Pakistan Kembali Gempur Afganistan, Akhiri Periode Tenang
11 Juni 2026
Pakistan melancarkan serangan udara baru ke Afganistan pada Rabu (11/06) pagi. Pemerintah Pakistan mengeklaim bahwa serangan itu menewaskan setidaknya 26 orang. Sementara itu, otoritas Taliban menyampaikan pada Rabu (11/06), serangan ini menewaskan setidaknya 13 orang, 11 di antaranya adalah anak-anak dan 14 orang lainnya terluka.
Kedua negara tersebut terlibat dalam konflik yang telah menewaskan ratusan orang sepanjang tahun ini. Berbagai perundingan yang dimediasi internasional gagal menghasilkan gencatan senjata permanen.
Pakistan targetkan infrastruktur militan
Militer Pakistan melancarkan serangan udara di tiga provinsi Afganistan, termasuk Khost, Kunar, dan Paktika, kata juru bicara utama Taliban, Zabihullah Mujahid, di platform X.
Mujahid menyebut jika serangan ini "melanggar wilayah udara Afganistan dan mengebom rumah-rumah warga sipil." Juru bicara tersebut juga mengatakan bahwa 14 orang terluka, yang semuanya adalah anak-anak dan perempuan.
Pakistan mengonfirmasi serangan ini serta menyebut bahwa mereka menargetkan tempat persembunyian dan infrastruktur militan.
"Sebagai dampak dari insiden teroris baru-baru ini di Pakistan .... serangan yang presisi dan terukur dilakukan di sepanjang wilayah perbatasan Pakistan-Afganistan yang menjadi tempat persembunyian dan tempat berlindung yang aman," kata Menteri Penerangan Pakistan, Attaullah Tarar, dalam sebuah pernyataan di X.
Tarar juga mengatakan serangan ke daerah perbatasan itu menargetkan "tempat persembunyian dan tempat berlindung yang aman bagi para pelaku dan perencana" serangan yang dilakukan oleh kelompok Taliban Pakistan dan pemberontak di wilayah Khyber Pakhtunkhwa, yang berada di barat laut Pakistan. Selain itu, Tarar juga mengatakan kalau Pakistan menargetkan pusat pelatihan dan penyimpanan amunisi kelompok militan.
Operasi kontraterorisme Pakistan ini akan terus berlanjut "dengan kekuatan penuh untuk menyapu bersih ancaman terorisme yang disponsori dan didukung pihak asing," kata Tarar.
Serangan pada hari Rabu (11/06) ini terjadi menyusul dugaan serangan militan Taliban Pakistan terhadap sebuah pos pemeriksaan keamanan di daerah Hasan Khel, provinsi Khyber Pakhtunkhwa di barat laut Pakistan, yang berbatasan dengan Afganistan.
Kementerian Dalam Negeri Pakistan mengatakan pada hari Selasa (09/06) bahwa baku tembak terjadi setelah terduga militan berusaha merebut pos keamanan tersebut, yang menewaskan enam personel Frontier Constabulary (Pasukan Penjaga Perbatasan).
Serangan di tengah upaya perdamaian konflik
Serangan terbaru dari Pakistan ini memecah periode yang relatif tenang di perbatasan Afganistan-Pakistan, setelah konflik antara kedua negara bertetangga di Asia Selatan itu meletus pada awal tahun ini. Serangan ini terjadi beberapa bulan setelah Cina menjadi tuan rumah perundingan damai antara Pakistan dan Afganistan. Beijing kemudian mengatakan bahwa kedua negara telah sepakat untuk tidak meningkatkan eskalasi konflik serta menjajaki berbagai solusi bersama.
Otoritas Pakistan menyampaikan kalau Cina dan beberapa negara sahabat lainnya masih terus mendorong kedua negara yang berkonflik untuk mencapai kesepakatan perdamaian yang berkelanjutan.
Di sisi lain, analis keamanan yang berbasis di Islamabad, Masood Khan, menggarisbawahi pentingnya dekret pemimpin Taliban Afganistan, Mullah Haibatullah Akhundzada, untuk memerintahkan Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP) menghentikan serangan terhadap Pakistan.
"Dekret tersebut harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan patuh," kata Khan.
Sebelumnya, pada bulan Februari, Islamabad menyatakan bahwa mereka berada dalam "perang terbuka" dengan Kabul. Pada bulan Maret, Pakistan melancarkan serangan udara ke Afganistan pada bulan Maret. Afganistan mengatakan bahwa serangan udara Pakistan itu menghantam sebuah pusat rehabilitasi narkoba di Kabul dan menewaskan lebih dari 400 orang. Sementara itu, Pakistan membatah jumlah korban tersebut dan menyangkal kalau Pakistan menargetkan warga sipil serta menyebut bahwa targetnya adalah sebuah gudang amunisi.
Serangan ini dilancarkan menyusul peningkatan serangan militan terhadap warga sipil dan pasukan keamanan di dalam wilayah Pakistan. Pakistan menuduh Afganistan melindungi militan yang melancarkan serangan di dalam wilayahnya. Pihak Taliban membantah tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa militansi di Pakistan adalah masalah internal.
Sebuah laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bulan lalu memperkirakan bahwa sedikitnya 372 warga sipil Afganistan telah tewas dan 397 orang terluka dalam konflik tersebut selama tiga bulan pertama tahun ini.
Editor: Rizki Nugraha