Pemilihan presiden Indonesia
6 Juli 2004Pemilihan presiden dan wakil presiden tanggal 5 Juli 2004 berlangsung relatif aman di Indonesia. Meski terganggu dengan adanya kekeliruan dalam cara pencoblosan yang terjadi merata di seluruh Indonesia, sehingga penghitungan suara di banyak tempat harus diulang, mantan presiden AS Jimmy Carter selaku salah satu dari 600 pengamat internasional memuji pelaksanaan pemilihan langsung presiden pertama dalam sejarah Indonesia, sebagai peralihan sistim yang menakjubkan dari rejim yang otoriter ke sebuah demokrasi, dalam waktu hanya enam tahun, setelah jatuhnya rejim Suharto, demikian tegas Carter. Banyak harian internasional memperkirakan , Yudhoyono dan Megawati bakal melangkah maju ke pemilihan putaran kedua di bulan September mendatang.
Harian Denmark Politiken mengulas , Indonesia berhasil merangkul Islam dan demokrasi. Komentar harian ini:
Pemilihan presiden di Indonesia membantah pandangan umum bahwa negara berkembang Islam tidak becus menerapkan demokrasi. 80 persen dari 153 juta warga yang berhak memilih memberikan suaranya dalam pemilihan langsung presiden pertama di negaranya. Partisipasi pemilihan sebanyak 80 persen itu lebih tinggi dibandingkan dengan partisipasi dalam pemilihan parlemen Eropa, lebih tinggi daripada partisipasi pemilihan presiden di AS , bahkan lebih tinggi daripada partisipasi di banyak pemilu nasional di Eropa. Rakyat Indonesia telah mengalami diktatur dan penindasan mau pun konflik regional selama beberapa dekade , yang hingga kini masih melanda negara kepulauan itu. Rupanya tidak hanya Indonesia, negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, bertekad untuk menerapkan demokrasi , setelah mengalami zaman diktatur . Juga banyak negara Islam lainnya, seperti Turki, Bangladesh dan Mali di Afrika memilih jalan yang sama. Contoh di Indonesia menegaskan makna dari kebebasan dan demokratisasi. Bahwa tidak seorang pun punya hak monopoli atas kekuasaan. Bahwa semua penguasa secara teratur harus mempertanggungjawabkan tindakan dan kebijakannya kepada rakyatnya .
Harian Swiss Neue Zürcher Zeitung mengutip hasil polling lembaga Amerika National Democratic Insitute NDI yang menunjukkan Yudhoyono unggul . Harian ini menulis:
Menurut NDI , sementara ini Yudhoyono dengan 33,9 persen menempati tempat teratas, disusul oleh Megawati dengan 24,9 persen dan mantan jendral Wiranto 23,8 persen. Dengan demikian pemilihan putaran kedua di bulan September mendatang tidak dapat dihindar. Prognosa NDI yang bermarkas di Washington berdasarkan uji petik di 2500 TPS di semua 32 propinsi Indonesia. Dengan cara polling seperti itu NDI juga berhasil memberikan prediksi yang cukup akurat mengenai hasil Pemilu lalu.
Harian Frankfurter Allgemeine Zeitung menurunkan berita singkat dan foto tentang pemilihan dalam suasana santai di distrik Kurulu di propinsi Papua. Harian ini menulis:
Enam tahun setelah berakhirnya pemerintahan Suharto warga Indonesia dalam suasana santai untuk pertama kalinya memilih langsung presiden dan wakil presiden. Karena gangguan teknis penghitungan suara di distrik Kurulu di propinsi Papua harus dihentikan dan diulang. Tidak jelas sejauh mana pertandingan final Euro 2004 mempengaruhi partisipasi pemilihan. Sebab jutaan warga mengikuti pertandingan final Euro 2004 semalam suntuk sampai pagi. Banyak yang terlambat bangun, sementara tempat pemberian suara sudah ditutup pada siang hari.