Pemilu di Prancis dan Spanyol
11 Maret 2008
Harian Prancis Liberation yang terbit di Paris mengomentari hasil mengecewakan yang diraih partai pemerintah UMP dalam putaran pertama pemilihan tingkat daerah di Prancis:
Terlepas dari apa yang dikatakan sebagian besar wakil pemerintahan: hasil pemilihan kemarin adalah suatu sanksi. Kepala negara sejak semula mengatakan, ia tidak akan mengindahkan pemilihan yang hanya dilangsungkan di tingkat daerah tersebut. Hari Minggu depan, bila putaran pemilihan kedua digelar, kita bisa melihat apakah ia tetap berpegang teguh pada posisi itu.
Keberhasilan kubu sosialis meraih suara di kota-kota besar seperti Lyon, Lille atau Paris berkaitan erat dengan sejarah perkembangan para pemilihnya. Basis kuat yang dimiliki Partai Sosialis saat ini terlahir bukan dari kaum buruh tapi dari elit terpelajar. Kini, kaum kiri condong pada kelas menengah ke atas, dan mereka diuntungkan oleh hal itu.
Sementara harian Italia Corriere della Sera yang terbit di Milano dalam tajuknya berkomentar, pemilihan ini adalah isyarat kuat bagi Sarkozy. Selanjutnya harian ini menulis:
Bulan-bulan belakangan, Presiden Sarkozy selalu mendominasi pemberitaan media dan hari Minggu kemarin warga Prancis memberikan penilaian mereka terhadap apa yang mereka saksikan selama ini: fokus berlebihan pada kehidupan pribadi presiden yang serba glamor.
Sisanya, yaitu soal rencana poltik dan pihak oposisi, terus terdesak oleh Sarkozy sehingga tenggelam dalam kegelapan. Tetapi, kaum sosialis kiri berbuat kesalahan besar bila mereka mengira bahwa perubahan yang sedang terjadi akan berlanjut sebagai tren di masa mendatang. Karena, pada dasarnya, Sarkozy dan jutaan artikel yang menghiasi halaman pertama koran kuninglah yang mempengaruhi warga Prancis saat mereka memberikan suaranya.
Topik kedua yang diangkat sejumlah harian internasional adalah pemilu di Spanyol. Harian Spanyol El Pais yang berhaluan liberal kiri menulis:
Menangnya Jose Luis Rodriguez Zapatero dalam pemilu empat tahun lalu bukan suatu kebetulan dan bukan juga suatu solusi sementara. Kemenangan itu tidak hanya disebabkan serangan bunuh diri yang terjadi di Madrid pada tanggal 11 Maret 2004, seperti yang kerap dinyatakan oleh kelompok radikal kanan. Para pemilih memberikan kesempatan kepada Zapatero untuk kembali memerintah dalam masa jabatan keduanya seperti apa yang lazim terjadi di Spanyol sejak tahun 1977. Namun, berbeda dengan pendahulunya Felipe Gonzalez dan Jose Maria Aznar, Zapatero tidak meraih mayoritas absolut dalam pemilu keduanya.
Zapatero berjanji untuk memperbaiki sejumlah "kesalahan" dan ia memang beberapa kali khilaf. Kesalahan yang dilakukan Zapatero menyebabkan ia gagal meraih kemenangan mutlak. Karena itu, Zapatero tidak boleh mengulangi kesalahan itu untuk kedua kalinya.
Harian Italia La Repubblica yang terbit di Roma mengomentari kemenangan Partai Sosialis PSOE Perdana Menteri Jose Luis Rodriguez Zapatero sebagai berikut:
Partai PSOE unggul dalam pemilu sementara kubu oposisi berhasil mengelak dari kehancuran dengan meraih 40 persen suara. Dibandingkan empat tahun lalu, kedua partai besar tersebut berhasil memperluas pengaruhnya, sehingga muncul kecenderungan sistem dua partai politik di Spanyol.
Konsekuensi langsung bagi pemerintahan Zapatero dari hasil pemilihan umum adalah berkurangnya hambatan dalam memerintah. Walaupun mereka tidak mendapat mayoritas mutlak tetapi mereka hanya membutuhkan dukungan dari tujuh anggota parlemen dari partai lain untuk mengesahkan undang-undang.
Sementara, harian Swiss Basler Zeitung dalam tajuknya menulis:
Dalam pemilihan parlamen di Spanyol, para pemilih menunjukkan dukungan bagi kebijakan politik modernisasi Zapatero. Dalam waktu bersamaan, kubu oposisi tampaknya mendapat dukungan luas. Keikut-sertaan pemilu mencapai 75 persen yang tergolong sangat tinggi. Rakyat Spanyol belum jenuh berpolitik walau periode legislatif yang lalu diwarnai polarisasi dan perdebatan sengit. Mereka kembali memberikan suaranya dengan entusias. Dan itu seharusnya membuat kedua partai besar Spanyol kembali berpikir. Sebenarnya, warga Spanyol kini mengharapkan empat tahun yang tenang yang digunakan pemerintah dan oposisi untuk membahas dan menyepakati sejumlah topik penting dalam politik Spanyol.(zer)