Obat untuk depresi ini dikabarkan bisa meredakan nyeri fisik. Tapi apakah klaim itu benar? Hasilnya mengejutkan.
Nyeri kronis di tangan dan pergelangan ― kurang ideal bagi seseorang yang pekerjaannya menulisFoto: Monique Wüstenhagen/dpa/picture alliance
Iklan
Artikel ini datang sedikit lebih lambat dari rencana tim Sains DW. Saat saya seharusnya menulis tentang hubungan antara nyeri kronis dan antidepresan, tangan dan pergelangan saya sakit begitu parah sehingga saya hanya bisa mengetik beberapa menit saja. Ah, ironis.
Untungnya, rasa sakit itu berkurang setelah akhir pekan. Sebelumnya, saya pernah harus cuti kerja berminggu-minggu karena mengetik atau aktivitas apa pun yang melibatkan tangan hampir mustahil dilakukan.
Sumber rasa sakit saya? Masih misteri bagi banyak dokter yang saya temui selama bertahun-tahun.
Tapi kasus saya sebenarnya umum. Meski jumlah orang dengan nyeri kronis di dunia tidak pasti, di dunia Barat sekitar 20% orang dewasa mengalaminya, menurut International Association for the Study of Pain (IASP).
IASP mendefinisikan nyeri kronis sebagai "nyeri yang terjadi hampir setiap hari atau setiap hari selama lebih dari tiga bulan."
Jika nyeri mengganggu kehidupan sehari-hari, misalnya Anda tidak bisa memasak, bermain olahraga favorit, atau menulis artikel, IASP menyebutnya sebagai "nyeri kronis berdampak tinggi". Saat nyeri begitu parah, orang biasanya mencoba hampir apa saja untuk menghilangkannya.
Metode Diagnosa Unik untuk Cedera Otot dan Sendi
03:36
This browser does not support the video element.
Sekitar setahun lalu, saya berada di titik itu. Saya bersedia melakukan hampir apa saja untuk mengatasi rasa sakit.
Saya sudah menjalani berbagai pemeriksaan sinar-X, MRI pergelangan tangan, lengan, tulang belakang, dan tes rematik, semua hasilnya normal. Saya sudah mencoba terapi fisik, osteopati, dan akupunktur, tapi tidak banyak membantu.
Hingga suatu pagi di September 2024, saya duduk di hadapan seorang terapis nyeri, dan saya mengangguk tegas ketika dia bertanya,
"Banyak pasien merasa tersinggung," kata Tamar Pincus, dekan Fakultas Ilmu Lingkungan dan Kehidupan di University of Southampton, Inggris.
"Mereka mengira dokter menyiratkan bahwa rasa sakit mereka hanya ada di pikiran. Antidepresan untuk nyeri kronis? Saya tidak depresi!"
Ayo berlangganan gratis newsletter mingguan Wednesday Bite. Recharge pengetahuanmu di tengah minggu, biar topik obrolan makin seru!
Pincus menjelaskan bahwa obat nyeri biasa lama-lama cenderung berhenti bekerja. Jadi, para peneliti mencari alternatif.
Ada alasan logis untuk mempertimbangkan antidepresan. Nyeri kronis bisa memengaruhi suasana hati dan kesehatan mental.
"Sebagian besar orang yang hidup dengan nyeri kronis, sekitar 40%, merasa rendah mood," kata Pincus.
"Mereka tidak depresi secara klinis, tapi merasa bersalah karena tidak bisa berkontribusi penuh di rumah atau tempat kerja, dan sering tidak bisa melakukan hal yang mereka cintai."
Antidepresan bisa membantu suasana hati, dan juga nyeri itu sendiri. Zat kimia di otak yang diatur antidepresan, seperti serotonin dan noradrenalin, memengaruhi mood dan rasa sakit.
"Area di otak yang memproses nyeri dekat dengan area yang memproses emosi negatif," kata Pincus.
Jadi wajar jika obat untuk depresi bisa meredakan nyeri kronis. Tapi penelitian Pincus dan timnya menunjukkan bukti yang lemah.
Makanan Tepat untuk Merasa Senang
Makanan tepat bisa membantu orang menyingkirkan kemurungan, depresi dan gundah gulana. Kandungan bahan makanan punya pengaruh terhadap fungsi otak dan substansi yang menyebabkan perasaan senang dan suasana hati positif.
Foto: Fotolia/Robert Kneschke
Triptofan - Syarat bagi Serotonin
Serotonin adalah hormon yang sebabkan orang merasa senang. Tanpa itu orang murung, takut atau bahkan depresif. Hormon ini hanya bisa dibentuk di otak. Agar bisa terbentuk, diperlukan Triptofan, asam amino yang menyusun protein. Triptopan banyak di kandung dalam keju, daging dan ikan. Tetapi kadar protein makanan tidak boleh lebih dari 20% jadi kurma, pisang dan coklat pahit bisa jadi alternatif.
Foto: Fotolia/Olaf Wandruschka
Yang Manis Membuat Senang
Makanan manis membuat senang karena gula menyebabkan tubuh bisa menyerap Triptofan. Jadi jika orang mengkombinasikan keduanya, atau misalnya memakan coklat, bisa meningkatkan kemungkinan merasa senang.
Foto: Fotolia/PhotoSG
Paling Baik dalam Karbohidrat
Gula paling baik adalah yang terkandung dalam karbohidrat. Misalnya dalam buah, pasta, kentang, juga beras. Jadi makanan kaya karbohidrat dan miskin protein bisa meningkatkan konsentrasi hormon Serotonin di otak, dan menyebabkan orang merasa lebih senang.
Foto: Fotolia/Comugnero Silvana
Asam Lemak Omega 3 Kurangi Depresi
Berdasarkan sejumlah studi ditarik kesimpulan, bahwa kurangnya konsumsi asam lemak omega 3 bisa menjadi penyebab depresi. Minyak Rapa mengandung asam lemak ini dalam kadar tinggi. Demikian halnya dengan ikan berlemak seperti Salmon dan Makerel. Dianjurkan agar orang menyantap ikan dua sampai tiga kali per minggu.
Foto: Fotolia/Printemps
Vitamin C Dukung Pembentukan Serotonin
Orang dewasa dianjurkan memakan vitamin C antara 75 sampai 150 miligram per hari. Jumlah ini sudah tercukupi jika orang meminum segelas sari jeruk atau sebuah Kiwi. Pemasok vitamin C lain yang juga sangat baik adalah paprika merah dan Brokoli.
Foto: Fotolia
Cabai dan Endorphin
Yang suka makanan pedas beruntung, karena cabai bisa mendorong orang merasa senang. Penyebabnya: jika orang kepedasan, otak akan menginterpretasikannya sebagai rasa sakit, sehingga memproduksi Endorphin dalam jumlah besar untuk menghilangkan rasa sakit. Sebagai akibatnya, orang merasa senang.
Turunkan Stres dengan Polong-Polongan
Kacang polong serta buncis termasuk polong-polongan. Kandungannya, seperti protein nabati, juga serat pangannya meningkatkan kekuatan syaraf sehingga mampu menekan stres.
Foto: picture-alliance/dpa/Stockfood
Aroma Vanili "Menyenangkan"
Vanili sebagai aroma atau jika dicampur dalam makanan tidak hanya menekan keinginan untuk memakan sesuatu yang manis, melainkan juga menimbulkan pembentukan Serotonin di otak. Oleh sebab itu baik wangi maupun rasa vanili meningkatkan perasaan positif.
Foto: Fotolia/Inga Nielsen
Mengemil Buah Kering
Buah-buahan kering, misalnya pisang atau kurma (foto), ideal bagi orang yang suka mengemil dan pada saat bersamaan ingin menciptakan perasaan hati yang positif. Sementara orang yang mudah terserang stres bisa mengambil keuntungan berupa kadar karbohidrat tinggi pada 'snack' ini.
Foto: imago/imagebroker
Rempah-Rempah Lancarkan Peredaran Darah
Rempah-rempah seperti lada dan jahe meningkatkan peredaran darah sehingga mendukung kerja semua organ tubuh dan penyaluran berbagai zat penting yang memungkinkan tubuh tetap sehat. Termasuk juga ke otak, di mana hormon Serotonin yang membuat orang merasa senang dibentuk.
Foto: Fotolia/photocrew
10 foto1 | 10
Uji klinis antidepresan untuk nyeri kronis tidak dapat diandalkan
Bekerja sama dengan Cochrane, tim Southampton meninjau 176 uji klinis melibatkan 30.000 pasien dan 27 jenis antidepresan. Hasilnya mengejutkan: uji klinis terlalu kecil dan data buruk, sehingga mereka hanya yakin tentang satu obat, duloxetine.
Iklan
Obat lain, amitriptyline, tidak lolos uji sama sekali. Padahal, amitriptyline adalah antidepresan paling umum untuk nyeri kronis di AS, Inggris, dan Jerman, dan saya sudah mengonsumsinya hampir setahun.
Jumlah peserta uji klinis untuk amitriptyline tidak cukup untuk dianggap andal.
Tapi itu tidak berarti obat ini tidak efektif. Saya pribadi mulai membaik setelah sekitar empat minggu mengonsumsinya, dan tidur saya juga lebih nyenyak. Pincus tidak terkejut:
"Kami bekerja dengan bukti dari kelompok. Kami tidak bisa memprediksi pengalaman tiap individu. Amitriptyline, jenis tricyclic antidepressant, bisa memiliki efek samping, seperti mengantuk."
Beruntung bagi saya, efek samping itu malah membantu. Namun, secara keseluruhan, peneliti menemukan efektivitas rendah dan kemungkinan efek samping tinggi, yang kurang ideal untuk menilai obat bagi banyak orang.
Makanan Pencegah Stres
Stres dan depresi sering merupakan gejala defisiensi magnesium yang berperan penting dalam metabolisme sel saraf dan regulasi 300 enzim. Konsumsi makanan kaya magnesium mencukupi kebutuhan tubuh untuk cegah depresi.
Foto: picture-alliance/dpa
Kakao dan Olahannya
Kebutuhan tiap individu kisarannya antara 300 hingga 400 miligram magnesium per hari. Asupan yang cukup akan seimbangkan aktivitas sistem saraf. Kakao memiliki kandungan magnesium sekitar 420 mg. Konsumsi produk olahnya berupa cokelat berwarna gelap mampu memenuhi 10 persen kebutuhan tubuh atas mineral ini. Keuntungan lain, kakao juga kaya unsur besi serta serat dan sumber anti oksidan
Foto: Fotolia/Rob Stark
Kacang dan Biji-Bijian
Kacang mede, kacang tanah, biji quinoa, biji almond, biji labu dan biji bunga matahari juga memiliki kandungan mineral magnesium cukup tinggi. Kacang-kacangan ini juga kaya lemak tak jenuh serta protein.
Foto: Fotolia/badmanproduction
Produk Olahan Kedelai
Kedelai juga punya kandungan magnesium tinggi. Tapi disarankan hati-hati mengkonsumsi kedelai, karena juga mengandung phytoestrogen yang bisa ganggu keseimbangan hormonal. Lebih baik mengkonsumsi produk olahannya berupa tahu, tempe atau susu kedelai yang kadar phytoestrogennya lebih rendah. Tahu dan tempe mengandung magnesium lebih tinggi ketimbang daging dan ikan.
Foto: AP
Polong-Polongan
Keluarga kacang polong, kacang merah dan sejenis kacang merah yang berwarna putih mengandung rata-rata 140 mg magnesium per 100 gram. Mineral magnesium bersama dengan vitamin D mengatur absorpsi dan penyimpanan unsure kalsium yang diperlukan untuk regulasi sel tubuh.
Foto: picture-alliance/dpa/Stockfood
Buah-Buahan Tropis
Pisang, mangga atau alpukat adalah buah-buahan yang kaya mineral magnesium. Mengkonsumsi buah-buahan secara rasional, memberikan asupan hingga 8 persen kebutuhan harian tubuh. Pisang segar hanya mengandung 30 mg magnesium sementara pisang yang dikeringkan kandungannya mencapai 110mg.
Foto: picture-alliance/dpa
Sayuran
Terutama sayuran berdaun hijau seperti bayam mengandung cukup banyak magnesium. Sayuran hijau juga mengandung vitamin yang berperan memerangi molekul pemicu peradangan yang disebut cytokine. Sayuran banyak mengandung serat yang melancarkan pencernaan.
Foto: picture-alliance/dpa
Sereal dan Padi-Padian
Gandum, beras merah, sorgum dan jelai juga mengandung mineral magnesium dalam jumlah cukup untuk memenuhi kebutuhan harian tubuh manusia. Sereal dan padi-padian juga diketahui berkhasiat sebagai anti peradangan. Dengan menyantap makanan sumber magnesium, orang tidak perlu lagi mengkonsumsi berbagai suplemen yang harganya relatif mahal. (Sumber: berbagai sumber)
Foto: Fotolia/Printemps
7 foto1 | 7
Saran terbaik untuk nyeri kronis: Hidup sepenuhnya
Bahkan duloxetine, yang terbukti mengurangi nyeri dan membantu aktivitas sehari-hari, hanya efektif dalam jangka pendek. Data tentang efek samping jangka panjang juga terbatas.
"Hasilnya menjanjikan, tapi [kurangnya informasi tentang potensi bahaya] membuat saya khawatir," kata Pincus.
Di akhir percakapan, Pincus memberi saran yang mungkin cara paling alami dibanding obat:
"Hidup sepenuhnya sejauh yang Anda bisa. Bersikap kreatif dan berani! Saat Anda melakukannya, sinapsis di otak berubah. Segala aktivitas yang membawa kegembiraan membantu menjalani hidup meski dengan nyeri kronis."
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris