Fauja Singh, diyakini sebagai sentenarian pertama yang berhasil menyelesaikan maraton, meninggal di usia 114 tahun akibat tertabrak mobil. Ia mulai berlari di usia 89 tahun untuk mengatasi depresi dan kesedihan.
Fauja Singh, yang mengklaim lahir pada tahun 1911, mencuri perhatian dunia ketika berhasil menyelesaikan Toronto Waterfront Marathon sejauh 42,2 km pada tahun 2011.Foto: Sam Tsang/SCMP/Newscom/IMAGO
Iklan
Fauja Singh, atlet kelahiran India berkewarganegaraan Inggris yang diyakini sebagai pelari maraton tertua di dunia, meninggal dunia pada usia 114 tahun setelah tertabrak mobil dalam insiden tabrak lari di desa kelahirannya di Punjab, India.
Singh, yang mengklaim lahir pada tahun 1911, mencuri perhatian dunia ketika berhasil menyelesaikan Toronto Waterfront Marathon sejauh 42,2 km pada tahun 2011. Capaian itu menjadikannya sebagai sentenarian (orang yang berusia seratus tahun atau lebih) pertama yang mampu menyelesaikan lari maraton.
Fauja Singh menyelesaikan Toronto Waterfront Marathon 2011 di usia 100 tahun.Foto: Scotiabank Toronto/AFP
Dijuluki "Turbaned Tornado”
"'Turbaned Tornado'-ku telah tiada," tulis Khushwant Singh, penulis biografi Fauja, dalam sebuah unggahan di platform X pada Senin (14/07).
Iklan
"Ia ditabrak kendaraan yang tidak dikenal sekitar pukul 15.30 sore hari ini di desanya, Beas Pind, saat sedang menyeberang jalan. Beristirahatlah dengan tenang, Fauja tersayang," tulisnya.
Desa Beas Pind terletak dekat kota Jalandhar di negara bagian Punjab, India bagian barat.
Perdana Menteri India, Narendra Modi, turut menyampaikan belasungkawanya melalui akun X.
"Ia adalah atlet luar biasa dengan tekad yang mengagumkan. Saya sangat sedih atas kepergiannya. Doa dan pikiran saya bersama keluarganya serta para pengagumnya di seluruh dunia."
Pihak kepolisian mengatakan kepada media lokal bahwa mereka masih berupaya mengidentifikasi kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.
Fauja Singh dilaporkan mengalami luka parah di bagian kepala dan akhirnya meninggal dunia di rumah sakit akibat cedera tersebut.
Apa Resep Manusia Tertua Sejagad Asal Indonesia Ini?
Mbah Gotho, manusia yang diduga tertua sejagad asal Sragen ini meninggal 30 April 2017 setelah melewati usia ke-146. Resep panjang umurnya? Kesabaran dan menerima takdir apa adanya.
Foto: picture-alliance/dpa/A.Lutfi
Hip…hip hura….
Lilin dalam bentuk angka 146 sebagai lambang usia, berdiri tegak di atas kue ulang tahun. Sederhana, penuh kehangatan menyelimuti hari jadi Saparman Sodimedjo, yang lebih "ngetop" dengan sebutan Mbah Gotho. Diduga, pria asal Sragen ini merupakan manusia tertua sejagad.
Foto: picture alliance/abaca
Panjang Umur
Mbah Gotho memasuki usia 146 tahun pada penghujung 2016. Saparman, begitu nama aslinya, seperti tertera di KTP, terlahir 31 Desember 1870. Ia piawai dalam berenang dan jago menangkap ikan di sungai tanpa bantuan alat apa pun.
Foto: picture-alliance/dpa/D.Husni
Merayakan Kehidupan
Cucu dan cicitnya merayakan ulang tahunnya pada tanggal 31 Desember 2016. Lagu Selamat Ulang tahun ditutup dengan tiup lilin serta doa agar yang berulang tahun panjang usia.
Foto: picture-alliance/dpa/D.Husni
Resepnya: Kesabaran
Resep bisa berumur panjang menurutnya adalah: kesabaran dan menerima takdir. Dari 10 orang bersaudara, Mbah Gotho adalah anggota keluarga yang memiliki umur paling panjang.
Foto: picture-alliance/dpa/D.Husni
Menyusul Anak Istri
Menurut kisah yang diutarakan Mbah Gotho, ia telah menikah sebanyak empat kali. Keempat istrinya pun sudah meninggal dunia. Salah satu keinginan terbesar yang sekarang dimilikinya adalah bisa menyusul anak istrinya.
Foto: picture-alliance/dpa/A.Lutfi
Belum Bisa Masuk Rekor Dunia
Meskipun pemerintah Indonesia telah mengakui keaslian dokumen kependudukannya, tetapi masih diperlukan verifikasi pihak ketiga yang independen agar Mbah Gotho bisa memegang rekor Guinness World Record.
Foto: picture-alliance/dpa/D.Roszandi
Pemda Mengakuinya
Pemerintah Kota Sragen telah mengkonfirmasi bahwa usia Mbah Gotho memang sesuai dengan yang tertera di KTP-nya. Namun begitu, sejauh belum ada verifikasi pihak independen, nama Mbah Gotho belum bisa dimasukkan dalam buku rekor dunia.
Foto: picture-alliance/dpa/D.Roszandi
Rekor Resmi Masih Dipegang Perempuan Perancis
Jika usianya terbukti secara resmi, Mbah Gotho akan melampui usia yang menurut rekor resmi dipegang oleh Jeanne Calment dari Perancis, yang meninggal di tahun 1997 dalam usia 122 tahun.
Foto: REUTERS/File Photo/J.-P. Pelisser
Tak Ada Dokumen Resmi
Sebelum Mbah Gotho dan Calment, sebelumnya pernah beberapa orang mengaku telah memecahkan rekor usia yang dipegang Jeanne Calment. Misalnya James Olofintuyi dari Nigeria yang mengatakan dirinya berusia 171 tahun, dan Dhaqabo Ebba asal Ethiopia yang mengklaim berusia 163 tahun. Namun karena tidak memiliki dokumen yang bisa diverifikasi, maka gelar tertua di dunia tidak bisa diberikan kepada mereka
Foto: picture-alliance/dpa/D.Husni
Di Sebuah Gubug di Bolivia
Seorang pria bernama Carmelo Flores Laura juga diklaim menjadi pria tertua. Ia tinggal di sebuah gubuk di Bolivia. Ayah dari tiga anak ini berbagi rahasia, dirinya sanggup bertahan hidup lama dalam sebuah gubuk, dengan cara memakan daging rubah, menghindari gula dan pasta. Dokumen Bolivia menunjukkan ia lahir tahun 1890.
Foto: Aizar Raldes/AFP/Getty Images
Ada Lagi Yang Tertua dari India
Seorang biksu di India, Swami Sivananda, juga dilaporkan sebagai salah satu manusia tertua sejagad. Ia mengaku tak pernah berhubungan seksual dan makan yang berbumbu pedas sepanjang hidupnya. Lahir pada 18 Agustus 1896, sang biksu meninggal dunia tahun 2013 di usianya yang ke 116.
Foto: Getty Images/AFP/D. Sarkar
Pria Tertua Yang Telah Diverifikasi
Jiroemon Kimura tercatat dalam buku rekor dunia. Pria Jepang yang lahir di tahun 1897, meninggal tahun 2013 di usia 116 tahun. Ia merasa bisa panjang umur karena belajar bahasa baru dan rajin berada di luar rumah. Editor: ap/ml
Foto: picture-alliance/dpa
12 foto1 | 12
Berlari untuk melawan kesedihan
Singh mulai mengikuti maraton pada usia 89 tahun sebagai upaya untuk mengatasi kesedihan mendalam, setelah istri dan salah satu anaknya meninggal dalam waktu yang berdekatan di India.
Setelah itu, Singh pindah ke London untuk tinggal bersama anak bungsunya. Di sana, ia mulai mengikuti berbagai acara lari yang diselenggarakan oleh komunitas Sikh, sebelum akhirnya memutuskan untuk menekuni dunia maraton.
Ia pertama kali mengikuti London Marathon pada tahun 2000, dan kemudian mengikuti delapan maraton lainnya. Catatan waktu terbaiknya diraih pada Toronto Maraton tahun 2003 dengan waktu 5 jam 40 menit.
Lomba kompetitif terakhirnya adalah pada tahun 2013, saat ia berusia 101 tahun. Ia menyelesaikan lomba 10 kilometer di Hong Kong Marathon dengan catatan waktu 1 jam 32 menit 28 detik.
Setahun sebelumnya, ia juga menjadi pembawa obor dalam Olimpiade London 2012.
Fauja Singh mengikuti ajang lari terakhirnya dalam Hong Kong Marathon 2013Foto: Kin Cheung/AP/picture alliance
Rekornya tak diakui Guinness
Meskipun berhasil menyelesaikan Toronto Marathon pada usia 100 tahun, pencapaian tersebut tidak diakui oleh Guiness World Records karena Singh tidak memliki akta kelahiran resmi yang dapat membuktikan usianya. Meski begitu, paspor Inggris miliknya mencantumkan tanggal lahir 1 April 1911.
Pejabat pemerintah India menyatakan dalam surat resmi bahwa India memang tidak menyimpan catatan kelahiran pada tahun 1911.
Setelah pensiun dari dunia lari, Singh menyatakan harapannya agar "orang-orang tetap mengingat dirinya.” Ia juga menyatakan bahwa tetap ingin diundang ke acara lari, "bukan melupakan saya begitu saja hanya karena saya sudah tidak berlari lagi.”
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris