Nepal Akan Menjadi Negara Republik
24 Desember 2007
Setelah mendapat tekanan berbulan-bulan dari kaum Maois, hari Minggu kemarin pemerintah interim Nepal setuju untuk membubarkan monarki. Keputusan itu akan diwujudkan dengan digelarnya pemilihan umum tahun depan.
„Nepal akan menjadi negara republik. Ini akan terwujud jika sidang umum parlemen berdasarkan konstitusi untuk pertama kalinya diadakan,“ demikian ungkap Arjun Narsingh, juru bicara aliansi enam partai yang memerintah.
Tepatnya di bulan April 2008, Nepal akan diproklamasikan sebagai negara republik.
Guna menghindari semua ancaman kegagalan dan mencegah kerajaan berlaku sewenang-wenang, isi perjanjian tersebut juga mencakup rencana darurat. Seperti yang dikemukakan anggota Partai Komunis Mao Nepal, Bharat Mohan Adhikari, "Jika Raja berupaya menghalangi jalannya pemilu, dua pertiga mayoritas pemerintahan interim dapat menggulingkan raja dari tahtanya dan Nepal langsung menjadi negara republik.“
Kini pun Raja Nepal hampir tidak memiliki kewenangan politik. Kerajaan Nepal terguncang di tahun 2001 oleh peristiwa kelam. 10 anggota keluarga kerajaan terbunuh, termasuk Raja Birendra yang dicintai rakyatnya. Radio Nepal mengumumkan mangkatnya raja.
„Yang Mulia Raja Birendra pada tanggal 1 Juni 2001 jam 9 pagi telah meninggal dunia.“
Adik Raja Birendra, Gyanendra, kemudian merebut kekuasaan di tahun 2005 dengan membubarkan pemerintah. Ia mengangkat dirinya sebagai raja. Gyanendra tentu saja mendapat tentangan, termasuk partai komunis. Berbagai demonstrasi menuntut turunnya raja dari tahta digelar di negara kerajaan Hindu terakhir di dunia itu, peluru-peluru karet beterbangan dan gas air mata dilemparkan. Akhirnya Gyanendra mengalah.
April 2006 di ibukota Nepal, Kathmandu. Raja Gyanendra menyerahkan tahtanya. Parlemen kembali dipulihkan. Para gerilyawan Maois bahkan menyatakan akan mengakhiri perang saudara menentang kerajaan. Perang saudara yang berlangsung selama satu dasawarsa itu menelan korban sekitar 13 ribu jiwa. Para bekas gerilyawan Maois itu tergabung dalam Partai Komunis Mao Nepal.
Namun Nepal kembali guncang tiga bulan lalu ketika Partai Komunis Mao Nepal meninggalkan pemerintahan sementara dan menuntut dibentuknya republik. Tuntutan yang mendapat tentangan warga dan mengakibatkan demonstrasi berdarah di mana-mana.
Bersama aliansi enam partai yang memerintah, saat ini para Maois tersebut sepakat untuk mengamandemen konstitusi setelah pemilihan umum pertengahan April 2008. Partai Komunis juga akan kembali bergabung dalam pemerintahan sementara Nepal.