Pengadilan Benarkan Pemecatan Karena Menghina Rekan Kerja
25 Agustus 2023
Pengadilan federal Jerman membenarkan legalitas pemecatan terhadap seorang pegawai maskapai penerbangan. Dia diberhentikan karena menyebar konten yang mengolok-olok rekan kerja dan atasan di grup WhatsApp.
Pengadilan Tenaga Kerja Federal Jerman di ErfurtFoto: arifoto UG/dpa/picture alliance
Iklan
Pengadilan Tenaga Kerja Jerman menolak gugatan bekas pegawai maskapai TUIfly yang dipecat karena membagian konten tersebut dengan teman dan dua saudara kandung yang juga bekerja untuk perusahaan yang sama.
Pada Jumat (25/8) pengadilan mencatat, begaimana para penghuni grup saling melontarkan "hinaan kasar” terhadap satu sama lain, termasuk terhadap orang lain.
Majelis hakim menilai, hak atas kerahasiaan pribadi hanya berlaku untuk kasus istimewa, bukan untuk melindungi hinaan atau ujaran rasis. Jika konten tersebut bocor ke publik, perusahaan berhak memecat pegawai yang bersangkutan.
"Apakah grup chat adalah sebuah benteng, di mana semuanya legal dan tidak punya konsekuensi hukum?," tanya Ketua Majelis Hakim, Ulrich Koch, selama persidangan. "Internet bukan wilayah tak berhukum," kata kuasa hukum TUIfly.
Kasus ini menandakan putusan pertama Pengadilan Tenaga Kerja tentang apakah percakapan di dalam grup WhatsApp atau aplikasi sejenis dilindungi kerhasiaan pribadi.
Celaan tidak manusiawi dan pemecatan
Grup WhatsApp, yang diperkarakan oleh TUIfly, diklaim sudah aktif sejak beberapa tahun. Konten yang disebar kebanyakan bersifat menghina, rasis, tidak manusiawi, seksis dan bahkan ajakan untuk melakukan tindak kekerasan, seperti "memukul orang di bagian wajah.”
Profesi yang Dicari di Jerman
Jerman kekurangan tenaga kerja di sektor-sektor tertentu. Sehingga kini Jerman berusaha rekrut dari negara-negara di luar Uni Eropa. Pemerintah dan para pemimpin bisnis sudah capai kesepakatan. Berikut enam di antaranya.
Foto: imago/Westend61
Pekerja bidang metalurgi
Untuk menambah pekerja di bidang ini, pemerintah membuat rencana untuk mengurangi birokrasi sehingga Jerman tampak lebih menarik bagi pekerja dari luar negeri.
Foto: Imago Images/photothek/T. Trutschel
Insinyur bidang listrik
Selain itu, para pemimpin bisnis juga setuju akan membantu para pekerja yang datang dari luar negeri untuk bisa berbahasa Jerman, mencari tempat tinggal yang sesuai, dan membantu melalui sulitnya birokrasi.
Foto: picture-alliance/dpa/J. Stratenschulte
Perawat di rumah sakit
Pekerjaan ini kerap melibatkan tekanan tinggi terhadap pekerja, ditambah lagi stres karena mengurus orang sakit. Dalam kesepakatan yang dicapai pemerintah Jerman dan para pemimpin bisnis, pekerja dari luar negeri juga akan mendapat kemudahan mengurus izin tinggal di Jerman serta dapat segera mulai bekerja.
Foto: picture-alliance/dpa/D. Karmann
Perawat lanjut usia
Seperti halnya perawat orang sakit, perawat lansia juga kerap mengalami stres berat, apalagi jika orang lanjut usia yang diurus juga menderita sakit. Untuk mempermudah pekerja yang berminat datang dan mulai bekerja di Jerman, kualifikasi dari negara lain akan mendapat pengakuan lebih mudah.
Foto: picture-alliance/dpa/C. Charisius
Ilmuwan komputer
Ilmuwan bidang komputer dan pengembang piranti lunak juga termasuk profesi yang jumlahnya sedikit di Jerman. Menteri Perekonomian Jerman, Peter Altmaier mengatakan, perekonomian Jerman bisa lebih berkembang lagi, jika punya lebih banyak pekerja yang handal di bidangnya.
Foto: picture-alliance/dpa/Bildfunk/C. Gateau
Juru masak
Ternyata Jerman juga kekurangan juru masak handal. Untuk menutupi kekurangan di bidang ini dan bidang-bidang lain, pemerintah sudah berusaha untuk menarik pekerja berkualifikasi antara lain dari Meksiko, Filipina, Brazil, India, serta Vietnam. (Sumber: AFP, dpa, AP; Ed.: ml/rap)
Foto: imago/Westend61
6 foto1 | 6
Sejumlah konten lain menyebut betapa "para Covidiot” sudah selayaknya "dimasukkan ke kamar gas.”
Ketika penggalan percakapan tersebut terunggah di media sosial, manajemen perusahaan buru-buru memberhentikan pegawai yang bersangkutan.
Ketika gugatan dilayangkan, pengadilan di tingkat pertama membenarkan bahwa percakapan di dalam grup pribadi dilindungi hak atas kerahasiaan pribadi.
Namun putusan itu dibatalkan pengadilan federal, karena menilai jumlah anggota grup dan jenis konten yang disebar sudah tidak lagi bisa dikategorikan sebagai ranah pribadi.