Pemerintahan Merz telah sepakat untuk memperkenalkan pajak gula pada minuman ringan sebagai bagian dari reformasi layanan kesehatan Jerman. Para kritikus menyebut langkah ini bentuk campur tangan yang berlebihan.
Pungutan baru tersebut rencananya akan dikenakan pada minuman yang mengandung lebih dari lima gram gula per 100 ml.Foto: Monika Skolimowska/dpa/picture alliance
Iklan
Keputusan pemerintah Jerman untuk memberlakukan pajak pada minuman manis dalam paket reformasi kesehatan memicu perdebatan baru mengenai sejauh mana pemerintah boleh ikut campur dalam pola makan masyarakat — meskipun banyak negara di dunia telah menerapkan kebijakan serupa.
Pajak tersebut baru akan diberlakukan pada awal tahun 2028 agar produsen memiliki waktu untuk bersiap. Menurut Kementerian Kesehatan Jerman, kebijakan ini diperkirakan akan menghasilkan pemasukan sebesar €450 juta per tahun. Dana itu tidak akan dimasukkan ke anggaran negara umum, melainkan khusus dialokasikan untuk investasi di sistem layanan kesehatan.
Meskipun rincian pasti pajak tersebut belum tercantum dalam rancangan undang-undang reformasi kesehatan kementerian, panel ahli yang merilis serangkaian usulan pada bulan Maret merekomendasikan skema pajak bertingkat sebagai berikut:
Minuman dengan kandungan gula kurang dari 5 gram per 100 mililiter — bebas pajak.
Minuman dengan 5–8 gram gula per 100 ml — dikenakan pajak 26 sen euro per liter.
Minuman dengan lebih dari 8 gram gula per 100 ml — dikenakan pajak 32 sen euro per liter.
Menteri Kesehatan Jerman Nina Warken dari Partai Uni Demokrat Kristen (CDU) mengatakan bahwa ia mendukung langkah tersebut, meskipun mengakui bahwa pemerintah masih perlu membahas rinciannya — dan pada akhirnya kebijakan fiskal tetap menjadi kewenangan kementerian keuangan.
Beberapa anggota partainya sendiri telah menyuarakan kekhawatiran. Dalam konferensi CDU pada bulan Februari, terjadi perdebatan sengit mengenai isu ini, dengan banyak politisi khawatir pemerintah akan terlihat terlalu menggurui masyarakat.
Makanan Minuman Manis Kena Cukai, Apa Efeknya?
00:59
This browser does not support the video element.
Dokter dan ahli gizi mendukung
Namun bagi para dokter dan ahli gizi di Jerman, kebijakan ini dianggap cukup masuk akal. Peter Philipsborn, ketua bidang gizi kesehatan masyarakat di Universitas Bayreuth, mengatakan bahwa lebih dari 100 negara di dunia telah menerapkan pajak gula pada minuman, dan berbagai penelitian menunjukkan hasil yang positif.
Iklan
"Secara keseluruhan, bukti ilmiahnya cukup jelas bahwa pajak semacam ini mengurangi konsumsi minuman manis,” katanya kepada DW. "Dan kita tahu dari banyak penelitian lain bahwa konsumsi rutin minuman berpemanis gula menyebabkan kenaikan berat badan serta meningkatkan risiko obesitas dan penyakit terkait seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular.”
Penelitian juga menunjukkan bahwa masyarakat Jerman mengonsumsi gula dari minuman ringan lebih banyak dibanding penduduk di 10 negara berpenduduk terbesar di Eropa Barat. Menurut studi yang dirilis pada Februari oleh organisasi perlindungan konsumen Foodwatch, warga Jerman mengonsumsi hampir 26 gram gula per hari hanya dari minuman — lebih banyak daripada gula yang mereka konsumsi dari cokelat dan permen (20 gram).
Sebagai perbandingan, di Inggris, yang mulai menerapkan pajak gula bertingkat pada 2018, konsumsi gula dari minuman hanya sekitar 16 gram per hari per orang. Contoh Inggris juga menunjukkan bahwa perusahaan minuman merespons pajak tersebut bukan dengan menaikkan harga, melainkan dengan mengurangi kandungan gula dalam produk mereka. Pada 2019, jumlah gula dalam minuman ringan di Inggris turun sebesar 35%, demikian menurut Foodwatch.
Mengonsumsi terlalu banyak gula dapat menyebabkan kerusakan pada gigi, obesitas, hingga diabetes. Namun jangan khawatir, ada pemanis pengganti gula yang tidak berbahaya bagi kesehatan.
Foto: Colourbox
Pemanis selain gula
100 gram gula mengandung sekitar 400 kalori. Gula menawarkan sedikit nutrisi, justru dampaknya bisa menaikkan berat badan. Jika Anda menginginkan pemanis yang bebas kalori atau setidaknya rendah kalori, ada sejumlah alternatif berikut ini...
Foto: Colourbox
Xylitol
Xylitol mengandung 2,4 kalori setiap gramnya atau 40 persen kalori lebih sedikit dibandingkan gula biasa. Dikenal dengan sebutan gula birch, Xylitol adalah gula yang didapat dari ekstraksi jagung atau kayu birch. Pengganti gula ini diproduksi melalui proses industri murni. Tapi hati-hati jangan terlalu sering mengonsumsinya, karena xylitol bisa menyebabkan perut kembung.
Foto: picture-alliance/dpa/O. Berg
Erythritol
Erythritol merupakan gula yang sangat populer di kalangan penderita diabetes. Kehadirannya dalam bahan makanan dapat ditemukan di bawah simbol E968. Pemanis ini hampir tidak memiliki kalori dan karena tubuh tidak memiliki enzim untuk memecah Erythritol, maka sebagian besar akan langsung diserap aliran darah dan dibuang melalui urin sehingga tidak memiliki efek yang berbahaya bagi tubuh.
Foto: picture-alliance/dpa/blickwinkel/c-goemi
Gula Stevia
Dikenal dengan nama ilmiah Stevia Rebaudiana, gula nol kalori ini 300 kali lebih manis dibanding gula biasa sehingga Anda harus sangat memperhatikan takaran saat ingin mengonsumsinya. Gula stevia juga dapat menurunkan kadar gula darah.
Foto: picture-alliance/dpa/J. Kalaene
Sakarin
Sakarin merupakan salah satu jenis pemanis buatan. Pengganti gula ini juga bebas kalori dan memiliki rasa manis 300 - 400 kali lebih kuat dibanding gula biasa.
Foto: Imago/teutopress
Pisang matang
Siapa pun yang menginginkan pemanis tanpa bahan kimia, dapat menggunakan pisang matang. Cari pisang yang memiliki warna kecoklatan pada kulitnya. Pisang dapat digunakan untuk mempermanis kue dan biskuit.
Foto: Saul Loeb/AFP/Getty Images
Kurma
Kurma adalah salah satu alternatif sehat pengganti gula, dapat digunakan untuk pemanis roti. Meski rendah kalori, kurma mengandung banyak vitamin B6, zat besi, dan magnesium.
Foto: Colourbox
Sirup bit
Pemanis alami lainnya adalah sirup bit, mengandung 300 kalori per 100 gram. Pengganti gula ini memiliki nilai gizi yang jauh lebih baik dan kaya akan asam folat, magnesium, zat besi, dan kalium.
Foto: picture-alliance/dpa/O. Berg
Sirup agave
Sirup agave atau 'American Aloe Vera' mengandung campuran barley (jali) dan karamel yang ringan dan kandungan fruktosa yang sangat tinggi, sehingga jika ingin mengonsumsinya harus penuh perhitungan dan jangan berlebihan. Berbeda dengan kandungan fruktosa alami dalam buah-buahan, sirup agave yang terkandung dalam produk olahan bisa menyebabkan risiko kenaikan berat badan.
Foto: Reuters/C. Jasso
Sirup maple
Meskipun sirup maple mengandung fruktosa dan sukrosa, ia tetap lebih sehat daripada gula atau sirup agave. Sebuah studi yang dilakukan tim peneliti dari McGill University di Quebec, Kanada, menunjukkan bahwa sirup maple dapat meningkatkan efektivitas antibiotik dan mengurangi efek sampingnya.
Foto: picture-alliance/Bildagentur-online/Yay
Gula Kelapa
Jika Anda ingin merasakan manis rasa karamel, gula kelapa adalah pilihannya. Alternatif pengganti gula ini memang terbuat dari sari kelapa, namun rasanya tidak seperti kelapa. Di samping memiliki jumlah kalori yang sama dengan gula biasa, gula kelapa juga mengandung nutrisi penting seperti zink (seng), zat besi, kalsium, dan potasium.
Foto: picture-alliance/dpa
Madu
Mengandung 40% fruktosa dan 30% glukosa, madu sering dijadikan pengganti gula. Nilai gizi madu lebih besar karena terdapat komponen mineral, protein, dan vitamin, serta memiliki efek anti-bakteri dan anti-inflamasi. Tetapi harus diingat bahwa suhu di atas 40 derajat Celcius dapat menghancurkan banyak nutrisi penting di dalamnya! (Ed.: ha/ts)
12 foto1 | 12
Industri minuman tidak yakin
Namun industri makanan dan minuman tampaknya tidak terlalu yakin dengan angka-angka tersebut. Beberapa pihak menyoroti bahwa meskipun pajak gula sudah diterapkan, tingkat obesitas anak di Inggris tetap lebih tinggi dibanding Jerman.
Manon Struck-Pacyna, juru bicara Feferasi Makanan Jerman yang mewakili sekitar 250 perusahaan makanan dan minuman, mengatakan bahwa pajak gula di negara lain mungkin hanya menyebabkan masyarakat beralih mengonsumsi makanan manis lainnya.
"Inilah yang disebut efek substitusi,” katanya kepada DW. "Artinya kita menerapkan sesuatu atas nama pencegahan kesehatan, tetapi belum tentu benar-benar membawa perubahan karena tidak terbukti bahwa masyarakat menjadi lebih langsing dibanding negara lain.”
Namun belum jelas apakah efek substitusi itu benar-benar ada. Dalam pernyataan bulan April yang mendukung pajak gula, yang ditandatangani puluhan ilmuwan pangan dan organisasi kesehatan masyarakat Jerman termasuk Peter Philipsborn, disebutkan bahwa penelitian tidak menemukan bukti bahwa pajak gula menyebabkan peningkatan konsumsi makanan manis lainnya.
Persepsi kita terhadap makanan dan minuman terus berubah. Suatu saat bisa dinilai buruk, dan di saat lain dinilai memperpanjang umur. Tetapi bisa juga sebaliknya.
Foto: picture-alliance/dpa/T. Hase
Anggur Yang Kompleks
Alkohol tidak baik bagi kesehatan. Tetapi anggur merah mengandung molekul-molekul yang dianggap baik, misalnya resveratrol dan antosianin. Jadi sebaiknya diminum atau tidak? Studi epidemiologi jangka panjang menunjukkan, minum satu gelas anggur merah per hari baik, tetapi lebih dari itu bisa berbahanya.
Foto: Beboy/Fotolia
Senang Makan Biskuit Mengandung Kayu Manis?
Kayu manis bisa merugikan. Kumarin yang dikandung kayu manis bisa menyebabkan gangguan hati dan ginjal. Tapi jika Anda lihat makanan lainnya, kayu manis hanya salah satu dari banyak bahan yang bisa merugikan tubuh.
Foto: picture-alliance/dpa
Racun atau Obat?
"Kopi sebabkan kanker," atau "kopi berbahaya bagi saraf" adalah beberapa hal yang dulu biasa dikatakan orang tentang kopi. Tetapi sekarang banyak peneliti berpendapat, kopi lebih baik dari reputasinya, bahkan bisa mengurangi risiko kanker. Tapi biar bagaimanapun, tidak perlu minum sampai berlebihan.
Foto: picture-alliance/dpa/T. Hase
Mentega vs. Margarin
Beberapa tahun lalu, kita dianjurkan untuk menghindari mentega, dan hanya makan margarin. Margarin mengandung lebih sedikit lemak daripada mentega yang berasal dari susu. Tetapi banyak orang sekarang memperingatkan, margarin adalah produk tidak alamiah dan penuh kimia, yang diproduksi industri makanan.
Foto: picture-alliance/dpa
Musuh Alamiah
Dulu jika orang meninggal karena penyakit jantung dan stroke, yang disalahkan kolesterol. Karena kolesterol sumbat pembuluh darah dokter katakan itu harus dihindari sebaik mungkin. Yang termasuk makanan berbahaya adalah telur, keju dan daging. Tetapi tubuh perlu kolesterol dan bahkan memproduksinya sendiri. Sekarang biomolekul lemak tidak terlalu dianggap berbahaya, tetapi tetap jangan berlebihan.
Foto: picture-alliance/dpa
Makanan Beku
Banyak orang menghindari sayur yang dibekukan, karena beranggapan sayur yang dibekukan mengandung vitamin lebih sedikit daripada sayur segar. Tetapi sayuran beku mengandung lebih banyak gizi, karena dibekukan segera setelah dipanen, dan tidak tergeletak di rak supermarket berhari-hari sebelum dibeli konsumen.
Foto: PhotoSG - Fotolia
Ikan dan Kandungannya
Beberapa tahun lalu, dikatakan asam lemak omega 3 bisa mencegah sakit kanker, sakit jantung bahkan depresi. Sehingga pakar menganjurkan orang meminum tablet omega 3 setiap hari. Sekarang kita tahu lebih banyak lagi. Asam lemak ini memang penting bagi tubuh. Tetapi jika diminum dalam bentuk tablet tidak menguntungkan.
Foto: Fotolia/joemakev
Vitamin Berlebihan Bisa Merugikan
Vitamin penting bagi metabolisme tubuh. Jadi apa yang lebih sehat daripada menelan pil vitamin setiap hari? Terutama vitamin C dinilai bisa menjaga tubuh dari semua penyakit, termasuk flu biasa. Tetapi penjelasan ilmiahnya tidak ada. Sebenarnya, suplemen bisa merugikan. Setidaknya itu yang diketahui sekarang.
Foto: Fotolia
Apakah Susu Merugikan?
Susu mengandung kalsium, yang baik bagi tulang dan menguatkan sistem kekebalan tubuh. Itu yang kita ketahui sekarang. Tetapi studi yang dilakukan di Swedia beberapa dekade lalu menunjukkan, orang yang minum banyak susu kemungkinan tidak berumur panjang. Apa sebabnya? Belum ada yang bisa menjawab.
Tidak Semua Yang Organik Baik
Jika dikatakan bahwa sejumlah makanan mengandung zat kimia terlalu banyak, orang biasanya akan memuji makanan organik. Karena diproduksi tanpa pupuk kimia dan zat merugikan lainnya. Tetapi sejumlah studi menunjukkan, makanan organik tidak semuanya mengandung lebih banyak gizi, atau lebih baik daripada makanan non organik. Namun harganya biasanya lebih mahal.
Foto: picture-alliance/dpa
Hidup Seimbang Agar Sehat
Gaya hidup berpengaruh pada tubuh. Statistik menunjukkan, bahwa merokok, minum alkohol dalam jumlah besar dan obesitas tidak sehat. Tapi orang tidak perlu khawatir tentang laporan yang memuji satu makanan dan mengkritik lainnya. Yang penting keseimbangan. Jadi apapun yang dimakan, jangan berlebihan.
Foto: picture alliance/ZB
11 foto1 | 11
Beban bagi pelaku usaha?
Meski demikian, Struck-Pacyna berpendapat bahwa pajak gula pada akhirnya akan meningkatkan biaya bagi konsumen, setidaknya dalam jangka pendek.
"Selain pajak itu sendiri, ada juga tambahan biaya birokrasi bagi perusahaan,” katanya. "Mereka harus meninjau semua minuman dalam portofolio mereka, menghitung kandungan gula tiap produk, dan menentukan kategori pajaknya. Itu membutuhkan banyak jam kerja, dan biaya tersebut pada akhirnya akan dibebankan kepada konsumen.”
Menurutnya, hal ini terutama akan merugikan perusahaan kecil dan menengah "yang mungkin hanya memiliki satu produk andalan.” "Kalau rasa produknya tiba-tiba berubah, mereka bisa menghadapi masalah besar — bahkan bisa tersingkir dari pasar,” ujarnya.
Buschenschank: Kedai Minum Khas Austria
03:50
Pajak yang membebani masyarakat miskin?
Kritik lain yang muncul minggu ini di Jerman adalah bahwa pajak gula akan berdampak lebih besar pada rumah tangga berpenghasilan rendah, karena mereka mengalokasikan proporsi pendapatan yang lebih besar untuk makanan dan cenderung membeli lebih banyak minuman manis.
Namun Philipsborn yakin manfaat kesehatannya jauh lebih besar daripada kekhawatiran tersebut. "Secara keseluruhan, beban pajak dari pajak gula sebenarnya cukup kecil: rata-rata hanya beberapa euro per rumah tangga per tahun. Tidak terlalu signifikan,” katanya. "Yang lebih penting ketika menilai dampak sosial dari pajak bukan hanya siapa yang membayar, tetapi siapa yang mendapatkan manfaat dari pendapatan pajak itu.”
Menurutnya, masyarakat berpenghasilan rendah justru akan paling diuntungkan. Walaupun mereka mungkin membayar sedikit lebih banyak, mereka juga paling mungkin memperoleh manfaat kesehatan karena kelompok inilah yang paling rentan terhadap penyakit akibat konsumsi gula berlebih. Dengan kata lain, menurutnya pajak gula justru dapat meningkatkan kesetaraan sosial.
Meski begitu, kedua pihak sepakat bahwa pajak gula saja tidak cukup. Seperti dikatakan Philipsborn, kebijakan kesehatan masyarakat yang efektif memerlukan serangkaian langkah terpadu untuk benar-benar menurunkan angka obesitas dalam jangka panjang. Langkah tersebut termasuk menyediakan makanan yang lebih sehat di sekolah dan taman kanak-kanak, melindungi anak-anak dari iklan junk food, meningkatkan kualitas makanan di kantin tempat kerja, serta menurunkan pajak untuk makanan sehat.
Saat ini, rancangan pajak gula di Jerman masih harus melewati parlemen — di mana perdebatan politik kemungkinan besar akan terus berlanjut.
Artikel ini pertama kali ditulis dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Ayu Puirwaningsih
Editor Yuniman Farid
Minum Coca-Cola menyegarkan di hari-hari yang panas. Tapi ternyata minuman ini juga punya manfaat praktis dalam hidup sehari-hari. Berikut beberapa di antaranya.
Foto: Coca-Cola
Untuk Membersihkan Peralatan Masak
Setelah memasak, jika sisa makanan pada penggorengan sulit dibersihkan, bisa coba bersihkan dengan Coca-Cola. Caranya, tuangkan minuman itu ke dalam penggorengan, dan panaskan lagi. Alat masak itu akan lebih mudah dibersihkan. Coca-Cola juga bisa digunakan untuk membersihkan ceret untuk memasak air dan peralatan dapur lainnya.
Foto: picture-alliance/dpa
Menghilangkan Noda pada Tekstil
Coca-Cola bisa digunakan untuk menghilangkan noda pada baju atau benda dengan bahan tekstil lainnya. Misalnya noda darah maupun lemak. Tetapi jangan lupa memperhitungkan, bahwa Coca-Cola punya warna sendiri, yaitu coklat.
Foto: Fotolia/Pixelot
Untuk Memasak
Coca-Cola juga jadi tambahan menarik untuk resep makanan. Jika Coca-Cola digunakan dalam memasak steak atau memanggag, daging yag dimasak bisa jadi lebih empuk. Mencampur sedikit Coca-Cola denga kecap juga bisa memberi sekit rasa manis yang unik.
Foto: Imago/Peter Widmann
Melindungi Makanan dari Serangga
Jika Anda ingin berpiknik atau makan di luar, Coca-Cola bisa digunakan untuk menarik serangga, sehingga tidak mengganggu makanan Anda. Sebaiknya tempatkan secangkir Coca-Cola di tempat yang akan digunakan, sebelum Anda mulai menghidangkan makanan.
Foto: Fotolia/ecobo
Membersihkan Kaca Mobil
Minuman mengandung soda ini juga bisa digunakan untuk membersihkan kaca mobil, tepatnya noda yang disebabkan serangga. Basahkan sepotong lap dengan Coca-Cola, kemudian gosokkan pada kaca jendela. Tapi sebaiknya Coca-Cola tidak mengenai bagian mobil yang bercat.
Foto: picture-alliance/dpa/H. Wolfraum
Menghilangkan Karat
Untuk menghilangkan karat Coca-Cola juga bisa dicoba. Caranya: menggosokkan Coca-Cola dengan aluminium foil yang sebelumnya diremas-remas terlebih dahulu.
Foto: picture-alliance/dpa
Menghilangkan Noda Minyak pada Semen
Misalnya di garasi atau di pekarangan, kadang ditemukan noda minyak dari mobil. Untuk menghilangkanya Coca-Cola bisa digunakan. Caranya: basahkan tempat yang bernoda, dan biarkan selama beberapa jam. Setelah itu dibersihkan seperti biasa. Selain itu, Coca-Cola juga bisa digunakan untuk membersihkan ubin.
Foto: ADAC
Berguna untuk Rambut
Sudah perah mencat rambut. Jika salah mencat rambut, Coca-Cola bisa menolong untuk mengoreksi. Basahkan rambut, kemudian tuang Coca-Cola yang tak bergula ke rambut Anda. Biarkan sodanya bekerja selama beberapa menit kemudian cuci rambut seperti biasa. Catatan: ini hanya menolong rambut yang dicat untuk sementara, bukan yang dicat secara profesional.
Foto: picture-alliance/dpa/K.-J. Hildenbrand
Membersihkan Toilet
Coca-Cola juga bermanfaat untuk membersihka hal-hal lain di rumah. Antara lain membersihkan toilet. Siramkan saja Coca-Cola ke seluruh bagian dalam toilet dan tunggu sebentar. Setelah itu siram seperti biasa. Jika diperlukan bisa sambil disikat sedikit.
Foto: picture-alliance/dpa
Menambah Kesuburan Tanaman
Percaya atau tidak, Coca-Cola bisa menambah kesuburan tanaman Anda. Terutama bunga Azalea dan Gardenia. Dengan menambah sedikit Coca-Cola, tanah bisa mendapat nutrisi yang dibutuhkan. ml/ap (dari berbagai sumber)