Menteri Pertahanan Jerman ke Afghanistan
3 September 2008
Saat mengunjungi pasukan Jerman di Kunduz, Menteri Pertahanan Franz-Josef Jung memuji motivasi para prajurit dengan mengatakan:
"Memang suasana saat ini menegangkan, bila mereka keluar dan tahu, ada pelaku serangan bunuh diri yang berkeliaran dengan sepeda motor, bahwa mereka terancam serangan, tentunya perasaan was-was terus menyertai. Tetapi saya berterima kasih dan bangga, bagaimana tentara Jerman melaksanakan tugas mereka. Mereka terlatih, perlengkapan mereka memadai, dan walaupun kondisi sekarang menegangkan, motivasi mereka tetap tinggi."
Setiap hari dapat dibaca peringatan bagi tentara Jerman akan adanya pelaku serangan bunuh diri. Keseriusan peringatan itu terlihat Senin (01/09) lalu, ketika seorang pelaku serangan bunuh diri meledakkan bom yang dibawanya, hanya 200 meter dari patroli tentara Jerman. Tentara Jerman tidak ada yang cedera. Menteri Jung berbicara dengan para prajurit yang tentunya memikirkan pula bahaya yang senantiasa mengancam. Walaupun peringatan datang tiap hari, tetapi tetap harus dianggap serius dan tentara Jerman harus selalu siap menghadapinya. Kata seorang tentara:
"Di sini ada daerah, dimana terutama anak-anak menyambut kami, melambaikan tangan kepada kami atau mengacungkan jempol. Sedangkan di tempat lainnya terlihat, para orangtua menarik anak-anak dari jalanan. Itu merupakan pertanda, bahwa di sana kehadiran kami tidak diinginkan. Kalau tiba giliran berpatroli, semua merasa tegang dan gelisah. Tetapi semua cepat diatasi karena tidak ada pilihan lain."
Di Kunduz Menteri Jung juga bertemu dengan gubernur provinsi itu dan juga dengan seorang pemimpin suku Pashtu, yang menengahi tentara Jerman dengan keluarga yang tiga anggotanya, Kamis (28/08) lalu menjadi korban tembakan tentara Jerman. Kendaraan yang ditumpangi keluarga itu tidak bereaksi terhadap tembakan peringatan yang dilepaskan di pos pemeriksaan yang dijaga bersama petugas keamanan Afghanistan. Mengingat ancaman bahaya yang selalu mengintai, dilepaskanlah tembakan yang ternyata menewaskan seorang perempuan dan dua anak. Gubernur Kunduz menjamin, tidak ada yang menganggap tentara Jerman berniat jahat. Artinya, kasus ini akan diatur dengan pemberian gantirugi, guna mencegah dilakukannya balas dendam. Menteri Jung menegaskan:
" Tujuan kita adalah membantu warga menciptakan lingkungan yang aman, dan kami melakukan segalanya untuk mencegah jatuhnya korban sipil."
Menteri Jung menandaskan pula upaya untuk membina petugas keamanan lokal. Terutama untuk pelatihan polisi masih banyak yang dapat dilakukan. Dikatakannya:
"Alangkah baiknya bila ada dukungan tambahan dan koordinasi dari berbagai pihak yang bertanggung jawab untuk pendidikan kepolisian. Sekarang tentara Jerman juga memberikan bantuan dengan 45 pesawat pemburu."
Gubernur Kunduz, Engineer Omar juga berbicara tentang 'kondisi yang menegangkan'. Dia berterima kasih atas penugasan tentara Jerman. Afghanistan dikatakannya masih tetap memerlukan bantuan ISAF. Hanya dengan demikian negeri itu bisa tetap stabil. (dgl)