1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Pasukan Komando AS Serbu Wilayah Suriah

27 Oktober 2008

Akibat serangan militer AS, hari Minggu (26/10) ke desa Al Sukkariya, delapan warga sipil Suriah tewas dan 14 lainnya cedera. Demikian laporan televisi Suriah Al Dunia.

Peta lokasi wilayah Suriah yang diserang Amerika Serikat.
Peta lokasi wilayah Suriah yang diserang Amerika Serikat.Foto: DW

Pemerintah di Damaskus mengutuk serangan tersebut dan menyebutkan Amerika Serikat melakukan kejahatan perang. Suriah melaporkan empat helikopter tempur AS memasuki wilayah kedaulatannya sejauh delapan kilometer dan melancarkan serangan dari udara. Bahkan dua diantaranya mendarat, serta menurunkan sejumlah pasukan komando AS yang melancarkan serangan ke sejumlah sasaran di desa tersebut. Dengan invasi militernya itu, berarti untuk pertama kalinya AS melancarkan serangan darat langsung ke wilayah kedaulatan Suriah.

Sementara Washington belum menyampaikan tanggapan resmi atas insiden berdarah itu. Namun harian AS Los Angeles Times edisi online melaporkan, sejumlah pejabat tinggi militer di Pentagon yang diminta konfirmasinya tidak membantah berita mengenai aksi militer AS ke Suriah ini. Namun mereka juga tidak membenarkannya secara tegas. Para pejabat tinggi militer itu hanya menggunakan istilah, yang biasanya dipakai dalam serangan rahasia pasukan komando AS.

Keterangan tidak resmi dari seorang perwira militer AS di Irak menyebutkan, serangan ke desa Al Sukkariya di Suriah itu ditujukan untuk menghancurkan jaringan Al Qaida di sana. Target serangannya adalah kelompok bersenjata dari Afrika Selatan dan Timur Tengah yang memanfaatkan posisi di Suriah, untuk melakukan penyusupan ke Irak. Perwira militer AS itu juga mengatakan, pihaknya telah menuntaskan sendiri ancaman tersebut.

Hari Kamis (23/10), komandan pasukan AS di barat Irak Mayor Jenderal John Kelly mengumumkan ditingkatkannya tindakan keamanan di perbatasan ke Suriah. Pemicunya, dari kawasan tsb selalu dilakukan aksi penyusupan kelompok perlawanan ke Irak. Kelly mengatakan: “Suriah sangat problematis bagi saya. Tapi yang paling penting lagi bagi Irak, karena di sisi lain perbatasan kelihatan tidak banyak yang dilakukan untuk menjaga keamanan perbatasan dan kedulatan Irak.“

Menanggapi argumentasi dari komandan militer AS di Irak itu, juru bicara Kementrian Informasi Suriah di Damaskus, Reem Haddad, mengatakan, AS jelas-jelas melakukan tindakan hukum rimba dengan menyerbu secara ilegal wilayah kedaulatan Suriah. Pasukan AS menembaki target sipil dan menewaskan delapan pekerja bangunan, empat diantaranya masih tergolong anak-anak. Haddad lebih jauh mengatakan: “Ini merupakan sebuah pesan yang ditinggalkan AS kepada Suriah. Mungkin pesan pribadi sebagai balas dendam dari pemerintahan George W. Bush yang makin tidak populer. Tindakan apa yang akan dilakukan Suriah? Kami masih mendiksusikannya.“

Kementrian Luar Negeri Suriah juga sudah mengirimkan nota protes kepada petugas penghubung kedutaan besar AS di Damaskus, Mauro Connelly. Juga Damaskus menuding pemerintah Irak ikut bertanggung jawab atas tewasnya delapan warga sipil di desa Al Sukkariya. Menanggapi tudingan komandan militer AS di barat Irak John Kelly, yang menyebut Suriah pasif dan tidak berbuat banyak untuk menjaga perbatasannya ke Irak, juru bicara Kementrian Informasi Suriah, Reem Haddad menegaskan :“Suriah sudeh bekerja keras menambah pos pengawas di perbatasan. Amerika-lah yang justru tidak melakukan tugasnya di sisi lain perbatasan.“

Juga pihak Irak membenarkan, bahwa Suriah sudah meningkatkan tindakan keamanan di perbatasannya. Selain itu, Damaskus sudah menormalisasikan hubungan diplomatiknya dengan Bagdad, dengan kembali mengirimkan duta besarnya ke Irak setelah selama 26 tahun terakhir ini posisi itu dikosongkan. (as)