1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Mobil Hibrida Masih Tantangan dalam Industri Jerman

03:32

This browser does not support the video element.

Karl Harenbrock
27 Maret 2026

Meski kendaraan listrik kian populer, banyak bengkel di Jerman masih belum siap untuk menawarkan layanan purna jual. Situasi serupa terjadi di banyak negara yang mobilitasnya masih didominasi bahan bakar fosil. Minimnya jaringan bengkel mobil elektrik merupakan PR lama yang masih menghambat transisi menuju mobilitas niremisi.

Setiap tahun Marvin Rathman menempuh jarak 30.000 kilometer dengan kendaraan yang digerakkan baik oleh mesin bensin maupun elektrik ini. Namun mobilnya sudah tiga kali mogok. Dan celakanya, tidak mudah menemukan mekanik yang paham kendaraan berjenis hibrida.

Ia bercerita, mobilnya pernah mogok, dan dia harus menelpon bantuan darurat. Namun mereka tidak dapat menemukan masalahnya, jadi hanya menyalakan mobil. Sementara mekaniknya tidak bersedia memperbaiki mobilnya, karena belum mendapat pelatihan khusus. "Saya harus ke bengkel lain, dan membayar tagihan sampai empat digit."

Di Jerman berseliweran sekitar 1,7 juta kendaraan listrik dan 3,6 juta mobil hibrida. Banyak bengkel tidak mampu memperbaiki kendaraan elektrik. Mekanik acap tidak memiliki keahlian menangani komponen bertegangan tinggi.

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait