Pemeriksaan perbatasan mulai kembali dijalankan di Eropa. Kenapa ada kebijakan kontrol di kawasan Schengen yang dikenal sebagai zona bebas perjalanan tersebut?
Polandia adalah anggota Uni Eropa yang kini juga menerapkan pemeriksaan perbatasan menyusul langkah serupa dari negara anggota lainnya.Foto: Lisi Niesner/REUTERS
Iklan
Polandia melakukan pemeriksaan di 52 titik perbatasan dengan Jerman dan Lituania mulai awal Juli 2025. Kebijakan semacam ini bukan kali pertama bagi negara-negara penandatangan kesepakatan Schengen.
Langkah pemeriksaan perbatasan biasanya dibenarkan sebagai upaya untuk membatasi migrasi tidak terkontrol, memerangi penyelundupan manusia, atau menangani masalah keamanan nasional.
Namun, bagi banyak pengamat, ini mungkin salah satu tanda paling jelas bahwa kawasan perjalanan tanpa batas di Uni Eropa (UE) yang dianggap sebagai simbol integrasi dan identitas bersama, mendapat tekanan yang semakin berat.
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menyebutkan, pemeriksaan ini bersifat sementara dan bertujuan menghentikan perdagangan manusia dan migrasi tidak tekontrolr. Namun langkah tersebut muncul beberapa pekan setelah Jerman, di bawah pemerintahan konservatif baru Kanselir Friedrich Merz, meningkatkan pemeriksaan di sepanjang semua perbatasan daratnya, termasuk dengan Polandia.
Bagi banyak pengamat di Brussel, langkah saling membalas ini mencerminkan pergeseran yang lebih dalam, dari solidaritas Eropa menuju kepentingan nasional masing-masing negara.
Jerman mulai melakukan pemeriksaan perbatasan Foto: Monika Stefanek/DW
Sejarah Schengen
Dibentuk pada 1990-an, Kawasan Schengen memungkinkan perjalanan bebas paspor di 29 negara Eropa, mencakup sebagian besar UE ditambah beberapa negara non-anggota seperti Norwegia dan Swiss.
Sistem ini memfasilitasi pergerakan bebas lebih dari 450 juta orang, dan menjadi fondasi pasar tunggal Eropa dengan menghapus pemeriksaan perbatasan internal untuk barang, jasa, dan tenaga kerja. Bagi pelaku usaha, pekerja lintas batas, dan wisatawan, kesepakatan Schengen merupakan salah satu pencapaian paling praktis UE.
Dalam wawancara dengan DW, Birte Nienaber, Profesor Madya dari University of Luxemburg, menekankan, Eropa sedang menyaksikan pengikisan perlahan terhadap kebebasan perbatasan, satu demi satu.
Inilah 16 Negara Bagian Jerman
Sejak berakhirnya Perang Dunia II, negara-negara bagian di Jerman dibentuk secara bertahap. Untuk mengenal lebih dekat Jerman, kami ajak Anda untuk mengunjungi seluruh negara bagian Jerman.
Bayern
Negara bagian berpopulasi 12,5 juta warga dengan ibukota München ini jadi tujuan wisata paling populer di Jerman. Setiap tahunnya 7,5 juta wisatawan asing berkunjung ke sini. Pemandangannya amat indah dan pesta bir Oktoberfest, pakaian tradisional serta makanan khasnya terkenal ke seluruh dunia. Jangan lupa, juga ada kesebelasan Bayern München yang jadi salah satu klub sepakbola top dunia.
Baden-Württemberg
Negara bagian berpopulasi 10,7 juta warga dengan ibukota Stuttgart ini terkenal dengan motonya: kami bisa mengerjakan segala hal. Tradisi kecakapan memproduksi barangnya terkenal bermutu tinggi, contohnya pabrik mobil Mercedes dan Porsche berada di sini. Lanskapnya indah dan kulinernya lezat.
Berlin
Ada tiga negara bagian berbentuk kota, salah satunya Berlin yang sejak reunifikasi kota yang dulunya terbagi dua oleh Tembok Berlin itu kembali jadi ibukota Jerman. Kota metropolitan berpopulasi 3,4 juta warga ini terus berubah dan berdenyut seiring perkembangan zaman, dan ini pulalah yang menarik kedatangan banyak wisatawan asing.
Hamburg
Juga ini negara bagian berbentuk kota. Hamburg dengan populasi 1,7 juta jiwa terkenal dengan kebebasannya, juga di bidang seni, budaya serta seksualitas. Kota "Hansa" dengan pelabuhan ekspor impor terbesar yang berlokasi di tepi sungai Elbe ini juga menjadi pintu gerbang Jerman ke seluruh dunia.
Bremen
Kota negara bagian terkecil di Jerman ini berpenduduk 664.000 jiwa. Sejak lama Bremen dan Bremerhaven dua kota kembar ini terkenal untuk transaksi tembakau dari seluruh dunia, termasuk dari Indonesia. Warga Bremen terkenal amat terbuka dengan tradisi perdagangan sejak abad pertengahan.
Niedersachsen
Sedikit kota banyak pemandangan. Begitu menggambarkan negara bagian berpenduduk 8 juta jiwa dengan ibukotanya Hannover ini. Obyek wisata terkemuka adalah kawasan "Watt" yakni laut pasang surut di utara yang membentang hingga ke perbatasan Belanda serta kawasan pegunungan di daerah aliran sungai Weser.
Nordrhein-Westfalen
Negara bagian ini berpopulasi terbesar di seluruh Jerman dengan 18 juta warganya yang terkenal optimis dan riang gembira dengan karnaval tahunannya. Dulunya ini jadi kawasan industri besi dan baja serta pusat penambangan batubara Jerman. Kota terbesar adalah Köln yang berpenduduk 1 juta, tapi ibukotanya adalah Düsseldorf.
Rheinland-Pfalz
Terkenal dengan hamparan kebun anggur dan produksi minuman anggur, kawasan hutan serta lokasi wisatanya. Alamnya indah dan diolah tangan manusia, menjadikan kawasan di pinggiran sungai Rhein dan Mosel ini kawasan wisata alam nan cantik diwarnai kulinernya yang lezat. Negara bagian berpopulasi 4 juta jiwa ini ibukotanya adalah Mainz.
Hessen
Terkenal dengan lanskapnya dari dongeng Grimm bersaudara. Kota paling terkenal adalah Frankfurt am Main dengan kawasan perbankan-nya termasuk Bank Sentral Eropa serta bandara internasional tersibuk se Eropa. Negara bagian berpenduduk 6,1 juta jiwa ini ibukotanya adalah Wiesbaden.
Saarland
Inilah negara bagian terkecil berpenduduk 1.4 juta jiwa dengan ibukota Saarbrücken. Lokasinya di perbatasan Peranci dan Luxemburg menjadikan negara bagian ini memancarkan aura perasaan kehidupan Eropa.
Schleswig-Holstein
Berpopulasi 2,8 juta jiwa dan berada diantara Laut Utara dan Laut Baltik dengan karisma maritim dan udara laut yang segar dan sehat, menarik banyak wisatawan datang menikmati pesisir, pulau dan pelabuhannya. Ibukotanya, Kiel terkenal dengan event olahraga lomba kapal layar yang mendunia.
Mecklenburg-Vorpommern
Bekas negara bagian Jerman Timur ini juga terkenal dengan wisata pesisirnya di Laut Baltik. Dulu terkenal dengan industri galangan kapalnya. Populasinya 1,7 juta jiwa dengan ibukota Schwerin.
Brandenburg
Berlokasi diantara Mecklenburg-Vorpommern dan Berlin, negara bagian baru bekas Jerman Timur ini menawarkan jeda dari turbulensi perkotaan dengan alamnya yang kaya hutan. Populasinya 2,5 juta jiwa, ibukotanya Potsdam juga terkenal dengan istana dan danaunya yang megah dan indah permai.
Sachsen
Berlokasi di bagian paling timur Jerman, negara bagian bekas Jerman Timur dengan ibukotanya Dresden ini menawarkan kekayaan budaya bergaya barok serta lanskap yang dijuluki Swissnya Sachsen. Tapi lebih banyak lagi lokasi wisata menarik di negara bagian baru ini.
Sachsen-Anhalt
Negara bagian baru bekasa Jerman Timur ini terkenal dengan lanskap dan kebun rayanya yang termasuk warisan budaya UNESCO seperti Wörlitz-Dessau yang berasal dari abad ke 18. Juga ada mahakarya arsitektur modern Bauhaus dari arsitek legendaris Walter Gropius. Dengan ibukotanya Magdeburg negara bagian ini berpopulasi 2,4 juta orang.
Thüringen
Dijuluki jantung hijau dan titik pusatnya Jerman, negara bagian baru bekas Jerman Timur ini terkenal dengan para pemikir besarnya, seperti Luther, Schiller und Goethe. Negara bagian berpopulasi 2,3 juta ini ibukotanya adalah Erfurt.
16 foto1 | 16
Efek domino
Davide Colombi, peneliti migrasi di Pusat Studi Kebijakan Eropa (Centre of European Policy Studies/CEPS), mengamini pernyataan itu, dan menyebut sengketa perbatasa Polandia dan Jerman terbaru ini, selaras dengan pola Eropa secara keseluruhan.
Prancis mempertahankan pemeriksaan perbatasan sejak serangan teroris 2015. Sementara, Austria pertama kali menerapkan kontrol di perbatasan dengan Slovenia dan Hungaria pada September 2015, saat puncak krisis pengungsi, dan sejak itu telah memperpanjangnya setiap enam bulan, dengan alasan tekanan migrasi dan keamanan internal.
Slovenia memberlakukan pemeriksaan di perbatasan dengan Kroasia kurang dari setahun setelah negara itu bergabung dengan Schengen. Alasan Slovenia, peningkatan migrasi dan kekhawatiran atas kejahatan terorganisir.
Sementara Jerman, yang lama menolak mengetatkan perbatasan internalnya, mulai memperluas kontrol perbatasan pada musim gugur 2024. Sebuah langkah yang sejauh ini belum ditentang secara resmi oleh Komisi Eropa.
"Kontrol perbatasan ini murni simbol politik, tanpa efek nyata dalam membatasi migrasi," kata Profesor Nienaber.
Dia menekankan, seiring dengan kebangkitan kekuatan sayap kanan di Eropa, narasi populis merambah ke semua partai. Para pemimpin kelompok tengah, kini menghadapi tekanan untuk menunjukkan "ketegasan" dalam isu migrasi. Oleh karena itu, pemeriksaan perbatasan adalah langkah kasatmata yang populer di mata publik.
Eropa Mulai Tutup Pintu Perbatasan Bagi Pengungsi
Jerman yang paling ramah terima pengungsi kini kewalahan dan terapkan lagi pemeriksaan ketat di perbatasan, Hungaria dan Serbia pasang pagar kawat berduri. Sementara Austria dan Denmark terapkan buka tutup perbatasan.
Foto: picture-alliance/dpa/R. Guz
Kroasia Tutup Perbatasan ke Serbia
Kroasia yang juga kewalahan menahan serbuan pengungsi dari Suriah, Irak, Afghanistan dan negara Afrika, menutup tujuh dari delapan pintu perbatasannya ke Serbia. Pemerintah di Beograd memptotes tindakan itu, karena kini ribuan pengungsi terdampar di Serbia. Pelan tapi pasti, Eropa kini mulai memasang tirai besi untuk menahan arus pengungsi.
Foto: Reuters/A. Bronic
Pagar Kawat Berduri di Hongaria
Hongaria memasang pagar kawat berduri untuk menutup perbatasannya ke Kroasia sepanjang 41 Kilometer. Sebelumnya Hongaria juga sudah memasang pembatas pagar kawat berduri untuk menutup perbatasan ke Serbia. Akibat penutupan perbatasan itu gelombang pengungsi kini mencari rute-rute alternatif untuk masuk ke Jerman atau Austria,
Foto: picture-alliance/dpa/S. Ujvari
Slovenia Perkuat Penjagaan Perbatasan
Polisi menangkap pengungsi yang berusaha naik kereta secara ilegal di perbatasan Slovenia-Kroasia. Slovenia memperkuat penjagaan di perbatasan untuk cegah arus pengungsi yang melintasi negara ini. Akibat penutupan perbatasan di berbagai negara, para pengungsi kini memilih rute baru menuju kawasan Schengen yang juga mulai menutup pintunya denagn menerapkan aturan suaka lebih ketat.
Foto: Getty Images/AFP/J. Makovec
Kontrol Perbatasan
Arus pengungsi tak terkendali ke Jerman memaksa pemerintah menerapkan lagi pemeriksaan dokumen di perbatasan. Mendagri Jerman Thomas de Maiziere mengatakan, selain demi keamanan dalam negeri, alasan penutupan perbatasan adalah agar pengungsi mendapat fasilitas lebih manusiawi.
Foto: picture-alliance/dpa/S. Puchner
Lalulintas Kereta Austria-Jerman Dihentikan
Seluruh lalulintas kereta dari Austria ke Jerman dihentikan segera setelah Berlin umumkan kontrol perbatasan. Ribuan pengungsi, kebanyakan berasal dari Suriah, tertahan di stasiun kereta Wina. Uni Eropa menyatakan memahami kebijakan Jerman dan memanggil anggota untuk bersidang darurat.
Foto: Reuters/H.-P. Bader
Hongaria Kerahkan Tentara
Tentara Hongaria kini dikerahkan menjaga perbatasan di Roszke. Langkah Budapest ini merupakan reaksi dan antisipasi terhadap kebijakan terbaru Jerman. Sepekan lalu Kanselir Angela Merkel masih nyatakan pengungsi "welcome" di Jerman.
Foto: Reuters/D. Ruvic
Kawat Berduri Perbatasan Serbia-Hongaria
Pagar kawat berduri di perbatasan Hongaria ke Serbia yang masih ada celahnya, kini akan ditutup total. Hongaria kewalahan dan tak punya anggaran sebagai negara transit ratusan ribu pengungsi asal Suriah, Afghanistan, Irak dan negara Afrika menuju Jerman, Austria dan Swedia. Serbia yang juga jadi rute transit alami kondisi serupa.
Foto: Reuters/B. Szabo
Austria Buka-Tutup Perbatasan
Austria yang juga salah satu tujuan utama pengungsi, juga berulang kali lakukan kontrol perbatasan dengan cara buka-tutup. Tujuannya menahan arus pengungsi yang terus membludak. Akibatnya kemacetan lalulintas panjang terjadi di jalan bebas hambatan di perbatasan ke Hongaria.
Foto: Reuters/H.P. Bader
Denmark Tolak Pengungsi
Pemerintah Denmark dengan tegas menolak kedatangan pengungsi. Penutupan perbatasan ke Jerman dilakukan dan lalulintas kereta juga dihentikan. Ratusan pengungsi ini dikawal polisi, berjalan kaki melintasi jalan bebas hambatan melewati Denmark, menunju Swedia yang ramah terhadap pengungsi seperti Jerman dan Austria.
Foto: picture-alliance/dpa/B. Nolte
Polandia Tolak Kuota Pengungsi
Ribuan warga Polandia gelar aksi protes menentang rencana pembagian kuota penampungan pengungsi. Walau tidak terimbas langsung krisis pengungsi dan PM Polandia Donald Tusk nyatakan siap terima pengungsi secara sukarela, tapi pemerintahan di bawah dia juga menggalang inisiatif tolak kuota pengungsi.
Foto: picture-alliance/dpa/R. Guz
10 foto1 | 10
Simbol perbatasan kalahkan efektivitas
Statistik resmi meragukan relevansi pemeriksaan perbatasan di dalam kawasan Schengen. Polisi Jerman melaporkan, pada bulan pertama peningkatan pemeriksaan perbatasan di musim semi 2025 ini, hanya 160 pencari suaka yang ditolak masuk. Sementara, media Polandia melaporkan, Jerman mengembalikan sekitar 1.000 migran ke Polandia antara Mei hingga pertengahan Juni 2025, jumlah yang tidak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
"Para penyelundup manusia, atau mereka yang mencoba masuk secara ilegal, memahami cara menghindari pos pemeriksaan resmi," kata pakar migrasi Nienaber. "Pemeriksaan tidak menghentikan mereka. Itu hanya menciptakan ilusi kontrol."
Peneliti Colombi sepakat bahwa kebijakan seperti ini merupakan soal pencitraan ketimbang hasil. Dia menekankan, negara anggota Uni Eropa sejauh ini gagal membuktikan kebutuhan akan pemeriksaan, misalnya dalam membatasi migrasi atau mencegah serangan teror.
Polandia kini juga mulai melakukan pemeriksaan perbatasan dengan JermanFoto: DW
Dampak ekonomi
Sementara itu, masyarakat di perbatasan, terutama di wilayah seperti Luksemburg, Austria, dan Polandia, telah merasakan dampak negatif akibat kebijakan ini. Misalnya, waktu tunggu lebih lama, rantai pasok terganggu, dan tekanan ekonomi yang meningkat pada bisnis lokal lintas batas.
Sebuah penelitian mendalam yang dilakukan oleh Parlemen Eropa memperkirakan, pemberlakuan kembali pemeriksaan perbatasan internal menyebabkan kerugian waktu yang cukup signifikan, 10–20 menit untuk mobil pribadi dan 30–60 menit untuk kendaraan berat, hingga merugikan sektor transportasi sekitar €320 juta (sekitar Rp5,6 triliun). Nilai tersebut hanya memperhitungkan penundaan, bukan dampak ekonomi secara lebih luas.
Oleh karena itu, dampak ekonominya jelas tidak kecil. Schengen memengaruhi pergerakan bebas barang, jasa, modal, dan orang, yang merupakan empat pilar pasar tunggal UE. Efeknya, harga bisa naik, rantai pasokan melambat, dan pekerjaan serta bisnis lintas batas bisa hilang.
Sebuah asosiasi logistik Bulgaria baru-baru ini memperkirakan, penundaan di perbatasan merugikan sektor tersebut sebesar €300 juta (sekitar Rp5,25 triliun) per tahun. Sejak Rumania dan Bulgaria bergabung dengan Schengen tahun 2025, lalu lintas batas meningkat signifikan dan menjadi lebih efisien.
Upacara perayaan menandai ulang tahun ke-40 Perjanjian Schengen pada tahun 2025Foto: Harald Tittel/dpa/picture alliance
Dalam tiga bulan pertama 2025, lalu lintas antara kedua negara naik 25%, dengan lebih dari 160.000 kendaraan melintas dibandingkan 128.000 kendaraan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Data tersebut dikeluarkan Badan Administrasi Jalan Rumania.
Rata-rata waktu tunggu di perlintasan turun, semula lebih dari 10 jam menjadi kurang dari dua jam. Bagi pihak pengangkut regional dan kota perbatasan yang mengandalkan kelancaran arus perdagangan, ini berarti pengiriman lebih cepat dan prospek ekonomi yang pulih.
Kembalinya perbatasan fisik, kata para ahli memperingatkan, dapat menggagalkan kemajuan tersebut. Bukan hanya memukul rantai pasokan, tetapi juga penghidupan ribuan orang yang bergantung pada penyeberangan harian bebas hambatan.
Iklan
Batasan hukum Schengen dilanggar diam-diam?
Hukum UE mengizinkan pemeriksaan perbatasan internal dalam kasus luar biasa, dengan syarat harus dibatasi dalam waktu enam bulan, dan perpanjangan harus dengan alasan hukum secara jelas.
Namun, beberapa negara anggota terus memperpanjangnya tanpa alasan apapun. Kontrol di Prancis telah berlaku terus-menerus selama hampir satu dekade. Austria, Denmark, Swedia, dan kini Jerman juga melakukan langkah pemeriksaan perbatasan dengan pengecualian jangka panjang.
"Kita bisa lihat pemeriksaan perbatasan ini menjadi permanen di beberapa negara anggota. Itu sama sekali bukan tujuan perjanjian Schengen," kata peneliti Colombi.
Dia menjelaskan, Komisi Eropa dikritik karena tidak menetapkan batasan dengan lebih tegas, misalnya melalui prosedur pelanggaran. Menurutnya, ini berisiko membuka pintu masuk banjir pengungsi bagi negara yang lain, dan menciptakan efek domino.
Kehidupan dan Sejarah Imigran di Jerman
Jerman adalah negara yang jadi tujuan imigran kedua terbesar setelah AS. Selama 60 tahun Jerman sudah menerima imigran. Sekarang sebuah pameran menengok kembali sejarah ini.
Foto: DW/J. Hennig
Nomor Dua di Dunia
Tahun 2013, sekitar 1,2 juta orang berimigrasi ke Jerman. Jerman, baik Barat dan Timur, sudah mengiklankan diri sebagai negara tujuan pekerja tamu sejak 1950-an. Sekarang, imigran terutama berasal dari negara-negara yang baru jadi anggota Uni Eropa. Mereka memperkaya kebudayaan dan keanekaragaman kuliner di Jerman.
Foto: DW/J. Hennig
Para "Gastarbeiter" (Pekerja Tamu)
Di tahun 1950-an Jerman Barat mengalami kemajuan ekonomi. Untuk mengatasi situasi kurangnya pekerja, pemerintah mempromosikan kemungkinan kerja bagi pekerja tamu dari luar negeri. Mulai 1950-an, sebagian besar orang yang datang ke Jerman sebagai pekerja, hidup dalam kemiskinan di negara asalnya.
Foto: DW/J. Hennig
Kantor Penghubung
Antara 1955 dan 1968 Jerman Barat menandatangani kesepakatan dengan Italia, Spanyol, Yunani, Turki, Maroko, Korea Selatan, Portugal, Tunisia dan Yugoslavia. Di negara-negara itu didirikan kantor khusus untuk orang-orang yang ingin melamar pekerjaan.
Foto: DW/J. Hennig
Pemeriksaan Kesehatan
Sebelum pekerja diijinkan datang ke Jerman, kesehatan mereka diperiksa lebih dulu. Hanya mereka yang sehat dan mampu bekerja mendapatkan pekerjaan di Jerman Barat.
Foto: DW/J. Hennig
Yang Kesatu Juta
Armando Rodrigues de Sá dari Portugal (38), menjadi pekerja ke 1 juta, disambut kedatangannya di stasiun kereta api Köln-Deutz pada September 1964. Pengrajin kayu itu mendapat hadiah sepeda Motor, yang kini masih tersimpan di Museum Haus der Gesichte Bonn.
Foto: DW/J. Hennig
Seberangi Eropa dengan "Türkenkutsche"
Dengan Ford Transit ini, Sabri Güler mengadakan perjalanan dari utara ke selatan Eropa. Pedagang bahan pangan dari Turki itu menjadikan mobil ini sebagai toko keliling. Ford model ini sangat disukai imigran Turki, karena bisa memuat banyak barang. Karena itu, di Jerman Ford Transit sering disebut "Türkenkutsche" (Kereta Turki).
Foto: DW/J. Hennig
Pekerja Kontrak di Jerman Timur
Pertengahan 1960-an pekerja tamu juga dibutuhkan di Jerman Timur yang komunis. Mereka disebut pekerja kontrak, dan terutama bekerja di industri tekstil. Sebagian besar dari mereka berasal dari negara sosialis seperti Vietnam, Kuba dan Aljazair. Pekerja imigran di Jerman Timur lebih sedikit daripada di Barat. Tahun 1989 jumlahnya hanya 190.000, sedangkan di Jerman Barat sudah lima juta orang.
Foto: DW/J. Hennig
Makanan Khas dari Berbagai Negara
Banyak pekerja tamu akhirnya tinggal di Jerman dan mendatangkan keluarga mereka. Mereka membawa serta banyak kebiasaan dan tradisi dari tanah air mereka ke Jerman. Sehingga keanekaragaman budaya menyebar. Ini tampak paling jelas jika melihat menu di restoran. Döner (Turki) sekarang jadi salah satu makanan cepat saji yang paling disukai di Jerman.
Foto: DW/S. Soliman
Kepala Berita Yang Negatif
Tahun 1980-an dan 1990-an muncul perdebatan di Jerman, karena timbulnya kekhawatiran terbentuknya "geto" kaum migran di kota-kota. Di samping itu, kriminalisasi remaja yang berlatar belakang imigran meningkat, dan diberitakan banyak media. Awal tahun 1990-an di Jerman Barat dan Timur terjadi sejumlah kekerasan rasisme.
Foto: DW/J. Hennig
Tradisi vs. Kebudayaan Barat
Di keluarga-keluarga imigran juga terjadi konflik kebudayaan. Sutradara Jerman-Turki Fatih Akin mengangkat pertentangan pendidikan Muslim-Turki dan kehidupan gaya Barat dalam filmnya "Gegen die Wand". Di festival film Berlinale 2004, film itu jadi produksi Jerman yang kembali mendapat penghargaan Beruang Emas, setelah 17 tahun sebelumnya penghargaan selalu diraih negara lain.
Foto: DW/J. Hennig
Pangeran Balam I
Organisasi karnaval dari kota Aachen, "Koe Jonge" mendeklarasikan Balam Bayarubanga asal Uganda jadi "pangeran". Balam I adalah pangeran karnaval pertama di Jerman yang berkulit hitam. Dengan langkah itu, organisasi pencinta karnaval ini memberikan sinyal menentang rasisme dan mendukung integrasi. Kostum pangerannya diserahkan Balam I untuk dipamerkan di museum Haus der Geschichte di Bonn.
Foto: DW/J. Hennig
11 foto1 | 11
Revisi Schengen atau tinggalkan?
Uni Eropa dan para pemimpinnya paham betul soal risikonya. Jika pemeriksaan perbatasan internal menjadi permanen, sistem Schengen bisa benar-benar runtuh.
Hal ini tidak hanya akan mengganggu pergerakan bebas orang, barang, jasa, dan modal, tapi juga merusak integritas hukum perjanjian UE, meningkatkan biaya untuk bisnis, memperlambat rantai pasokan, hingga berpotensi mengikis kepercayaan warga pada proyek Eropa itu sendiri.
Komisi Eropa kini berupaya memperbarui Kode Perbatasan Schengen dan meluncurkan dua alat manajemen perbatasan digital.
Pertama, Sistem Masuk/Keluar (Entry/Exit System/EES) dan ETIAS, sebuah platform penyaringan bebas visa. Keduanya dirancang untuk melacak warga negara non-UE yang masuk ke kawasan itu, dan mengurangi kebutuhan akan pemeriksaan internal.
Komisi Eropa juga menyatakan reformasi ini mewakili evolusi Schengen, bukan keruntuhannya. Namun, menurut Colombi, jika Schengen ingin dipertahankan, diperlukan lebih dari sekadar penyesuaian hukum atau alat digital.
"Kita butuh keberanian politik, membangun kembali kepercayaan antarnegara anggota, dan penegakan aturan oleh Komisi Eropa," tegasnya. Yang terpenting, kata dia, isu migrasi harus didepolitisasi, mengalihkan debat publik dari langkah-langkah tidak efektif seperti pemeriksaan perbatasan.
Kedua ahli skeptis, hal tersebut akan segera terwujud dalam waktu dekat. Menurut Nienaber, ketika partai-partai sayap kanan membentuk kembali narasi politik di banyak negara, tekanan untuk menegakkan kembali kedaulatan nasional terus meningkat. Dia memperingatkan, jika pemerintah terus menggunakan kontrol perbatasan internal sebagai instrumen politik, ketimbang sebagai upaya terakhir alat bantuan keamanan, Kawasan Schengen bisa segera hancur berkeping-keping.
Risiko ke depan
Jika Schengen runtuh, kerusakan ekonominya bisa sangat parah. Pemeriksaan perbatasan yang diberlakukan kembali, akan memperlambat arus barang, mengganggu rantai suplai tepat waktu, dan meningkatkan biaya transportasi, terutama di sektor padat logistik seperti pertanian, ritel, dan manufaktur.
Pekerja lintas batas negara akan menghadapi perjalanan yang lebih panjang, sementara usaha kecil di wilayah perbatasan bisa kehilangan pelanggan penting. Bagi warga biasa, ini bisa berarti antrean lebih panjang di perbatasan, harga lebih tinggi di toko, serta akses yang berkurang ke layanan dan pasar kerja lintas batas.
Namun, kerugian simbolis bisa sama mendalamnya. "Schengen adalah salah satu tanda paling kasatmata dari identitas bersama Eropa, dan pencapaian unggulan," jelas Colombi." Keruntuhan Schengen juga akan menjadi hal yang ikut dirasakan masyarakatnya.
Untuk mencegahnya, kedua ahli berpendapat UE dan negara-negara anggotanya harus kembali berkomitmen pada ide inti di balik kesepakatan Schengen. Masyarakat Eropa harus dapat bergerak bebas, tanpa ketakutan, penundaan, atau postur politik, melintasi benua bersama mereka.
Artikel ini terbit pertama kali dalam bahasa Inggris.