Ketegangan antara AS dan Iran makin meningkat. Washington mengancam, Teheran akan hadapi konsekuensi jika terus mendukung proksi regional dan melanjutkan program nuklirnya.
Trump mengatakan telah mengirim surat kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dan mendesak diskusi baru tentang program nuklir Teheran.Foto: Iranian Supreme Leader'S Office/ZUMAPRESS/dpa/picture alliance
Iklan
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump awal minggu ini meminta Iran berhenti mendukung pemberontak Houthi di Yaman. Trump dengan tegas mengatakan, ia akan meminta pertanggungjawaban Teheran atas serangan apa pun yang dilakukan oleh kelompok milisi ini.
Houthi adalah milisi Syiah yang didukung Iran, yang jadi salah satu aktor utama dalam perang saudara di Yaman sejak 2014. Kelompok tersebut menguasai sebagian besar wilayah negara yang dilanda konflik tersebut, termasuk ibu kota Sanaa.
"Setiap tembakan yang dilepaskan oleh Houthi, mulai saat ini, akan dianggap sebagai tembakan yang dilepaskan dari senjata dan pimpinan Iran, dan Iran akan bertanggung jawab, dan menanggung akibatnya, dan konsekuensinya akan mengerikan!" tulis Trump di platform Truth miliknya.
Iran telah lama membantah memiliki pengaruh terhadap pemberontak Houthi. Namun para ahli mengatakan sebaliknya.
Tanggapan AS atas serangan kapal dagang oleh Houthi
"Bersama kelompok pro-Iran di Irak, pemberontak Houthi adalah salah satu kelompok proksi Iran yang masih aktif di kawasan tersebut," kata Hamidreza Azizi, ahli Iran di Institut Jerman untuk Urusan Internasional dan Keamanan (SWP).
"Berdasarkan pembicaraan di Iran yang saya ikuti, tampaknya beberapa pembuat keputusan di Teheran ingin Houthi bereaksi terhadap serangan AS dengan respons tegas dan tidak menunjukkan kelemahan," katanya.
Ayo berlangganan gratis newsletter mingguan Wednesday Bite. Recharge pengetahuanmu di tengah minggu, biar topik obrolan makin seru!
Houthi mulai menyerang kapal-kapal di dekat Laut Merah dan Teluk Aden pada akhir 2023 sebagai balasan atas serangan darat Israel di Gaza. Kelompok tersebut sejak itu diklasifikasikan sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat.
Setelah periode yang relatif tenang bertepatan dengan gencatan senjata di Gaza pada bulan Januari, minggu lalu Houthi mengumumkan melanjutkan serangan terhadap kapal-kapal Israel yang berlayar di wilayah tersebut. Hal ini mendorong Trump memerintahkan serangan baru terhadap Houthi selama akhir pekan.
Trump ancam perang atas program nuklir
Teheran sejauh ini belum menutup kemungkinan terlibat negosiasi tidak langsung dengan AS. Kedua negara tidak lagi punya hubungan diplomatik sejak 1980, tetapi pimpinan Iran tampaknya menyadari risiko saat ini.
Pada awal Maret, Trump mengatakan telah mengirim surat kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang mendesak perundingan baru tentang program nuklir negara itu dan memperingatkan kemungkinan aksi militer jika inisiatif ini ditolak.
"Ada dua pilihan: aksi militer atau solusi yang dinegosiasikan," kata Trump dalam wawancara dengan stasiun penyiaran AS, Fox Business Network. Teheran mengonfirmasi telah menerima surat Trump, tetapi tidak memberikan tanggapan resmi.
Ismail Baghai, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, pada hari Minggu (16/03) mengatakan, Teheran masih memikirkan tanggapan. Pihak berwenang Iran, tambahnya, tidak berniat mengungkapkan isi surat Trump.
Situs Budaya Iran yang Mengagumkan
Banyak ahli menganggap Iran sebagai tempat lahirnya budaya umat manusia. Dari zaman kerajaan Elam, di bawah kekuasaan Aleksander Agung, dinasti Syah hingga Republik Islam, situs budaya Iran cerminkan kekayaan sejarahnya.
Foto: picture-alliance/imagebroker/S. Auth
Persepolis
Kompleks istana Persepolis mulai dibangun oleh Raja Achaemenid 520 tahun sebelum Masehi. Situs arkeologi ini mencerminkan kejayaan bekas ibu kota kekaisaran Persia kuno. Alexander Agung mengakhiri kekuasaan raja tersebut 330 tahun sebelum Masehi dan membakar komplesk tersebut. Namun reruntuhan istana, mausoleum, pilar, dan relief yang mengesankan masih dapat disaksikan sampai hari ini.
Foto: Mohammad Reza Domiri Ganji
Bazaar Tabriz
Kota Tabriz, yang terletak di Jalur Sutra telah lama menjadi salah satu kota paling penting di Persia. Kota ini bukan hanya terkenal karena bazar atau wilayah perdagangannya, namun juga institusi keagamaan dan pendidikannya. Bazar tertutup ini pernah jadi yang terbesar pada abad ke-13 ketika Tabriz masih menjadi ibu kota kekaisaran Safawiyah, diansti yang memprakarsai Syiah sebagai agama negara.
Foto: picture-alliance/Dumont/T. Schulze
Katedral Santo Thaddeus
Juga dikenal sebagai "Gereja Hitam," bekas biara Armenia terletak di dekat perbatasan Iran dengan Azerbaijan. Umat Kristen Armenia percaya bahwa gereja yang didedikasikan untuk Yudas Taddaeus dibangun di sana pada tahun 68 Masehi. Setelah rusak akibat gempa bumi, situs ini dibangun kembali di abad ke-14. Katedarl ini merupakan tempat ziarah bagi kaum Armenia dari Iran dan negara-negara tetangga.
Foto: Mohammad Reza Domiri Ganji
Kota Kuno Yazd
Kota Yazd berdiri di sebuah oasis antara gurun garam Kavir dan gurun Lut. Kota ini juga dikenal sebagai pusat agama Zoroaster, yang memiliki rumah ibadah yang disebut Kuil Api. Sistem khusus saluran air dan pipa, yang dikenal sebagai teknologi 'qanat'. Sistem ini diciptakan untuk memasok air, sementara menara angin dibangun untuk sistem pendinginan suhu.
Foto: picture-alliance/ZB/R. Zimmermann
Kuil Api para penganut Zoroastrianisme di Yazd
Api adalah elemen paling penting dari empat elemen Zoroaster, kuil api menjadi lokasi pusat ibadah. Pemeluk Zoroaster tidak menggunakannya sebagai rumah doa dengan cara klasik, namun lebih dipakai sebagai ruang untuk pertemuan, bertukar gagasan, devosi dan mengenang pendahulu mereka. Yazd adalah jantung dari agama Zoroaster, yang memiliki masa kejayaannya antara abad ke-2 dan ke-7.
Foto: Mohammad Reza Domiri Ganji
Pasargadae
Terletak 90 kilometer ke timur laut kota Shiraz, Pasargadae adalah ibu kota paling awal Kekaisaran Persia di bawah Achaemenids dan didirikan oleh Raja Cyrus ke-2 pada abad ke-6 SM. Kota ini memiliki sistem irigasi bawah tanah yang canggih. Monumen prasejarah juga ditemukan di sebelah situs. Gambar menunjukkan makam Koresh ke-2.
Foto: picture-alliance/imageBroker/S. Auth
Taman Eram
Eram Garden adalah contoh mengesankan dari taman bersejarah Persia yang pertama kali dibangun di abad pertengahan. Dikelilingi oleh tembok tinggi,taman-taman ini biasanya memiliki kolam-kolam yang dan istana. Sebagai bagian penting dari budaya Persia, taman-taman itu menggambarkan surga di bumi - kata itu sendiri sebenarnya berasal dari istilah Persia kuno untuk taman, "Paradaidha."
Foto: Mohammad Reza Domiri Ganji
Jembatan Si-o-se-pol bridge di Isfahan
Salah satu dari 11 jembatan di atas Sungai Zayandeh, Si-o-se-pol memiliki 33 lengkungan yang artistik. Jembatan bertingkat ini dibangun pada periode Safawiyah pada awal abad ke-16. Lorong beratap ini menutupi rute lalu lintas utama di kedua sisi, dan tangga lebarnya mengarah ke promenade di sepanjang jembatan. Di rumah-rumah teh beratap, orang-orang bisa minum teh dan mengisap cerutu.
Foto: Mohammad Reza Domiri Ganji
Menara Azadi di Teheran
Menara Azadi setinggi 45 meter adalah "Menara Teheran modern". Sebelumnya menara ini dinamakan Menara Shahyad ("Monumen Peringatan Syah"). Dibangun antara tahun 1969 dan 1971, menara tersebut menandai peringatan 2.500 tahun pendirian Negara Kekaisaran Iran. Menara ini dilapisi oleh lebih dari 25.000 batu marmer putih dan menyatukan gaya arsitektur Islam dan Sassanid.
Foto: Mohammad Reza Domiri Ganji
Istana Golestan di Teheran
Berasal dari akhir abad ke-18, istana pemerintahan Qajar, dulunya merupakan istana resmi raja Persia sebelum meletusnya Revolusi Islam pada tahun 1979. Antara tahun 1925 dan 1945, sebagian besar istana dihancurkan untuk memberi ruang bagi bangunan baru. Saat ini istana memiliki museum yang menampilkan keramik, perhiasan, dan senjata kuno.
Foto: picture-alliance/imagebroker/S. Auth
10 foto1 | 10
"Sementara Khamenei terus menolak pembicaraan langsung dengan AS, Teheran tampaknya ingin tetap membuka pintu untuk negosiasi tidak langsung," kata pakar Iran Azizi merujuk pada pernyataan terbaru Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Iran juga tengah mempertimbangkan komunikasi tidak langsugn dengan Washington.
"Saya pikir Iran ingin mengadakan pembicaraan dengan AS, tetapi tanpa prasyarat apa pun," katanya. "Dalam konteks ini, pentingnya pertemuan trilateral antara Iran, Cina, dan Rusia juga harus ditekankan. Teheran ingin mendapatkan dukungan Rusia dan Cina untuk membatasi pembicaraan pada program nuklir dan sekaligus memberi sinyal kepada AS bahwa mereka punya mitra alternatif."
Iklan
Beijing, Moskow pererat hubungan dengan Teheran
Minggu lalu, diplomat senior dari Iran, Rusia, dan Cina menggelar sebuah pembicaraan di Beijing. Di sana, Moskow dan Beijing mendukung Teheran, dan menggambarkan sanksi Barat terhadap Iran sebagai "ilegal."
Mereka juga menyerukan peningkatan upaya diplomatik, untuk menyelesaikan konflik atas program nuklir Iran.
Banyak yang percaya bahwa negara itu sekarang lebih dekat dari sebelumnya untuk membangun senjata nuklir.
Lika-Liku Kesepakatan Nuklir Iran
Donald Trump telah secara resmi menarik AS dari perjanjian nuklir internasional dengan Iran. Pemerintah AS terdahulu telah dengan susah payah menegosiasikannya selama bertahun-tahun dengan lima mitra internasional.
Foto: picture-alliance/epa/D. Calma
Yang menjadi masalah
Fasilitas nuklir Iran Bushehr adalah salah satu dari lima fasilitas yang dikenal oleh pengamat internasional. Israel, Amerika Serikat dan negara-negara sekutu telah sepakat bahwa usaha Iran memperkaya uranium - untuk keperluan energi domestik, menurut para pejabat di Teheran - dapat menjadi ancaman bagi kawasan jika hal itu berujung pada pengembangan senjata nuklir.
Foto: picture-alliance/dpa
Akhir dari masalah
Pada 2006, lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB (AS, Cina, Rusia, Prancis, Inggris) dan Jerman (P5+1) memulai proses negosiasi yang melelahkan dengan Iran yang akhirnya mencapai kesepakatan pada 14 Juli 2015. Negara-negara tersebut sepakat memberikan kelonggaran sanksi pada Iran. Sebagai gantinya, pengayaan uranium Iran harus terus dipantau.
Foto: picture alliance / landov
Rakyat Iran setuju
Di Teheran dan kota-kota lain di Iran, warga merayakan apa yang mereka yakini sebagai akhir dari isolasi ekonomi bertahun-tahun yang memberi efek serius pada kesehatan dan gizi masyarakat karena kurangnya akses ke pasokan medis dan makanan untuk warga biasa. Banyak juga yang melihat perjanjian itu sebagai bukti bahwa Presiden Hassan Rouhani berusaha untuk membuka Iran ke dunia dengan cara lain.
Foto: picture alliance/AA/F. Bahrami
Peran IAEA
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) ditugaskan untuk memantau kepatuhan Iran kepada kesepakatan itu. Direktur Jenderal IAEA Yukiya Amano (kiri) pergi ke Teheran untuk bertemu dengan Rouhani pada bulan Desember 2016, hampir satu setengah tahun setelah kesepakatan itu ditandatangani. Dalam laporan yang disampaikan setiap tiga bulan, IAEA berulang kali menyertifikasi kepatuhan Iran.
Foto: picture alliance/AA/Iranian Presidency
Sang oponen
Setelah delapan tahun dengan Barack Obama, PM Israel Benjamin Netanyahu menemukan sosok presiden AS yang ia inginkan dalam Donald Trump. Meski Trump tidak memiliki pengalaman dalam diplomasi dan ilmu nuklir, ia menyebut perjanjian internasional tersebut sebagai "kesepakatan terburuk yang pernah dinegosiasikan." Hal ini juga menjadi pokok kampanye pemilunya di 2016.
Foto: Reuters/R. Zvulun
Siapa yang masih ada?
Meskipun ada sertifikasi IAEA dan protes dari Kemlu AS, Trump tetap menarik AS dari perjanjian pada 8 Mei. Pihak-pihak lain telah berjanji untuk tetap berada dalam kesepakatan. Diplomat top Uni Eropa, Federica Mogherini (kiri), sudah melakukan pembicaraan dengan para menteri luar negeri dari (ki-ka) Iran, Prancis, Jerman dan Inggris.
Foto: picture-alliance/Photoshot
6 foto1 | 6
Kekhawatiran eskalasi konflik meningkat
Menurut Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), Iran telah meningkatkan jumlah uranium yang diperkaya tinggi ke tingkat yang berbahaya, sehingga membuka peluang penggunaan oleh militer.
Badan tersebut mengatakan, tidak ada penggunaan untuk sipil yang kredibel untuk uranium yang diperkaya hingga 60%.
"Iran adalah satu-satunya negara non-nuklir yang memperkaya senjata nuklirnya hingga tingkat ini, yang membuat saya sangat khawatir," kata direktur jenderal IAEA Rafael Grossi di awal Maret.
Teheran terus bersikeras bahwa program nuklirnya ditujukan untuk manfaat sipil.
"Sejak berakhirnya masa jabatan presiden Hassan Rouhani pada tahun 2021, Iran semakin mengandalkan ancaman dan penggunaan program nuklirnya sebagai daya tawar," kata Behrooz Bayat, mantan penasihat IAEA, kepada DW.
"Jika strategi ini dilanjutkan, mungkin akan ada eskalasi lebih lanjut. Langkah seperti itu akan sangat berisiko. Namun, itu tidak dapat sepenuhnya dikesampingkan," tambahnya. "Minggu-minggu mendatang akan menentukan. Baik negosiasi atau konfrontasi, respons Teheran akan berdampak serius pada perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah."