1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Menteri Luar Negeri Jerman di Washington

3 Februari 2009

Menlu Jerman, Steinmeier merupakan pejabat Jerman pertama yang berkunjung ke Amerika Serikat. Hari Selasa (03.02) menemui rekannya, Hillary Clinton.

25.01.2009 DW-TV Journal Interview Steinmeier
Steinmeier

Iran dan Afghanistan merupakan dua tema utama dalam agenda pertemuan Menteri Luar Negeri AS, Hillary Cllinton dengan Menteri Luar Negeri Inggris David Milliband, dan juga dalam pertemuannya dengan Menlu Jerman Frank-Walter Steinmeier sesudah itu. Kedua pertemuan di Washington ini berlangsung menjelang pertemuan anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman yang akan berlangsung di Berlin pekan ini.

Steinmeier yang memberikan alasan perlunya ada kesepakatan dan kerjasama erat antara Amerika Serikat dan Eropa, juga akan membicarakan krisis ekonomi global dan situasi di Irak dengan Clinton. Tema lain yang mungkin dibahas adalah kemungkinan Jerman menerima tahanan Guantanamo.

Jurubicara Kementrian Luar Negeri Jerman, Jens Plötner mengatakan: "Keduanya akan bertemu untuk makan siang yang diikuti oleh pembicaraan intensif antara para delegasi.“

Dari lingkaran delegasi juga terbersit berita bahwa Steinmeier akan berusaha mengurangi ketegangan antara hubungan Amerika Serikat dan Rusia. Menurut Steinmeier Amerika Serikat telah menunjukan keterbukaan yang baru dalam masalah pengurangan persenjataan, "Tema-tema seperti ini tiba-tiba bisa mudah dibicarakan dengan pemerintah Amerika Serikat. Persis seperti ketika kunjungan pertama Obama di Berlin pada masa kampanye. Hal itu juga terkesan ketika berbicara dengan Menlu Amerika. "

Dalam upaya bekerjasama, pengiriman tambahan tentara Amerika ke Afghanistan akan merupakan salah satu isu yang peka. Berbeda dengan Inggris, Jerman selama ini menentang penambahan pasukan. Meski begitu Steinmeier tetap optimis, "Perdebatan di Jerman seringkali hanya menyorot apakah kemenangan Obama berarti penambahan pasukan di Afghanistan, tapi menurut saya lebih baik kita cermati lebih dekat, karena sebenarnya peluang yang muncul dari hubungan Jerman dan Amerika Serikat yang baru ini cukup besar, lebih daripada yang diakui di Jerman."

Kunjungan kilat ke Washington juga memenuhi kepentingan politik dalam negeri Jerman. Upaya pendekatan Steinmeier terhadap pemerintahan baru Amerika Serikat sulit terlewatkan. Baik itu dalam surat terbuka untuk Barack Obama maupun tawaran untuk menerima tahanan Guantanamo di Jerman. Steinmeier membangun jembatan ke Washington, sementara Kanselir Jerman tampak menahan diri.

Kali ini Menlu Jerman bahkan lebih awal mengunjungi pemerintah Amerika, daripada Kanselir Jerman. Tak ada rencana memang untuk bertemu dengan presiden Amerika Serikat yang baru. Meski begitu pertemuan tak sengaja dengan Obama, bisa menjadi alat kampanye yang bagus di Jerman. Apakah itu akan terjadi, belum diketahui. Sebagai awal yang tak kurang penting adalah pembicaraan antara Steinmeier dan Clinton. (ek)