Ada sederetan pemain yang membuat terobosan pada Piala Dunia 2014. DW telah memilih beberapa pemain yang kembali ke negara asal dengan reputasi dan nilai transfer yang sudah terdongkrak.
Foto: Getty Images/Afp/Fabrice Coffrini
Iklan
Ada sejumlah kiper yang menjadi pahlawan tim nasionalnya ketika berlaga pada Piala Dunia. Yang paling bersinar adalah kiper Kosta Rika, Keylor Navas, yang telah dilaporkan harian olahraga Spanyol Marca siap naik kelas dari Levante ke Real Madrid. Navas mempersulit jalan bagi Uruguay, Italia dan Inggris pada babak grup sebelum terlihat heroik ketika melawan Yunani. Performa prima kembali ia tunjukkan ketika berhadapan dengan Belanda pada perempat final, sayangnya mimpi Kosta Rika berakhir ketika adu penalti.
Pujian juga harus ditujukan pada kiper Kolombia David Ospina, kiper Aljazair Rais M'Bolhi dan kiper Meksiko Guillermo Ochoa.
Gonzalez mendominasi permainan Kosta RikaFoto: Reuters
Piala Dunia 2014 tak diwarnai satu lini pertahanan yang begitu dominan, namun ada beberapa bek yang patut disanjung. Lagi-lagi Kosta Rika merebut posisi pertama dengan Giancarlo Gonzalez. Hampir pada setiap laga, terutama melawan Belanda, Gonzalez menekel, bergegas dan melempar dirinya ke setiap bola yang datang demi membela negeri. Rekan satu timnya Oscar Duarte pantas disebut berkat permainan yang memukau, begitu juga dengan bek Chile Charles Aranguiz.
Brasil 2014 menjadi turnamen bagus bagi pemain tengah, baik gelandang serang maupun bertahan. Untuk kategori yang kedua, tidak ada yang lebih mencolok ketimbang Daley Blind. Pemain muda Ajax ini juga bisa memegang posisi bek kiri, dan sempat unjuk gigi di Brasil, dan tidak mengecewakan. Ia mencetak gol ketika melawan Brasil dan memberi sejumlah assist pada babak grup. Seperti kapten Jerman Philipp Lahm, perubahan posisi Blind menjadi separuh bek separuh gelandang terbukti manjur bagi Louis Van Gaal; pemain berusia 24 tahun ini disebut-sebut masuk daftar pilihan Manchester United.
Seperti ayah, seperti anak lelaki: Saat ini bermain untuk Ajax, Daley Blind siap melanglang buanaFoto: Reuters
Kalau membahas gelandang serang, hanya ada satu pemenang. James Rodriguez bisa jadi nama yang paling menggebrak sepanjang turnamen. Pemain sayap AS Monaco ini menang Golden Boot dengan enam gol, sontekannya saat melawan Uruguay tentu masuk ke dalam deretan gol teknis terbaik Piala Dunia. Dalam waktu singkat, Rodriguez telah menunjukkan begitu banyak kualitas dan media Inggris sudah ramai membahas pemain berusia 23 tahun ini sebagai incaran nomor satu Setan Merah.
Memphis Depay termasuk dalam tiga nomine FIFA untuk pemain muda terbaikFoto: Reuters
Pemain Nigeria Ahmed Musa juga layak disebut. Tak lupa pemain Perancis Antoine Griezmann, Memphis Depay yang membela Belanda dan pemain Kolombia Juan Cuadrado.
Untuk kelas striker, hanya sedikit yang berhasil merebut perhatian. Salah satunya pemain Aljazair Islam Slimani. Ia dapat bermain dengan baik, tapi kehadirannya secara fisik dan kegigihannya yang berhasil mendulang pujian. Kesuksesannya di Sporting Lisboa tampaknya akan berlangsung lama.
Ronaldo dan Messi cukup menjual untuk membuat Piala Dunia 2014 salah satu turnamen terbaik di dunia, tapi ada 10 permata tersembunyi yang tidak akan menyia-nyiakan momen ini untuk menunjukkan talenta mereka.
Foto: picture-alliance/dpa
Kwadwo Asamoah (Ghana)
Juventus berjuang di berbagai front untuk merebut lebih banyak trofi musim ini – dan Asamoah berperan penting. Meski sudah membela Ghana dalam 60 laga, pemain berusia 25 tahun ini melejit ke level baru musim ini setelah bersinar sebagai bek sayap kiri ketimbang posisi sebelumnya. Apabila Ghana mengulang prestasi tahun 2010, Asamoah akan memegang kunci.
Foto: Marco Bertorello/AFP/Getty Images
Paul Pogba (Perancis)
Sir Alex Ferguson jarang menyebut nama Pogba. Atas keputusan Fergie-lah sang pemain muda Perancis bergabung dengan Juventus dan muncul sebagai salah satu trisula lini tengah terbaik. Menang Piala Dunia U-20 dan delapan laga bersama timnas Perancis meningkatkan reputasi Il Polpo Paul. Pogba menjadi secercah kualitas bagi Les Blues sepanjang kualifikasi.
Foto: Marco Bertorello/AFP/Getty Images
Adam Lallana (Inggris)
Tanpa memandang diri sebagai favorit juara di Brasil, kamp Inggris tetap punya keyakinan. Adam Lallana mencerminkan keyakinan ini setelah melewati musim cemerlang bersama Southampton. Ketenangan dan keanggunannya mengatasi bola sebagai playmaker lini tengah membawanya menerobos timnas pada musim 2013-14.
Foto: Getty Images
Miralem Pjanic (Bosnia dan Herzegovina)
Sang konduktor orkestra, menurut media Italia, Miralem Pjanic krusial bagi AS Roma. Mereka telah berbuat banyak pada Serie A di bawah asuhan Rudi Garcia, dan kemungkinan besar merayakan Scudetto kalau bukan karena dominasi Juventus. Pjanic adalah seorang playmaker sejati: fasih mengoper, visi yang luas dan mampu mengontrol arus dan tempo di lini tengah.
Foto: Getty Images
Yoichiro Kakitani (Jepang)
Kakitani menjadi satu nama lagi dari ban berjalan gelandang serang Jepang. Kemampuannya mirip mantan pemain BVB Kagawa atau Keisuke Honda: cepat, dinamis, tangkas berpikir dan mengoper. Sementara bermain untuk Cerezo Osaka, pemain berusia 24 tahun ini akan berusaha menambah koleksi caps pada Piala Dunia Brasil dan terus melambungkan Samurai Blue.
Foto: Getty Images
Kevin de Bruyne (Belgia)
Bagian dari ‘generasi emas’ Belgia, Kevin de Bruyne, bisa dibilang paling mencolok. Debut menawan di Bundesliga bersama Werder Bremen berujung pada transfer ke Wolfsburg yang haus posisi di Liga Champions. Pemain 23 tahun ini berkembang di sayap kanan, sesuai dengan posisi yang diberikan pelatih timnas Belgia Marc Wilmots.
Foto: Getty Images
Lucas Moura (Brasil)
Pemain sayap yang satu ini sudah beberapa tahun membela Brasil, meski baru berusia 21 tahun. Kini sosok penting bagi juara klub Perancis PSG, Moura adalah salah satu penyerang Brasil yang ingin merebut posisi dalam pool akhir Scolari. Ia masih harus membuktikan harga transfernya, namun kalau Moura sedang panas, bakatnya tak diragukan lagi.
Foto: picture-alliance/dpa
James Rodriguez (Kolombia)
Setiap mata mencermati Kolombia. Timnas Amerika Selatan ini melaju menuju Piala Dunia dan berada di atas angin. Bintang Monako, Rodriguez, mengambil alih beban dari Radamel Falcao yang cedera sepanjang musim. Pemain berusia 22 tahun ini memiliki kualitas playmaker cemerlang dan mengantongi banyak assist. Ia bisa dibilang bakat muda paling bersinar dari Kolombia.
Foto: Getty Images
Eduardo Vargas (Chile)
Fans Jerman menyaksikan sepak terjang Vargas saat laga persahabatan yang didominasi Chile di Stuttgart. Vargas yang tengah dipinjamkan ke Valencia menjadi salah satu andalan timnas Chile yang flamboyan dan agresif di lini depan. Vargas akan kembali ke Napoli musim depan, namun Piala Dunia mungkin membuka jendela baru bagi penyerang 24 tahun ini.
Foto: picture-alliance/dpa
Jordy Clasie (Belanda)
Bakat alamiah pemain Feyenoord yang satu ini berhasil menutupi kekurangannya pada tinggi badan. Di lini tengah ia menjadi jangkar bagi klubnya yang tengah berjaya di Eredivisie dan sudah mulai menancapkan diri dalam susunan timnas Belanda. Tak lama lagi Clasie meraih tonggak 100 laga untuk Rotterdam pada usia 22 tahun.