1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

211008 Sarkozy EP

21 Oktober 2008

Selasa kemarin (21/10) Presiden Perancis Nicolas Sarkozy menarik neraca 100 hari menjabat sebagai Ketua Dewan Eropa. Krisis Keuangan Dunia menjadi pokok pembahasan di KTT UE terakhir.

Presiden Perancis Nicolas SarkozyFoto: AP
Jarang sekali Ketua Fraksi Sosialis Parlemen Eropa, Martin Schulz, memuji Ketua Dewan Eropa Nicolas Sarkozy atau Ketua Komisi Eropa Jose Manuel Barroso. Selasa kemarin (21/10) Martin Schulz, yang suatu hari bisa saja menjabat sebagai Komisaris Uni Eropa, menyampaikan rasa terima kasihnya atas segala upaya Uni Eropa terkait krisis keuangan. Namun Schulz menjelaskan, kini saatnya Eropa menggunakan segala kesempatan yang ada: "Mengawali upaya pemulihan kita harus tegas. Tidak lebih. Apa yang telah terjadi di pasar uang, tidak boleh terulang lagi. Bencana di pasar uang internasional, yang menyebabkan krisis ekonomi tidak boleh terjadi lagi." Hal ini sebelumnya juga ditekankan oleh presiden Perancis Nicolas Sarkozy yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Eropa. Menurutnya, yang harus diupayakan sekarang adalah merancang kapitalisme baru di tingkat internasional. Juga bersama negara-negara seperti Rusia, Cina dan India. Dalam upayanya mengorganisir dan mengatur pasar uang internasional lebih baik, Eropa harus mewakili suara bulat. Sarkozy mengatakan yang dibutuhkan adalah sebuah sistem keuangan dunia yang baru. Ia menyebut beberapa elemen, misalnya: "Eropa yang seharusnya memberikan usulan, dan Eropa akan melakukannya. Misalnya, di masa mendatang bank yang menerima uang negara tidak diperbolehkan bekerjasama dengan negara-negara yang disebut sebagai surga pajak. Tidak ada lembaga keuangan yang dapat bertindak tanpa terikat dengan peraturan keuangan." Agar Eropa didengar oleh dunia internasional Sarkozy merencanakan sebanyak 15 kepala negara dan kepala pemerintah Eropa mengambil alih sebuah peran baru. Rencananya, di masa mendatang mereka akan bertemu secara rutin untuk mengambil alih kepemimpinan ekonomi. Keterlibatan para menteri keuangan saja seperti di masa lalu tidak mencukupi. Namun gagasan Sarkozy ini menjadi samar dibandingkan dengan rencana bank sentral Eropa untuk membentuk sebuah pemerintah ekonomi Eropa sebagai imbangan di pasar uang. Namun Sarkozy juga memberikan usulan lain, yang hingga kini kurang diterima oleh pemerintah Jerman. Sarkozy menuntut peningkatan perlindungan industri Eropa, dengan misalnya dana bantuan negara. Secara konkrit misalnya perlindungan industri otomotif. Menurutnya, janganlah bersikap naif terhadap upaya penyelamatan pasar yang dilancarkan di Amerika Serikat, dimana sejumlah produsen otomotif ternama dibantu oleh negara: "Itu tidak berarti, kami meragukan pasar bersama. Atau meragukan prinsip persaingan. Akan tetapi Eropa harus dapat memberikan jawaban yang mewakili suara bulat. Jangan naif menghadapi persaingan dari kawasan besar lainnya di dunia ini." Kita tidak hanya mengalami satu krisis keuangan, demikian tutur Sarkozy di Parlemen Eropa. Kita di tengah krisis ekonomi. Namun Ketua Komisi Eropa Barroso memperingatkan, kemungkinan terbentuknya protektionisme baru. Menurutnya, industri sebaiknya dilindungi dengan memajukan inovasi. (an)