Cek Fakta: Rumor tentang Netanyahu Ramai di Media Sosial
10 Maret 2026
Di tengah konflik Timur Tengah, media sosial ramai dengan klaim tentang keberadaan PM Israel Benjamin Netanyahu dan keluarganya. DW Fact Check menelusuri kebenaran klaim viral tersebut.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi sebuah pangkalan udara pada 3 Maret. Ia tidak berada di BerlinFoto: Maayan Toaf/Israel Gpo/ZUMA/picture alliance
Sejak saat itu, berbagai rumor terkait konflik tersebut menyebar di platform media sosial utama. Beberapa klaim yang sangat viral berfokus pada keberadaan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Ada yang mengeklaim bahwa pemimpin berusia 76 tahun itu telah melarikan diri dari Israel dan bahwa anggota keluarganya hidup mewah di luar negeri.
Tim DW Fact Check menelusuri mana yang benar dan mana yang tidak.
Apakah Netanyahu melarikan diri ke Jerman?
Klaim: Foto yang diambil di bandara Berlin menunjukkan pesawat resmi pemerintah Israel “Wing of Zion” berada di landasan. Tak lama setelah pesawat tiba, seorang pengguna TikTok mengeklaim: “Jadi Netanyahu secara resmi telah melarikan diri ke Jerman.”
Iklan
Video tersebut juga menggunakan data penerbangan sebagai bukti dan telah ditonton lebih dari dua juta kali.
Sebuah video TikTok viral menggunakan data penerbangan untuk mengeklaim bahwa Netanyahu telah terbang ke BerlinFoto: X
Fakta DW: Menyesatkan
Data penerbangan dan laporan media memang menunjukkan bahwa pesawat pemerintah Israel tersebut mendarat di Berlin pada Sabtu malam, 28 Februari. Namun Netanyahu tidak berada di dalam pesawat tersebut.
Seorang pejabat pemerintah Jerman yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa pesawat itu mendarat di Jerman demi alasan keamanan, dan hanya membawa awak pesawat. Penerbangan tersebut juga telah didaftarkan sebelumnya oleh pemerintah Israel.
Pesawat tersebut diketahui beberapa kali dipindahkan keluar Israel dalam situasi eskalasi konflik sebelumnya.
Selama pesawat berada di Berlin, Netanyahu tercatat menjalankan berbagai agenda di Israel, antara lain:
1 Maret: bertemu dengan komandan senior IDF dan Mossad di Tel Aviv
2 Maret: mengunjungi lokasi serangan rudal Iran di Beit Shemesh, pinggiran Yerusalem
Pembuat video TikTok tersebut kemudian menambahkan koreksi bahwa Netanyahu tidak berada di pesawat. Namun saat klarifikasi muncul, video yang sudah viral tersebut telah memperoleh jutaan penayangan dan disebarkan ulang oleh banyak pengguna di TikTok dan X.
Beberapa pengguna bahkan melanjutkan spekulasi dengan menebak-nebak di mana Netanyahu diduga menginap di Berlin.
Berdirinya Negara Israel
Inilah kilas balik pendirian negara warga Yahudi yang penuh pertikaian dan gejolak politik.
Foto: Imago/W. Rothermel
Deklarasi yang ditunggu-tunggu warga Yahudi
Tanggal 14 Mei 1948, tokoh Israel David Ben-Gurion mendeklarasikan pembentukan Negara Israel yang independen. Dia menggarisbawahi latar belakang sejarah keagamaan Yahudi. "Orang-orang tetap percaya dan tidak pernah berhenti berdoa dan berharap mereka kembali ke sana," katanya menegaskan kelahiran negara bagi warga Yahudi tersebut.
Foto: picture-alliance/dpa
Sejarah hitam
Peristiwa pembantaian warga Yahudi oleh rezim NAZI Jerman, yang dinamakan Holocaust adalah latar belakang kuat yang mendasari kepentingan pendirian Negara Israel. Foto di atas menunjukkan orang-orang yang selamat dari kamp Auschwitz setelah pembebasan.
Foto: picture-alliance/dpa/akg-images
"Bencana" bagi warga Palestina
"Nakba", artinya "bencana", Itulah kata yang digunakan warga Palestina pada hari yang sama. Sekitar 700.000 warga Arab yang tinggal di Palestina saat itu harus melarikan diri dengan tibanya gelombang pendatang Yahudi yang ingin menetap di negara barunya. Pendirian Israel menjadi awal konflik Israel-Palestina dan dunia Arab, yang tidak terselesaikan sampai sekarang, 70 tahun kemudian.
Foto: picture-alliance/CPA Media
Darurat perang
Ketegangan dengan negara-negara Arab di wilayah itu pecah saat 'Perang Enam Hari' terjadi pada Juni 1967. Militer Israel berhasil memukul mundur pasukan Mesir, Yordania dan Suriah, lalu menduduki kawasan Sinai, Jalur Gaza, Tepi Barat dan Dataran Tinggi Golan. Namun kemenangan itu tidak membawa ketenangan, melainkan ketegangan dan konflik berkepanjangan hingga kini.
Foto: Keystone/ZUMA/IMAGO
Politik pemukiman di wilayah pendudukan
Pembangunan permukiman Yahudi di kawasan yang diduduki memperburuk konflik dengan Palestina, yang sebenarnya dijanjikan untuk mendirikan negara. Otoritas Palestina menuduh Israel menjalankan politik yang berupaya menihilkan harapan pendirian Negara Palestina Merdeka. Israel tidak mengindahkan protes internasional yang menentang pembangunan permukiman Yahudi.
Foto: picture-alliance/newscom/D. Hill
Kemarahan dan kebencian: Intifada pertama
Akhir 1987, warga Palestina melakukan mobilisasi untuk menentang pendudukan Israel. Kerusuhan menyebar di wilayah permukiman Palestina dari Gaza sampai Yerusalem Timur. Kerusuhan itu menggagalkan Kesepakatan Oslo dari tahun 1993 — kesepakatan pertama yang dicapai dalam perundingan langsung antara perwakilan pemerintah Israel dan pihak Palestina, yang diwakili oleh PLO.
Foto: picture-alliance/AFP/E. Baitel
Upaya perdamaian
Presiden AS Bill Clinton (tengah) menengahi konsultasi perdamaian antara PM Israel Yitzhak Rabin (kiri) dan pimpinan PLO Yasser Arafat (kanan). Perundingan itu menghasilkan Kesepakatan Oslo I, yang memuat pengakuan kedua pihak atas eksistensi pihak lain. Namun harapan perdamaian pupus ketika Rabin dibunuh oleh seorang warga Yahudi radikal dua tahun kemudian.
Foto: picture-alliance/CPA Media
Kursi yang kosong
Rabin ditembak pengikut radikal kanan pada 4 November 1995 ketika akan meninggalkan acara demonstrasi damai di Tel Aviv. Foto di atas menunjukkan Shimon Peres yang kemudian menggantikan Yitzhak Rabin sebagai Perdana Menteri. Kursi kosong di sebelahnya adalah tempat duduk Rabin.
Foto: Getty Images/AFP/J. Delay
Tembok pemisah
Tahun 2002, setelah rangkaian aksi kekerasan dan teror selama Intifada II, Israel mulai membangun tembok pemisah sepanjang 107 kilometer atas alasan keamanan. Tembok ini memisahkan wilayah Israel dan Palestina di wilayah Tepi Barat. Proyek tembok pemisah sekarang masih dilanjutkan dan menurut rencana panjangnya akan mencapai 700 kilometer. (Teks: Kersten Knipp/hp/ts)
Foto: picture-alliance/dpa/dpaweb/S. Nackstrand
9 foto1 | 9
Apakah putra Netanyahu berada di Miami?
Klaim: Sebuah unggahan di platform X yang ditonton hampir 6 juta kali mengeklaim bahwa sementara warga Amerika Serikat dan Israel meninggal di Timur Tengah, keluarga Netanyahu hidup mewah di Miami.
Unggahan tersebut menyatakan: “Putra Netanyahu tinggal di apartemen mewah di Miami dengan biaya keamanan pribadi yang dibiayai negara sebesar $680.000 (sekitar Rp11,44 miliar) per tahun. Sementara itu, warga Amerika mati untuk Israel di Timur Tengah.”
Beberapa unggahan menyertakan foto Yair Netanyahu, putra Netanyahu, sedang berada di tepi kolam renang dan balkon apartemen dengan pakaian santai.
Foto-foto Yair Netanyahu ini bukan foto terbaru, gambar tersebut sudah berusia lebih dari dua tahunFoto: X
Fakta DW: Menyesatkan
Yair Netanyahu tidak sedang berlibur di Miami. Pencarian gambar terbalik menggunakan Google Lens menunjukkan bahwa foto-foto Yair di tepi kolam tersebut telah beredar setidaknya sejak dua tahun lalu.
Menanggapi tuduhan tersebut, Yair Netanyahu sendiri mengunggah swafoto dari Yerusalem di akun X pribadinya dengan keterangan: “Saya sekarang berada di Israel, bukan di pantai Miami.”
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Rahka Susanto
Editor: Yuniman Farid