1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Pemilu Awal Hidupkan Lagi Demokrasi AS

7 Februari 2008

Pemilu Awal membuka kenyataan, bahwa warga Amerika terpecah-pecah amat dalam.

Barack Obama berhasil bangkitkan lagi minat berpolitik warga ASFoto: AP

Pemilu awal di Amerika Serikat untuk menentukan kandidat dari kedua partai yang berebut posisi di Gedung Putih masih berlanjut. Hasil dari pemilu awal sebelumnya termasuk Super-Tuesday serta pemilu awal yang akan digelar pekan depan dikomentari sejumlah harian internasional.

Harian konservatif Prancis Le Figaro yang terbit di Paris berkomentar:

"Terutama di Partai Demokrat pemilahannya terlihat amat jelas. Kelompok kulit berwarna, generasi muda dan para pengusaha swasta berpihak kepada Barack Obama. Sementara kaum perempuan, kelompok Latin dan lapisan miskin berpihak kepada Hillary Clinton. Perpecahan ini menunjukkan akar dari krisis identitas yang dapat menjadi sangat berbahaya. Juga di Partai Republik situasinya tidak lebih baik. Terobosan yang dicapai Mike Huckabbee di negara-negara bagian di selatan, menunjukkan kekuatan kaum konservatif religius di AS. Di kedua kubu prioritasnya sekarang adalah persatuan dan kesatuan."

Sementara harian Belanda De Volkskrant yang terbit di Den Haag mengomentari peluang Barack Obama di pemilu berikutnya.

"Kampanye Obama mengena dengan jitu kebutuhan banyak warga Amerika untuk terjadinya perubahan politik. Penampilannya mampu memicu antusiasme. Akan tetapi hasil Super-Tuesday juga menunjukkan, Obama masih harus bekerja keras mengejar saingannya, Hillary Clinton. Karena Clinton masih memiliki dukungan besar dari kelompok kurang terdidik, warga Latin dan kaum perempuan. Namun Hillary Clinton juga harus mampu melepaskan diri dari citra buruknya di masa lalu. Jika ia gagal, sang waktu akan bekerja bagi keuntungan Obama."

Harian Italia La Repubblica yang terbit di Roma dalam tajuknya juga mengomentari meroketnya citra Barack Obama.

"Dalam pemilu awal di AS, kita menyaksikan kembalinya arti penting demokrasi. Pertarungan akan dilanjutkan. Dan dengan itu citra demokrasi Amerika akan berkibar lagi. Setelah tujuh tahun pemerintahan Bush yang citranya amat menyedihkan, pemilu awal ini ibaratnya menghidupkan kembali Amerika. Terutama kita harus berterimakasih kepada kandidat muda, Barack Obama, yang di seluruh dunia menimbulkan semangat baru, perhatian dan tata nilai baru. Terlihat, Amerika bukan negara dengan demokrasi sempurna, seperti yang digembar-gemborkan selama tujuh tahun terakhir, melainkan sebuah negara dengan demokrasi yang hidup."

Sementara harian Austria Salzburger Nachrichten yang terbit di Salzburg juga menyoroti pertarungan di kubu Demokrat.

"Hillary Clinton tidak berhasil memperluas basis pemilihnya. Memang ia berhasil memanfaatkan karisma nama Clinton di kawasan pemilihan tradisionalnya. Namun Hillary Clinton tidak mampu melemahkan posisi Barack Obama. Pada putaran penentuan pemilu awal pekan-pekan mendatang, terlihat potensi amat besar. Semakin baik rakyat Amerika mengenal Obama, semakin besar pula simpatinya. Hillary akan menghadapi masa-masa sulit." (as)