1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Mesir: Hidupkan Industri Produk Palem

03:59

This browser does not support the video element.

Toka Omar
28 Mei 2026

Mesir adalah salah satu produsen buah kurma terbesar di dunia. Namun maraknya kebun kurma juga menciptakan masalah limbah yang kendati berlimbah, tapi mulai dilihat sebagai peluang. Jutaan ton limbah kurma kini menarik perhatian pengusaha muda Mesir, yang menemukan cara-cara baru untuk pemanfaatan ulang, sekaligus memberi manfaat bagi komunitas lokal.

Di Dahshur, Mesir, kurma masih dipanen dari pohon-pohon tinggi, dengan menggunakan metode kuno dan sederhana, namun tidak ada sebuahpun yang terlewatkan.

Pendiri Dahshur Today Eco-Friendly Farm, Khaled el Kazas menjelaskan, setiap bagian pohon ada kegunaannya. Ikatannya pada kampung halaman ia bagi dengan wisatawan dari berbagai negara di lahan pertanian yang ramah lingkungan.

Tapi seiring waktu, tradisi tersebut perlahan memudar. Limbah panen kini lebih sering berakhir sebagai sampah. Khaled ingin menghidupkan kembali kearifan lama. Ia menunjukkan bahwa gagasan keberlanjutan bukanlah hal baru. Pada pohon kurma, setiap cabang dan setiap daun memiliki perannya sendiri dan merupakan bagian dari siklus yang nyaris tak menyisakan limbah.

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait

Topik terkait