1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Menteri Ekonomi Michael Glos ke Cina

25 Juni 2007

Dalam perjalanan ke Cina, Michael Glos akan berperan sebagai pembuka pintu untuk kalangan ekonomi Jerman.

Peresmian lokasi pabrik Airbus di Tianjin
Peresmian lokasi pabrik Airbus di TianjinFoto: AP

Stasiun pertama di Cina adalah kota metropolitan Chengdu, ibukota provinsi Sichuan. Kemudian ia juga akan mengunjungi kota Chongqing yang berpenduduk lebih dari 30 juta orang, kawasan urban terbesar dunia. Para pengusaha Jerman melihat peluang investasi di kawasan ini, terutama dalam proyek penyaringan air bersih, pengawasan pencemaran udara dan pengelolaan limbah.

Perusahaan-perusahaan besar Jerman seperti Siemens atau Thyssen Krupp menawarkan proyek lebih besar lagi, misalnya pembangunan reaktor tenaga listrik atau teknologi konstruksi.

Cina saat ini memang sedang mengalami perkembangan pesat. Kebutuhan memperbaiki infrastruktur cukup mendesak. Tidak hanya itu, Cina juga ingin mengembangkan sektor bisnis keuangan dan bisnis retail atau perdagangan eceran. Tapi, berbisnis di Cina tidak mudah. Banyak hal masih belum tertata, misalnya masalah perlindungan hak cipta, yang sering dikeluhkan pengusaha Jerman. Menteri Ekonomi Jerman Michael Glos menjelaskan:

„Pertemuan tingkat menteri nanti akan membahas berbagai masalah. Misalnya soal perlindungan hak milik intelektual selalu jadi hambatan besar. Tapi kami tetap berharap, nantinya beberapa proyek kerjasama dan order besar bisa ditandatangani.“

Misalnya proyek pembangunan pabrik perakitan pesawat terbang Airbus. Kalau terwujud, ini akan menjadi lokasi perakitan Airbus yang terbesar di luar Eropa. Proyek joint venture ini akan berlokasi di Tianjin, dekat Beijing. Disini direncanakan perakitan pesawat penumpang Airbus tipe A320. Kunjungan Glos ke Beijing antara lain untuk meresmikan proyek kerjasama senilai 7 milyar Euro ini. Peluang lain yang dilirik para pengusaha Jerman adalah di bidang teknologi lingkungan. Karena di Cina sendiri orang mulai menyadari, bukan hanya pertumbuhan yang penting, melainkan juga perlindungan lingkungan. Sampai sekarang, Jerman masih merupakan negara ekspor terbesar dunia. Tapi semua kalangan yakin, Cina sekali waktu akan menyusul Jerman di sektor ekspor. Menteri Ekonomi Michael Glos:

“Kalau dilihat dari kuantitasnya, ini jelas tidak bisa dihindari. Selain itu, potensi know how juga akan makin berperan, karena makin banyak mahasiswa Cina menekuni bidang teknologi. Kita hanya bisa bersaing dengan meningkatkan dana untuk penelitian dan pengembangan, dan mengajak lebih banyak generasi muda mendalami bidang teknologi dan ilmu pasti.”

Sebelum bertolak ke Cina hari Senin, Menteri Ekonomi Jerman Michael Glos menjelaskan kepada wartawan, tentu ia akan membahas masalah pembajakan produk dengan pihak Cina. Tahun lalu, Cina mengekspor produk senilai hampir 50 miliar Euro ke Jerman, sementara Jerman mengekspor produk senilai sekitar 28 miliar Euro ke Cina. Ekspor Cina ke Jerman sebagian besar terdiri dari barang-barang elektronik rumah tangga dan produk tekstil. Dari Cina Michael Glos akan melanjutkan perjalanan ke Mongolia.