Seorang pria menembak empat orang dan melukai beberapa lainnya dalam insiden penembakan di sebuah gereja di Michigan, AS. Pelaku kemudian tewas dalam baku tembak dengan polisi.
Api terlihat selama beberapa jam sebelum akhirnya berhasil dipadamkan Foto: Julie J/AP Photo/picture alliance
Iklan
Seorang pria bersenjata menewaskan empat orang dan melukai delapan orang lainnya setelah menabrakkan mobilnya ke Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir (Church of Jesus Christ of Latter-day Saints) di Grand Blanc Township, Michigan, Amerika Serikat (AS) pada Minggu (28/09).
Ia lalu menembaki jemaat dengan senapan serbu dan membakar gedung gereja sebelum tewas dalam baku tembak dengan polisi.
Seperti apa kronologinya?
Pelaku teridentifikasi sebagai Thomas Jacob Sanford (40), mantan marinir AS dan veteran Irak asal Kota Burton. Polisi mengatakan ratusan jemaat berada di dalam saat ia menyerang. Dua korban tewas akibat tembakan, sementara dua korban lainnya ditemukan di reruntuhan gereja yang hangus.
Kepolisian menyebut Sanford sengaja membakar gedung, dan beberapa bahan peledak ditemukan. FBI kini memimpin penyelidikan dan menganggap insiden ini sebagai “tindakan kekerasan yang ditargetkan.”
Dua petugas kepolisian tiba di lokasi hanya 30 detik setelah menerima panggilan darurat dan langsung terlibat baku tembak dengan pelaku, yang akhirnya tewas di tempat.
“Kami sangat berterima kasih atas limpahan doa dan kepedulian dari begitu banyak orang di seluruh dunia,” tulis gereja tersebut di X.
Serangan ini terjadi kurang dari 14 jam setelah penembakan lain oleh veteran marinir di North Carolina yang menewaskan tiga orang. Hanya beberapa jam kemudian, penembakan juga terjadi di kasino Texas, menewaskan dua orang.
Rekam Kasus Penembakan Massal di AS
Aksi penembakan di Sekolah Dasar di Texas yang menewaskan 19 anak sekolah dan dua guru menjadi catatan buruk terakhir dalam rangkaian peristiwa penembakan massal di AS.
Foto: Reuters
Uvalde, Texas 2022
Seorang remaja pria berusia 18 tahun menembak mati sedikitnya 19 anak sekolah dan dua guru setelah menyerbu sebuah sekolah dasar di Texas pada 24 Mei 2022. Inilah serangan terbaru dari rangkaian pembunuhan massal di Amerika Serikat dan merupakan aksi penembakan sekolah terburuk di negara itu dalam hampir satu dekade.
Foto: Marco Bello/REUTERS
Buffalo, New York 2022
10 orang tewas ketika seorang pelaku menembakkan senjata di sebuah supermarket di New York pada 15 Mei 2022. Tiga orang lainnya luka-luka.
Foto: Scott Olson/Getty Images
Oxford Township, Michigan 2021
Seorang remaja pria berusia 15 tahun melakukan penembakan di sebuah sekolah di negara bagian Michigan pada 30 November 2021 dan menewaskan tiga pelajar.
Foto: Todd McInturf/AP Photo/picture alliance
Las Vegas, Nevada 2017
Penembakan yang terjadi pada 1 Oktober 2017 saat konser musik berlangsung di Las Vegas dilaporkan menyebabkan sedikitnya 58 orang meregang nyawa dan lebih dari 400 lainnya terluka.
Foto: Getty Images/D. Becker
Orlando, Florida 2016
Akhir pekan pada pertengahan bulan Juni 2016 menjadi saat paling mencekam bagi para pengunjung kelab malam gay Pulse Orlando, saat Omar Mateen mengarahkan senjata AR-15. Pria yang mengaku kepada 911 sebagai simpatisan ISIS tersebut membunuh 50 orang dan menyebabkan 53 lainnya terluka. Omar Mateen tewas saat baku tembak dengan polisi terjadi.
Foto: Reuters/C. Allegri
San Bernardino, California 2015
Insiden penembakan pada awal Desember 2015 itu terjadi di Inland Regional Center. Saat kejadian ada lebih dari ratusan orang di dalam gedung. Sebanyak 14 orang tewas dan 18 lainnya terluka di tangan pasangan suami istri berlatar belakang Pakistan, Syed Rizwan Farook dan Tashfeen Malik.
Foto: Getty Images/D. McNew
Sandy Hook, Connecticut 2012
Sebanyak 27 orang tewas dalam insiden penembakan di SD Sandy Hook di Newtown, Connecticut, 20 diantaranya anak-anak. Tersangka bernama Adam Lanza (20 tahun) terlebih dulu membunuh ibunya, guru TK di Sandy Hook.
Foto: Reuters
Aurora, Colorado 2012
Seorang pria melepaskan tembakan saat pemutaran perdana tengah malam film The Dark Knight Rises di sebuah bioskop di Colorado. Insiden ini menewaskan 12 orang dan melukai 58 lainnya. Pelaku diketahui bernama James Holmes, pemuda putus kuliah yang berusia 24 tahun. Kasus ini memicu perdebatan kontroversial mengenai kepemilikan senjata api di Amerika.
Foto: picture-alliance/dpa
Binghamton, New York 2009
Seorang pria bersenjata menyandera sedikitnya 40 orang di pusat imigrasi di Binghamton, New York, sebelum akhirnya membunuh 13 orang sanderaannya. Pelaku bernama Jiverly Voong (41 tahun) menembak dirinya ketika dikepung aparat keamanan.
Foto: AP
Virginia Tech, Virginia 2007
Mahasiswa asal Korea Selatan, Cho Seung-Hui, adalah pelaku penembakan di ruang kuliah Insitut Politeknik dan Universitas Negeri Virginia. Sebelum melakukan penembakan di ruang kelas, pelaku menembak dua mahasiswa di asrama kampus. Sebanyak 32 orang termasuk pelaku dan seorang mahasiwa asal Indonesia, Partahi Lumbantoruan menjadi korban tewas. (ts/vlz/hp/ha)
Foto: AP
10 foto1 | 10
Insiden penembakan masal ketiga dalam 24 jam
Seorang saksi bernama Paula mengatakan kepada stasiun televisi WXYZ bahwa ia mendengar "ledakan besar” saat pelaku menyerang Gereja Mormon di Grand Blanc, Michigan. Ia kehilangan beberapa teman dan murid sekolah Minggu yang ia ajar.
Serangan ini juga merupakan yang ketiga dalam waktu kurang dari 24 jam, setelah insiden di North Carolina dan kasino di Texas yang menewaskan sedikitnya dua orang.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Iryanda Mardanuz dan Adelia Dinda Sani