Pemilihan di Spanyol dan Rusia
15 Maret 2004
Baiklah kami mulai dengan tema pertama, pemilihan parlemen di Spanyol. Dibawah bayangan serangan teror tanggal 11 Maret di Madrid, hari Minggu lalu diselenggarakan pemilihan parlemen di Spanyol. Dengan mengejutkan terjadi pergantian pemerintahan dengan kemenangan yang diraih Partai Sosialis yang beroposisi. Partai Rakyat Konservativ yang selama ini memerintah terpaksa menelan kekalahan. Mengenai kekalahan Partai Rakyat Konservativ dalam pemilihan parlamen di Spanyol, Harian Belanda ALGEMEEN DAGBLAD yang terbit Den Haag berkomentar:
Di tengah ketidakpastian mengenai dalang dan pelaku serangan teror di Madrid, Partai Rakyat Konservativ yang memerintah membuat sebuah kesalahan. Yakni hendak meyakinkan ,bahwa yang bertanggung jawab dalam serangan itu, adalah kelompok bawah tanah Baskia, ETA, dan bukan kelompok El-Khaida. Manipulasi informasi, yang menimbulkan malapetaka bagi bagi Partai Konservativ. Ditengah bayangan terorisme, rakyat Spanyol menunjukkan kemarahan dan ketidakberdayaan. Kebohongan dan manipulasi, menjauhkan banyak pemilih dari partai yang memerintah. Partai Rakyat yang konservativ membuat sendiri citranya yang buruk.
Perdana Menteri Jose Maria Aznar mengalami kekalahan karena melakukan manipulasi setelah serangan teror di Madrid. Demikian ditulis harian Swedia AFTONBLADET yang terbit di Stockholm. Kami kutip:
Pemilihan di Spanyol merupakan puncak kehidupan politik dari Perdana Menteri Jose Maria Aznar. Dalam usia 51 tahun, dengan sukarela ia mengundurkan diri sebagai seorang pemenang, dan hendak menyerahkan kekuasaan kepada penggantinya Mariano Rajoy. Tapi rencana itu berantakan, karena serangan teror tanggal 11 Maret serta spekulasi dan ketidaktrampilan manajemen krisis yang dilakukan pemerintah. Manipulasi politik dan tragedi yang mengerikan, mendorong sejumlah pemilih tidak lagi mempercayai Maria Aznar-. Partainya , yakni Partai Konservativ mengalami penurunan perolehan suara, dan kehilangan posisinya sebagai partai terbesar di Spanyol.
Mengenai hasil pemilihan umum parlemen di Spanyol, harian Inggris THE DAILY TELEGRAPH menurunkan komentar berjudul" teroris meraih kemenangan". Selanjutnya kami kutip:
Kekalahan yang diderita Partai Rakyat yang konservativ merupakan pukulan berat terhadap perang melawan terorisme. Perdana Menteri Maria Aznar, yang akan meletakkan jabatannya, menanggung resiko besar, dengan mendukung Amerika Serikat setelah serangan 11 September dan terutama ia mengirimkan pasukan Spanyol ke Irak. Dengan terjadinya serangan teror di Madrid, kemungkinan ia mengambil langkah yang salah. Apakah kelompok ETA atau El-Khaida yang bertanggung jawab, yang jelas telah mempengaruhi sebuah pemilihan umum yang demokratis di Spanyol. Sejumlah warga Spanyol tewas akibat serangan teror.Dan apa yang dilakukan pemilih? Pertama-tama mereka tidak memilih lagi partai yang memerintah. Bila terorisme berhasil di Spanyol, dimana lagi setelah itu?
Hari pemilihan umum, merupakan hitungan hari bagi Maria Aznar. Demikian ditulis harian Luxemburg , LUXEMBURGER WORT. Kami baca:
Pemerintah Spanyol dalam waktu yang cukup lama, tetap berpendapat, kelompok ETA yang kemungkinan menjadi dalang serangan teror di Madrid. Dengan mencuatnya indikasi keterlibatan kelompok El-Khaida, kepercayaan sebagian besar warga Spanyol terhadap Maria Aznar dan pengganti yang diinginkannya Rajoy semakin merosot. Aznar dan Rajoy memahami, bahwa serangan dari kelompok yang berlatar belakang Islam, merupakan ganjaran bagi Aznar, yang mendukung perang Irak. Pemilihan parlemen di Spanyol, bukan untuk memilih Partai Sosialis, melainkan untuk menentang Aznar dan Partai Konservativ.
Tema berikutnya dalam acara SARI PERS INTERNASIONAL , adalah pemilihan Presiden di Rusia. Seperti yang telah diduga, Presiden yang sekarang Wladimir Putin berhasil mengukuhkan posisinya untuk masa jabatan yang kedua. Mengenai kemenangannya harian Jerman FINANCIAL TIMES DEUTSCHLAND berkomentar:
Wladimir Putin berada dalam puncak kekuasaan. Dalam pemilihan, dimana tidak terdapat calon lain yang serius, maka Putin merupakan Presiden Rusia yang kembali dikukuhkan masa jabatannya dengan suara mayoritas yang sangat besar. Disemua lapisan masyarakat ia mendapatkan pengakuan dan dukungan. Meskipun demikian Putin menghadapi tantangan besar. Dari sekarang mencuat pertanyaan, apakah Putin mantan petugas dinas rahasia, benar-benar seorang reformator yang sejati.
Mengenai kemenangan Wladimir Putin dalam pemilihan Presiden Rusia, terakhir kami kutip komentar harian Polandia RZECZPOSPOLITA yang terbit di Warsawa:
Pada empat tahun masa jabatannya yang pertama, Putin berhasil memegang kekuatan politik, ekonomi dan kehakiman dalam satu tangan. Para pakar di Moskow sepakat menilai, bahwa Rusia bergerak kearah rejim otoriter. Dan merupakan satu-satunya alternativ antara pembaruan disatu pihak dengan yang menentang ekonomi pasar. Kedua skenario menampilkan sikap pesimis, karena mengenyampingkan demokrasi.