PBB Sulit Jatuhkan Sanksi Terhadap Iran
1 September 2006
Harian Bulgaria Sega yang terbit di Sofia berkomentar: Iran harus dihukum dengan cara damai.
"Dalam perang salib melawan Iran, Amerika Serikat tidak memiliki banyak pendukung. Bahkan terdapat banyak argumen perlawanan, terutama dari Rusia dan Cina serta sejumlah negara Eropa. Situasinya tambah pelik, karena saat ini AS tidak memiliki kapasitas yang mencukupi untuk melancarkan invasi militer ke Iran. Jalan keluar masih sangat jauh. Akan tetapi, langkah untuk mengurai kekusutan harus dimulai dari sekarang."
Harian Prancis yang terbit di Paris, Liberation, menulis komentar: PBB mengalami kegagalan memecahkan krisis regional.
"Tapi dalam tema senjata atom, masalahnya berbeda, karena yang terancam adalah seluruh dunia. Ketidak berdayaan PBB, terutama disebabkan politik Amerika Serikat dan negara-negara Barat. Sejauh ini, sudah delapan negara, baik secara diam-diam maupun terang-terangan, dibiarkan menjadi negara yang memiliki senjata atom. Tapi, program atom Iran sekarang dipermasalahkan: Karena program atom Iran menjadi simbol dari ideologi agresiv untuk menentang eksistensi Israel."
Sementara majalah berita Prancis L’Express yang terbit di Paris menulis komentar: Embargo terhadap Iran akan sia-sia.
"Perusahaan-perusahaan di Asia, tidak akan menghormati embargo terhadap Iran gara-gara sengketa program atomnya. Perusahaan perminyakan Cina, Sinopec, saat ini sedang merundingkan kerjasama pengilangan minyak. Sementara Jepang memenuhi 14 persen kebutuhan minyaknya dari Iran. Sementara Prancis, Spanyol dan Italia, yang juga tergantung dari minyak Iran, tidak memiliki pilihan, selain melakukan sanksi sepihak secara terbatas, untuk mencegah boikot minyak dari Teheran. Semakin terlihat, betapa lemahnya posisi negara-negara ini untuk melancarkan tekanan terhadap Iran."
Sementara harian Austria Salzburger Nachrichten yang terbit di Salzburg berkomentar: Iran berusaha memecah PBB.
"Teheran membuat kalkulasi akibat ketidak sepakatan di Dewan Keamanan, tidak akan dapat dijatuhkan sanksi dalam waktu cepat. Seluruh siasat dari pimpinan di Teheran memiliki sasaran untuk memecah PBB. Tapi sekarang yang lebih sulit lagi adalah tugas Menlu AS Condoleezza Rice untuk tetap membina hubungan baik dengan mitra koalisinya."