Beda Sikap dengan Trump , Musk Dukung Perdagangan Bebas
7 April 2025
Dalam perselisihan tarif dengan Uni Eropa, penasihat Presiden AS, Elon Musk, mengungkapkan dukungannya terhadap sebuah zona perdagangan bebas transatlantik tanpa bea masuk. Sikapnya beda dengan bosnya, Donald Trump?
Elon Musk (kiri) adalah penasihat Presiden AS Donald Trump (kanan), tetapi ada beberapa perbedaan pendapatFoto: Andrew Harnik/Getty Images
Iklan
Elon Musk berharap bahwa Amerika Serikat dan Eropa dapat mencapai kemitraan yang lebih erat dari sebelumnya. Demikian untaian kata CEO produsen mobil listrik Tesla itu dalam video di acara kongres Partai Lega, partai pemerintah sayap kanan Italia, di Florence.
"Dan mengenai bea masuk, saya berharap kita dapat bergerak menuju situasi tanpa bea, dengan zona perdagangan bebas antara Eropa dan Amerika Utara," tandas Musk.
Tarif minimum sepuluh persen diberlakukan pada hari Sabtu (05/04), dan tarif yang lebih tinggi untuk sejumlah negara akan berlaku pada hari Rabu (09/04).
Kebijakan tarif agresif Trump telah menumbuhkan ketakutan di seluruh dunia akan kemungkinan perang perdagangan besar dengan dampak serius bagi perusahaan dan konsumen.
Bahkan di dalam Amerika Serikat sendiri, ketakutan akan lonjakan harga konsumen yang tajam dan pelemahan ekonomi hingga resesi semakin berkembang. Di seluruh dunia, bursa saham anjlok dalam beberapa hari terakhir.
Kanada Hentikan Penjualan Minuman Beralkohol asal AS
01:31
This browser does not support the video element.
Trump: AS "Tetap kuat"
Donald Trump menggambarkan ini sebagai guncangan sementara yang pada akhirnya akan menguatkan ekonomi Amerika Serikat.
"Ini adalah revolusi ekonomi, dan kita akan menang," ujar Trump, dengan penuh keyakinan. Ia langsung menghadapi para pemilih dan berkata, "Tetap kuat, ini tidak akan mudah, tetapi hasil akhirnya akan menjadi sejarah."
Namun, saat penasihatnya, Elon Musk, mengeluarkan suara yang sangat berbeda dan mendukung zona perdagangan bebas antara Amerika Utara dan Eropa, hal ini bertentangan dengan rencana Trump. Meskipun demikian, Trump sejauh ini menghindari kritik terhadap Musk dalam persoalan ini.
Elon Musk ikut serta dalam konferensi Partai Lega, dan dapat mengambil bagian dalam pertemuan tersebutFoto: Claudio Giovannini/ZUMAPRESS/picture alliance
Simpati yang besar terhadap populis kanan
Elon Musk, dengan kekayaan sekitar 300 miliar dolar AS, dikenal sebagai orang terkaya di dunia. Pabrik raksasa Tesla di Berlin-Brandenburg adalah salah satu pabrik mobil listrik terbesar di Jerman dan yang pertama milik produsen AS di Eropa.
Sebelum pemilu di Jerman pada Februari lalu, Musk pernah mendukung partai yang sebagian berhaluan kanan ekstrem, Alternatif bagi Jerman atau Alternative für Deutschland (AfD).
Saat berlangsung Kongres Partai Lega di Italia, pengusaha asal Amerika Serikat ini bergabung selama 15 menit melalui video untuk menjawab pertanyaan dari Matteo Salvini, sang Ketua Partai Lega yang juga menjabat sebagai menteri perhubungan dan wakil perdana menteri dalam pemerintahan Perdana Menteri Giorgia Meloni.
Pada hari Minggu (06/04) ini, Salvini akan mencalonkan diri kembali untuk menjadi ketua Lega, dengan dirinya sebagai satu-satunya kandidat.
Diperkirakan, politisi lain dari spektrum kanan seperti Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban, Ketua Rassemblement National Perancis Jordan Bardella, dan Ketua Partai Vox Spanyol Santiago Abascal juga akan bergabung dalam acara ini.
ap/yf (dpa, rtr, afp)
Kembali Berkuasa, Trump Bikin Kebijakan Baru yang Kontroversial
Setelah dilantik kembali pada 20 Januari 2025, Donald Trump memperkenalkan kebijakan kontroversial seperti tarif tinggi, pembekuan dana internasional, hingga perubahan kebijakan luar negeri yang memicu ketegangan global.
Foto: Evan Vucci/AP Photo/picture alliance
Deportasi migran ilegal
Dalam pidato pelantikannya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan niat mendeportasi 'jutaan dan jutaan' migran ilegal. Pada minggu pertama Trump menjabat, hampir 2.400 migran ditangkap ICE, terutama yang pernah terjerat kasus hukum. Kongres AS juga telah meloloskan Lakes Riley Act, yang memungkinkan penahanan migran tanpa status sah untuk kejahatan berat dan pelanggaran ringan.
Foto: Isaac Guzman/AFP
AS mundur dari Perjanjian Paris
Pada hari pertama menjabat, Trump mengeluarkan perintah eksekutif untuk menarik AS dari Perjanjian Paris, yang kedua kalinya ia lakukan. Tindakan ini menuai kontroversi. "Emisi AS berperan besar dalam menentukan apakah kita bisa tetap di bawah batas 2 derajat dan 1,5 derajat," kata Laura Schäfer dari LSM lingkungan dan HAM, Germanwatch.
Foto: JIM WATSON/AFP
Hengkang dari WHO
Trump menarik Amerika Serikat keluar dari WHO. Para ahli memperingatkan langkah ini akan menghambat penanganan wabah penyakit dan masalah kesehatan global. Namun, resolusi kongres mengharuskan pemberitahuan satu tahun dan pelunasan kewajiban sehingga perintah ini baru berlaku penuh Januari 2026. Trump juga menghentikan transfer dana AS ke WHO, yang berdampak pada pendanaan organisasi tersebut.
Foto: Maksym Yemelyanov/Zoonar/picture alliance
Ganti nama Teluk Amerika
Presiden Trump menandatangani dekret untuk mengganti nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika dan mengembalikan nama Gunung Denali di Alaska menjadi McKinley. Dalam posting di X pada 27 Januari 2025, Google menyatakan akan mengikuti praktik lama untuk menerapkan perubahan nama lokasi sesuai pembaruan resmi pemerintah yang merujuk pada Geographic Names Information System (GNIS).
Foto: Roberto Schmidt/AFP/Getty Images
Rencana setop hibah dan pinjaman federal
Pada Senin (27/01), Trump menginstruksikan badan-badan federal untuk menghentikan sementara pencairan hibah dan pinjaman federal di seluruh AS. Kebijakan ini dianggap mengancam program vital seperti pendidikan, kesehatan, perumahan, dan bantuan bencana. Namun, seorang hakim federal memblokir sementara rencana tersebut beberapa menit sebelum kebijakan dijadwalkan berlaku pada Selasa (28/01) malam.
Foto: Jim Watson/AFP/Getty Images
Larang atlet transgender di olahraga perempuan
Trump menandatangani perintah eksekutif yang melarang atlet transgender berkompetisi dalam olahraga perempuan dan anak perempuan, Rabu (05/02). Langkah ini merupakan bagian dari serangkaian tindakan untuk membatasi hak LGBTQ+. Perintah ini juga menyatakan bahwa negara hanya akan mengakui dua jenis kelamin, pria dan perempuan. Sekolah yang melanggar aturan ini berisiko kehilangan dana federal.
Foto: Andres Caballero-Reynolds/AFP
Pembekuan dana USAID ke 130 negara
Keputusan Presiden Trump untuk menangguhkan dana bantuan USAID telah menghentikan proyek-proyek di sekitar 130 negara, termasuk Indonesia, berdampak dramatis pada jutaan orang dan pekerja bantuan. Trump menuduh USAID melakukan pemborosan, dengan menulis di Truth Social, "Sepertinya miliaran dolar telah dicuri di USAID.” Namun, ia tidak memberikan bukti apa pun.
Foto: Sofia Toscano/colprensa/dpa/picture alliance
Satgas DOGE untuk efisiensi
Satuan Tugas Department of Government Efficiency (DOGE) dibentuk Presiden AS Donald Trump untuk merombak sistem birokrasi federal. DOGE, yang dipimpin oleh Elon Musk, bertujuan mengurangi peraturan, pengeluaran, dan staf pemerintah. Banyak pihak mengkritik minimnya transparansi dalam perekrutan tim DOGE dan mempertanyakan jika tim tersebut telah melalui pemeriksaan terkait kesesuaian dan keamanan.
Foto: Andrew Harnik/Getty Images via AFP
Keinginan AS ambil alih Gaza
Presiden Trump mengusulkan agar AS mengambil alih Jalur Gaza. Usulan ini disampaikan saat kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke AS, Selasa (04/02). "AS akan mengambil alih Jalur Gaza dan kami juga akan melakukan sebuah pekerjaan. Kami akan memilikinya. Dan bertanggung jawab untuk membongkar semua bom berbahaya yang belum meledak dan senjata lainnya di tempat tersebut," kata Trump.
Foto: Khalil Ramzi/REUTERS
Kenaikan tarif impor baja dan alumunium
Trump mengumumkan tarif 25% untuk impor baja dan aluminium, berlaku Maret 2025. Kebijakan ini bertujuan "membuat Amerika kaya kembali," kata dia. Namun, banyak ekonom menolak asumsi ini, dan menyatakan justru merugikan semua pihak. Tarif dimaksudkan melindungi produsen dalam negeri, tetapi industri AS masih bergantung pada impor logam, yang dapat meningkatkan biaya produksi dan memicu inflasi.