1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Neraca Lawatan Menlu Jerman ke Afghanistan

29 Juli 2008

Menlu Jerman Frank-Walter Steinmeier mengunjungi Afghanistan untuk ketiga kalinya. Namun kali ini yang menjadi perhatian utamanya adalah pembangunan di bidang sipil.

Afghanistan Deutschland Frank-Walter Steinmeier Zarar Ahmad Muqbel
Menlu Jerman Steinmeier di AfghanistanFoto: AP

Steinmeier mengunjungi Afghanistan selama empat hari. Seperti biasa ia bertemu dengan presiden Afghanistan Hamid Karsai. Namun kali ini, ia terutama menyempatkan diri untuk mengunjungi proyek-proyek Jerman di pembangunan sipil. Seperti penyediaan air di Herat, pembangunan kembali kotanya, pendidikan polisi, pedidikan guru menyetir dan lain-lain. Steinmeier menyimpulkan:

“Hasilnya memang belum terlihat sekarang. Namun, saya , dan saya sudah mengunjungi Afghanistan sebanyak tiga kali, bisa mengatakan setiap kali mengunjungi Afghanistan dalam jangka waktu duabelas bulan, ada perkembangan di pembangunan jalan dan pelayanan medis. Contohnya, sekarang ini 70% warga Afghanistan sudah dapat menikmati pelayanan medis. Duapuluh tahun yang lalu hal ini tidak mungkin."

Walaupun tercatat sejumlah kemajuan di Afghanistan, keamanan di negara itu belum dapat dijamin. Istilah, "jika ada perkembangan, maka keamanan terjamin", nampaknya tidak sesuai untuk Afghanistan. Namun, Steinmeier tidak sependapat:

“Saya tidak seskeptis itu. Menurut saya, dua tahun lalu kami memutuskan hal yang benar. Jika saya mengatakan kami, yang saya maksud bukan hanya Jerman, akan tetapi beberapa negara lainnya yang juga turutserta dalam pembangunan di Afghanistan. Dalam jangka panjang terorisme tidak dapat dikalahkan secara militer. Kami harus berjuang untuk mendapatkan pikiran dan hati orang Afghanistan."

Steinmeier mengatakan, ada beberapa alasan tertentu mengapa keamanan di Afghanistan semakin memburuk. Di satu pihak pemerintah Afghanistan kurang berupaya untuk meningkatkan keamanan, memerangi korupsi serta perdagangan opium. Steinmeier menuturkan:

“Namun kami juga melihat sejumlah kekurangan pada masyarakat internasional. Kami ketinggalan dalam pendidikan aparat keamanan Afghanistan. Oleh karena itu, kami mengatakan di masa mendatang kami akan tingkatkan keterlibatan kami dalam pendidikan serta perlengkapan tentara dan polisi Afghanistan."

Di pihak lain, masalah yang menghalangi keamanan Afghanistan adalah semakin banyak pemberontak Taliban dari Pakistan menyusup secara tidak terkontrol ke Afghanistan.

Berikut pernyataan dua anggota parlemen Jerman yang mendampingi Steinmeier ke Afghanistan. Winfried Nachtwei dari Partai Hijau mengatakan:

“... tuduhan bahwa sekian tahun dihabiskan dengan sia-sia, terutama tidak ditujukan kepada pemerintah Jerman akan tetapi dunia internasional. Karena di sinilah sejumlah sekutu hampir tidak berbuat apa-apa atau lebih mementingkan perang melawan teror. Sedangkan stabilisasi sama sekali tidak digubris."

Sementara Niel Annen dari Partai Sosial Demokrat SPD menuturkan:

“Namun ini sebetulnya merupakan berita baik, bahwa di beberapa bidang tercapai kemajuan. Saya yakin, dengan kunjungan ini, kami dapat membuktikan kepada pihak tertentu seperti masyarakat Jerman, bahwa proyek Jerman berjalan dengan baik. Oleh karena itu, meskipun masih terdapat sejumlah masalah, saya dapat pulang dengan perasaan baik."