Mobil premium merek Jerman seperti Mercedes dan BMW mengalami penurunan penjualan di Asia Tenggara di tengah persaingan yang kian ketat dengan produsen mobil Cina.
Perjuangan para produsen mobil Jerman di Asia Tenggara menghadapi penurunan tren Foto: Andreas Gebert/dpa/picture alliance
Iklan
Setelah eksis cukup lama di Asia Tenggara, mobil bermerek Jerman harus menghadapi penurunan tren. Hal ini terjadi seiring dengan melonjaknya penjualan kendaraan Cina yang lebih murah dan semakin andal, tahun 2024 lalu.
Singapura adalah pasar paling signifikan untuk mobil Jerman di Asia Tenggara. Menurut data dari Otoritas Transportasi Darat negara tersebut, pendaftaran mobil baru bermerek Jerman di tahun 2024 turun menjadi 28 persen dari 32 persen di tahun sebelumnya. Sementara itu, pendaftaran mobil baru buatan Cina tercatat meningkat menjadi 18,2 persen dari 5,9 persen di tahun 2023.
Ayo berlangganan gratis newsletter mingguan Wednesday Bite. Recharge pengetahuanmu di tengah minggu, biar topik obrolan makin seru!
Mobil-mobil buatan Jepang juga mengalami penurunan pangsa pasar yang signifikan.
Menurut data dari Asosiasi Otomotif Malaysia, pangsa pasar BMW di Malaysia sedikit turun dari 1,5 persen menjadi 1,3 persen pada tahun 2024, Mercedes-Benz dan Volkswagen juga mencatat adanya penurunan.
Tren penurunan ini lebih jelas terlihat di Filipina, di mana merek-merek Jerman hanya menjual beberapa ratus mobil baru setiap tahunnya. Penjualan BMW turun hampir sepertiganya, sementara Volkswagen mengalami penurunan sebesar 15 persen, menurut sebuah laporan dari konsultan lokal, AutoIndustriya.
Thailand, pusat manufaktur otomotif di Asia Tenggara, juga mengalami penurunan penjualan mobil buatan Jerman. Namun, penurunan ini seiring dengan menyusutnya pasar otomotif Thailand, yang pada tahun 2024 jatuh ke level terendah dalam 15 tahun terakhir.
Pergeseran pasar yang lebih luas
Penurunan pembelian mobil bermerek Jerman di Asia Tenggara mencerminkan pergeseran global yang lebih luas. Pada Januari 2024, BMW melaporkan penurunan 2,3 persen dalam penjualan kendaraan globalnya, sementara Mercedes-Benz dan Porsche masing-masing mencatat penurunan 3 persen. Volkswagen bahkan mengalami penurunan penjualan global hingga 12%.
10 Fakta Menarik Mengenai Volkswagen
Mobil Volkswagen terkenal ke seluruh dunia termasuk di Indonesia. Merek yang artinya "mobil rakyat" ini idenya justru berasal dari propaganda Hitler. Inilah 10 fakta menarik tentang mobil tangguh buatan Jerman itu.
Foto: picture-alliance/dpa/I. Wagner
Mobil Rakyat Gagasan Hitler
Volkswagen adalah salah satu proyek ambisius Adolf Hitler dan dikembangkan oleh Ferdinand Porsche penemu mobil Porsche. Pada tahun 1939 Hitler membangun sebuah kota khusus "Fallersleben" dengan motto "Kraft durch Freude" dimana pabrik dan perumahan karyawan berlokasi. Nama kota diganti jadi Wolfsburg 25 Mei 1945 dan bertahan hingga sekarang sebagai kantor utama VW.
Foto: DW/J. Dumalaon
VW Kodok Mobil Terlaris Sedunia
Mobil yang dikenal di Indonesia sebagai VW Kodok, dalam bahasa Jermannya 'Der Käfer' alias kumbang atau Beetle (Inggris) adalah mobil yang mencatat rekor terlaris sedunia. Hingga produksinya dihentikan 2003 silam, jenis mobil ini terjual lebih dari 21,5 juta unit di seluruh dunia. Sebuah rekor penjualan yang sulit dipecahkan merek lain.
Foto: DW/E. Schuhmann
Volkswagen Group Beragam Merek
Sekarang Volkswagen Group menguasai 12 merek terkenal. Tahukah Anda bahwa merek terkenal Audi, Bentley, Lamborghini, Bugatti, atau Porsche adalah anak perusahaan milik VW? Sekitar 37 persen pemasukan bagi Volkswagen Group tahun 2014 berasal dari merek-merek terkemuka ini.
Foto: Audi AG
Mendominasi Pasar
Volkswagen sekarang boleh menepuk dada sebagai mobil rakyat. Paling tidak di Jerman, dimana pangsa pasarnya mencapai 36 persen dari seluruh penjualan mobil.
Foto: picture-alliance/dpa
Menguasai Dunia
Di pasar global pangsa pasar Volkswagen mencapai 10 persen, alias dari 10 mobil yang terjual satu diantaranya memasang merek VW di grill depannya. Perusahaan Volkswagen 2014 silam sukses menjual 10,2 juta unit mobil di seluruh dunia, sekitar 70 persennya hasil penjualan di luar Jerman.
Foto: picture-alliance/dpa/Z. Junxiang
Perang di Pasar Amerika
Volkswagen terus mengincar pasar Amerika Serikat yang menggiurkan tapi persaingannya amat tajam. VW hanya berhasil menjual 6 persen produknya atau sekitar 600.000 unit mobil di pasar AS. Pesaing terberatnya adalah pabrikan lokal GM dan Ford serta pabrikan asing dari Jepang, Toyota.
Foto: picture-alliance/dpa
Pemuncak Posisi Penjualan
Volkswagen berhasil menyalip Toyota sebagai pemuncak posisi penjualan mobil terbanyak sedunia. Nilai penjualan pada 2014 tercatat 202,5 milyar Euro dengan laba setelah pajak mencapai 11,1 milyar Euro. Setelah terbongkarnya skandal emisi, posisi pemuncak peringkat terlihat mulai goyah.
Foto: picture-alliance/dpa
Penyedia Lapangan Kerja Global
Volkswagen mempekerjakan 600.000 orang pegawai di seluruh dunia, demikian statistik per 31 Desember 2014. Dengan begitu VW menempati peringkat pemberi kerja terbesar sedunia. Sekitar 270.000 pegawainya bekerja di pabrik dan kantor di Jerman.
Foto: picture alliance/dpa
Industri Terbesar di Jerman
Industri otomotif menjadi sektor ekonomi terbesar di Jerman. Disamping Volkswagen ada dua pabrikan lain yang menyediakan lapangan kerja amat besar: Daimler (produsen merek Mercedes) dan BMW. Tiga pabrik otomotif ini digabung mempekerjakan 800.000 pegawai, atau sekitar 2 persen dari seluruh tenaga kerja di Jerman.
Foto: picture-alliance/dpa/B. Weißbrod
Produk Ekspor Unggulan
Industri mobil menjadi sektor produk ekspor unggulan Jerman. Pendapatan dari ekspor otomotif 2014 mencapai total 370 milyar Euro. Volumenya mencapai 20 persen total ekspor Jerman dan menyumbang kontribusi 3 persen pada pendapatan kotor nasional.
Foto: picture-alliance/dpa/I. Wagner
10 foto1 | 10
Cina memimpin pergeseran tren ini, setelah memperluas ekspor kendaraannya, terutama kendaraan listrik (Electric Vehicle-EV). Pada tahun 2023, Cina mengekspor sekitar 4,7 juta mobil, jumlah yang meningkat tiga kali lipat dari tahun 2021, meski sepertiga dari mobil-mobil ini diproduksi oleh merek-merek internasional, menurut Citigroup.
Produsen mobil Cina BYD, yang memproduksi kendaraan listrik dan plug-in hybrid, telah dengan cepat memperluas kehadirannya di Asia Tenggara. Di Singapura, BYD mengambil alih posisi Toyota sebagai merek mobil paling populer untuk pertama kalinya pada tahun 2023. Penjualannya di Filipina dilaporkan meroket sebanyak 8.900% pada periode yang sama.
Di balik angka-angka
Meskipun pangsa pasar mobil buatan Jerman menurun, para analis berhati-hati dalam menafsirkan angka-angka statistik. Juru bicara BMW mengatakan kepada DW bahwa penjualannya di Singapura meningkat 49% pada tahun 2024, dengan pengiriman kendaraan listrik baterai (BEV) meningkat 107%.
Pertumbuhan ini kemungkinan besar didorong oleh skema Insentif Adopsi Awal EV oleh pemerintah Singapura, yang menawarkan potongan harga yang signifikan untuk biaya pendaftaran mobil listrik.
Selain itu, kenaikan signifikan pembuatan Sertifikat Hak Milik Kendaraan (Certificate of Entitlement/COE) Singapura, yang merupakan dokumen yang diwajibkan untuk kepemilikan mobil, turut menguntungkan merek-merek kelas premium. Ketika biaya COE melonjak, harga mobil mewah juga meningkat, sehingga membantu BMW dan Mercedes-Benz mempertahankan pangsa pasar mereka.
Sebaliknya, penurunan penjualan di Thailand tampaknya mencerminkan kemerosotan secara keseluruhan di industri otomotif negara ini, yang mengalami penurunan 26 persen total penjualan mobil, level terendah penjualan dalam 15 tahun terakhir.
Chris Humphrey, direktur eksekutif EU-ASEAN Business Council, mengatakan kepada DW bahwa para produsen mobil Cina menargetkan segmen massal daripada segmen mewah yang ditempati oleh merek-merek Jerman.
"BMW dan Mercedes-Benz fokus pada segmen mewah, sedangkan merek-merek seperti Toyota dan Honda melayani segmen massal. Masuknya produsen mobil Cina sebagian besar berdampak pada merek-merek segmen massal ini,” katanya.
Memang Toyota, merek terlaris di Asia Tenggara, dengan cepat kehilangan pijakan. Pada bulan November, Bloomberg melaporkan bahwa antara tahun 2019 dan 2024, produsen mobil Jepang mengalami penurunan pangsa pasar yang paling signifikan di Singapura, Thailand, Malaysia, dan Indonesia.
Produsen mobil Cina telah memanfaatkan harga yang kompetitif dan kualitas yang lebih baik. Humphrey menekankan bahwa "kualitas mobil Cina sekarang sangat sebanding" mobil-mobil lainnya, dan "di sinilah harga menjadi faktor yang sangat penting.”
Iklan
Apa yang dapat dilakukan?
Ketika produsen mobil Cina melanjutkan ekspansi agresif mereka, beberapa negara telah menerapkan tindakan balasan. Uni Eropa baru-baru ini memberlakukan tarif terhadap mobil listrik Cina, dengan alasan subsidi yang tidak adil dari pemerintah Cina yang mendistorsi persaingan internasional.
Namun, tindakan seperti itu tidak mungkin diterapkan di Asia Tenggara, di mana produsen mobil Cina semakin melokalisasi produksinya. Pada bulan Juli 2024, BYD membuka pabrik Asia Tenggara pertamanya di Thailand senilai 470 juta Euro (492 juta Dollar) yang mampu memproduksi 150.000 kendaraan setiap tahun.
The Economist menyatakan bahwa pabrik-pabrik di Tiongkok dapat memproduksi hampir 45 juta mobil per tahunnya - hampir setengah dari seluruh penjualan global, namun saat ini kapasitas operasinya hanyalah 60 persen.
Kelebihan produksi ini menunjukkan bahwa dorongan ekspor Cina masih jauh dari selesai, dan Asia Tenggara akan tetap menjadi pasar yang penting di tahun-tahun mendatang.
Produsen mobil Jerman dapat merespon hal ini dengan menyesuaikan strategi harga mereka. Baru-baru ini, beberapa merek Cina telah secara agresif memangkas harga untuk mendapatkan pangsa pasar. Namun, CEO Mercedes-Benz Thailand Martin Schwenk mengatakan kepada surat kabar lokal The Nation bulan ini bahwa perusahaannya tidak akan mengikuti tren itu.
"Jika kami membuat mobil yang terlalu agresif dalam hal harga, kami merusak merek kami,” tegasnya.
Terlepas dari tantangan-tantangan yang ada, ada beberapa perkembangan positif bagi pabrikan Jerman. Anak perusahaan Volkswagen Group, Skoda Auto, mengumumkan rencana untuk menyelesaikan pembangunan pabrik perakitan kendaraan senilai 475 juta Euro di Vietnam pada awal tahun 2025. Fasilitas ini akan mampu memproduksi 120.000 kendaraan per tahun, memperkuat pijakan perusahaan tersebut di kawasan ini.
Kiat Meluncur di Autobahn Jerman
Jerman tak hanya terkenal dengan mobilnya, tetapi juga jalan bebas hambatannya yang disebut Autobahn. Istimewanya: Secara umum tidak ada batas kecepatan. Ini beberapa tips sebelum Anda menjajalnya.
Foto: picture-alliance/dpa/F. Kästle
Kecanduan lari kencang?
Melarikan mobil sampai 220 kilometer per jam bukan masalah di Autobahn Jerman. Lobi industri otomotif yang kuat selama ini berhasil menolak pembatasan kecepatan seperti di negara-negara lain. Pengunjung Jerman mungkin awalnya terkejut, ketika mobil yang ditumpanginya melaju dengan kecepatan maksimal.
Foto: DW
Tanpa batas?
Jerman memiliki jaringan jalan raya yang sangat baik. Autobahn umumnya terpelihara dengan baik, dan seperti mengundang orang untuk menjelajahinya atau meluncur sekencangnya. Usia minimum untuk mendapatkan SIM di Jerman bisa didapat pada usia 17 tahun, kalau ada wali yang mendampingi. SIM reguler diberikan pada usia 18 tahun.
Foto: Imago/Horst Galuschka
Di Jerman juga ada macet
Menurut statistik asosiasi mobil ADAC, kemacetan lalu lintas di Jerman tahun 2016 meningkat sekitar 15 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Peningkatan ini karena makin banyak mobil di jalan raya, dan pada saat yang sama makin banyak proyek perbaikan atau konstruksi jalan. Jadi persiapkan diri Anda untuk lebih banyak waktu dan stres di dalam mobil, terutama di sekitar kota besar.
Foto: Getty Images/S. Gallup
Yang ingin cepat menyalip
Bahkan ketika Anda berpikir Anda sedang melaju kencang, beberapa pengemudi Jerman mungkin menguntit tepat di belakang Anda dan mencoba memaksa Anda untuk menyingkir, karena dia berlari lebih kencang. Bahkan ada yang menyalakan lampu depan mati-hidup meminta Anda pindah jalur. Jangan biarkan pengemudi lain menggertak Anda. Tetap tenang dan cermati situasi lalu lintas.
Foto: imago/Jochen Tack
Senyumlah untuk kamera batas kecepatan
Perhatikan kamera batas kecepatan! Biasanya kamera ini dipasang di jalur ke luar Autobahn menuju ke pusat kota. Perangkat berbentuk kotak ini dipasang di pinggir jalan, dan sering tidak kentara dari jauh. Kamera ini akan memotret Anda di belakang kemudi dan plat nomor mobil Anda, kalau Anda melewati batas kecepatan yang berlaku di ruas jalan itu. Tiket denda akan dikirim ke alamat pemilik mobil.
Foto: picture-alliance/dpa/H. Galuschka
Jangan gunakan ponsel
Menggunakan ponsel di tangan Anda saat mengemudi dilarang. Jika ketahuan, Anda bisa didenda sampai 100 euro dan mendapatkan penalti satu poin untuk SIM Anda. Sanksi meningkat jika Anda menyebabkan kecelakaan, dan SIM Anda mungkin dicabut untuk beberapa lama. Anda bisa menggunakan ponsel dengan car kit atau sistem hands-free pintar.
Foto: picture-alliance/dpa/C. Klose
Buka jalur untuk petugas situasi darurat
Pengguna jalan wajib membuka jalur darurat untuk kendaraan petugas, seperti ambulans dan tim penyelamat. Juga dalam situasi macet, Anda harus menyediakan jalur darurat. Aturannya: mobil paling kiri di jalan merapat ke sisi kiri, mobil yang lain merapat ke sisi kanan. Sehingga ada satu jalur terbuka yang bisa dilalui kendaraan.
Foto: picture-alliance/dpa/J. Stratenschulte
Lebih baik tidak konsumsi alkohol
Di Jerman, ada batas 0,05 persen kadar alkohol dalam darah untuk mengemudi. Di atas angka itu, Anda akan mendapat sanksi denda atau SIM Anda bisa dicabut. Kalau Anda menyebabkan kecelakaan dengan korban manusia, Anda malah bisa masuk penjara. Hukuman dimulai dengan denda 500 euro. Yang terbaik, jangan mengkonsumsi alkohol kalau Anda mengemudi kendaraan!
Foto: picture-alliance/dpa
Ganti ban khusus pada musim dingin
Pada musim dingin, kendaraan diwajibkan menggunakan ban khusus musim dingin atau ban salju. Jika Anda tidak memasang ban salju dan masih mengemudi di jalan yang licin, Anda bisa didenda dan SIM Anda bisa dicabut. Tanpa ban salju yang tepat, asuransi juga kemungkinan besar tidak mengganti biaya kalau terjadi kecelakaan. (Teks: Louisa Schaefer/hp/yp)