1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Parlemen Jerman Debat Konflik Tibet

as11 April 2008

Dalam perdebatan di parlemen Jerman-Bundestag Kamis (10/4), fraksi-fraksi di parlemen tidak mencapai kata sepakat menyangkut boikot olimpiade dikaitkan dengan penindasan di Tibet.

Bundestag Plenarsaal
Sidang parlemen Jerman-Bundestag di Berlin.Foto: AP

Dalam tema konflik Tibet dan aksi protes anti Cina memanfaatkan pawai obor olimpiade, dua fraksi besar di parlemen Jerman-Bundestag tetap berbeda pendapat. Fraksi Uni Kristen Demokrat menuntut sinyal tegas terhadap pemerintah di Beijing. Sementara fraksi Sosial Demokrat lebih memilih sikap menahan diri. Sementara fraksi partai Hijau dan partai Liberal-FDP yang beroposisi mendukung sikap keras partai Kristen Demokrat, fraksi partai Kiri lebih mendukung sikap menahan diri yang dianut partai Sosial Demokrat. Pembicara dari fraksi dan partai Kiri bahkan mendukung sikap pemerintah Cina dan mengritik warga Tibet.


Daftar paling atas dari tuntutan yang disepakati parlemen Jerman kepada pimpinan di Bejing adalah, agar akses ke Tibet kembali dibuka dan diusahakan dialog dengan Dalai Lama.

Menteri negara Gernot Erler mengatakan : "Pemerintah Jerman yakin, bagi peredaan ketegangan dan pemecahan konflik secara politik, selain dialog tidak ada alternativ lain."


Sementara partai Hijau di parlemen Jerman menyebutkan, pimpinan Cina telah melanggar piagam olimpiade. Karena itulah, komite olimpiade internasional sekarang ini tidak dapat mengancam para atlit dengan sanksi, jika mereka menyampaikan pendapatnya mengenai situasi hak asasi manusia.

Volker Beck dari fraksi partai Hijau menegaskan lebih lanjut :"Cina mengingkari semua janjinya berkaitan dengan olimpiade. Karena itu sikap pengecut dan mengelak dari IOC maupun komite olimpiade Jerman, merupakan aib bagi gerakan olimpiade."


Sementara partai liberal Jerman FDP, menyoroti tajam tema pelanggaran hak asasi manusia di Cina. Florian Toncar dari FDP mengritik, tema hak asasi terlalu lama dipendam. Akibatnya, obor olimpiade dijaga amat berlebihan, jauh lebih ketat dari penjagaan bank sentral di Inggris.


Terlepas dari sikap yang berbeda menyikapi konflik Tibet, mayoritas fraksi di parlemen Jerman - Bundestag menolak dilakukannya boikot olimpiade Beijing. Karena aksi boikot merupakan sinyal, bahwa dialog sudah berakhir. Opsi ini akan dibahas lagi, jika terjadi eskalasi lebih lanjut dalam tema tsb. Pembicara dari fraksi Uni Kristen Demokrat Holger Haibach juga mengingatkan, agar tema penindasan di Tibet jangan sampai tenggelam seiring dengan berakhirnya olimpiade di Bejing.

Haibach selanjutnya mengatakan : "Jika itu terjadi, ungkapan Dalai Lama bahwa warga Tibet seperti beruang Panda dalam sejarah dunia, semua menyanaginya tapi tidak ada yang melakukan sesuati bagi kami, akan menjadi kenyataan."