga membusuk. Akan tetapi akan lebih berguna, jika patennya dipakai dan Opel akan menggunakannya."

Kas Negara Jerman untuk Opel Masih Tertutup

Dapatkah Opel diselamatkan?Foto: AP

Di Amerika Serikat nanti, Menteri Ekonomi Guttenberg bersama kementerian keuangan Amerika Serikat akan mengkaji secara cermat hak paten GM atas Opel. Sebelum mengucurkan dana, pemerintah Jerman memerlukan gambaran yang sejelas-jelasnya, seburuk apa situasi induk perusahaan Opel.

Selama belum ada investor yang berminat membeli andil dari perusahaan Opel Eropa yang baru bersama pemerintah Jerman, nampaknya kucuran dana dari kas negara akan tetap tertutup. Direktur GM Eropa Carl-Peter Forster mengaku, hingga kini belum ada investor. Perusahaan otomotif lainnya pun seperti Tata dari India, Daimler atau Peugeot telah menolak untuk membeli Opel. (an)