1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
PolitikJepang

Pemilu Jepang: Partai PM Sanae Takaichi Menang Telak

Nik Martin | Zac Crellin | Algadri Muhammad | Karl Sexton Sumber: AFP, AP, Reuters
9 Februari 2026

Partai LDP yang dipimpin Perdana Menteri Sanae Takaichi meraih kemenangan telak di pemilu sela Jepang. Sebelumnya, Takaichi mengatakan prioritas utamanya adalah memperkuat aliansi Jepang–Amerika Serikat.

Perdana Menteri Sanae Takaichi
Takaichi bertaruh bahwa popularitasnya di kalangan pemilih akan berujung pada kemenangan besar bagi partainya, LDPFoto: Kim Kyung-Hoon/REUTERS

Partai nasionalis yang berkuasa di Jepang meraih kemenangan besar dalam pemilihan parlemen pada hari Minggu (08/02), menurut hasil proyeksi. Kemenangan ini  sekaligus mengamankan mandat baru yang lebih kuat bagi Perdana Menteri Sanae Takaichi.

Partai Demokrat Liberal (LDP) pimpinan Takaichi diperkirakan memenangkan sekitar 300 kursi di majelis rendah parlemen, jauh melampaui ambang 233 kursi yang dibutuhkan untuk meraih mayoritas, merujuk pada laporan media nasional setempat NHK berdasarkan hasil survei exit poll.

Laporan yang sama juga menyebut, LDP bersama mitra koalisinya, Partai Inovasi Jepang (JIP), diproyeksikan meraih total 310 kursi yang berarti mayoritas dua pertiga.

"Kami menerima dukungan (pemilih) terhadap kebijakan fiskal Perdana Menteri Sanae Takaichi yang bertanggung jawab dan proaktif, serta penguatan kapasitas pertahanan nasional,” ujar Sekretaris Jenderal LDP Shunichi Suzuki kepada media. 

Takaichi membubarkan parlemen pada Januari dan menyerukan pemilu sela, sebuah langkah berisiko yang ia harapkan dapat memberi pijakan yang lebih kuat bagi dirinya dan partainya yang tengah menghadapi tantangan.

Keputusan pemilu sela ini diambil oleh Takaichi karena ia butuh dukungan rakyat untuk meningkatkan pengeluaran dan kebijakan strategi keamanan baru yang bakal mempercepat pembangunan pertahanan Jepang.

Partai LDP yang dipimpin oleh Takaichi ini telah memerintah Jepang selama hampir tujuh dekade terakhir. Meski Takaichi sangat populer, terutama di kalangan pemilih muda, LDP yang konservatif sempat diguncang berbagai skandal dan juga harus menghadapi aliansi oposisi baru yang muncul sebagai penantang tangguh.

Tempat pemungutan suara ditutup pukul 8 malam waktu setempatFoto: Kim Kyung-Hoon/REUTERS

Takaichi inginkan aliansi "tanpa batas" dengan AS

Setelah proyeksi perolehan kursi semakin jelas, Takaichi mengunggah pesan di platform X untuk mengucapkan terima kasih kepada Presiden AS Donald Trump atas dukungannya.

"Saya menantikan kunjungan ke Gedung Putih pada musim semi ini dan melanjutkan kerja sama kita untuk lebih memperkuat aliansi Jepang–AS,” tulisnya.

"Aliansi dan persahabatan kami dengan Amerika Serikat dibangun atas dasar kepercayaan yang mendalam serta kerja sama yang erat dan kuat. Potensi aliansi kami TAK TERBATAS.”

Trump pun mengucapkan selamat kepada Takaichi atas kemenangan telak koalisinya melalui unggahan di platform Truth Social.

"Selamat kepada Perdana Menteri Sanae Takaichi dan koalisinya atas KEMENANGAN TELAK,” tulis Trump. "Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk mendukung Anda dan koalisi Anda. Saya berharap Anda sukses besar dalam menjalankan agenda konservatif ‘Perdamaian melalui Kekuatan'.”

Presiden Taiwan Lai Ching-te juga menyampaikan ucapan selamat kepada Takaichi seiring masuknya hasil pemilu.

"Semoga kemenangan Anda membawa masa depan yang lebih makmur dan aman bagi Jepang serta para mitranya di kawasan,” ujar Lai di media sosial.

Sementara itu, kemenangan telak Takaichi ini berpotensi mempercepat rencananya untuk memperkuat pertahanan Jepang. Hal ini akan semakin memicu kemarahan Beijing. Cina menuding Takaichi berupaya menghidupkan kembali masa lalu Jepang yang militeristik.

"Beijing tidak akan menyambut kemenangan Takaichi,” kata David Boling, Kepala Asia Group, sebuah perusahaan yang memberi nasihat kepada korporasi mengenai risiko geopolitik.

"Cina kini harus menghadapi kenyataan bahwa ia telah mengukuhkan posisinya dengan kuat — dan bahwa upaya Beijing untuk sepenuhnya mengisolasinya telah gagal,” ujarnya.

Respons pasar pascakemenangan Takaichi

Mata uang Yen menguat dalam perdagangan Asia pada Senin (09/02) setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi meraih kemenangan telak dalam pemilu sela (08/02). Mata uang Jepang tersebut secara tiba-tiba membalikkan tren pelemahan yang terjadi selama enam hari berturut-turut karena pelaku pasar bertaruh stimulus fiskal akan meningkatkan pasar saham.

Yen juga memangkas kerugian terhadap mata uang lain. Sebelumnya, Yen sempat menyentuh level terlemah sepanjang sejarah terhadap mata uang Franc Swiss serta diperdagangkan mendekati titik terendah sejak Euro diperkenalkan.

"Meskipun pelemahan yen awal mungkin tidak terjadi, prospek yen masih menunjukkan bahwa kemungkinan akan sulit untuk menguat," kata Sim Moh Siong, ahli strategi mata uang di OCBC, Singapura.

"Setidaknya dalam jangka pendek, ada pula kekhawatiran mengenai risiko intervensi, yang kemungkinan membatasi kenaikan pasangan dolar‑yen.”

Sementara itu, Kepala Desk strategi suku bunga dan valuta asing Mizuho, Shoki Omori, menyebut kemenangan telak yang diraih Partai LPD menghilangan ketidakpastian politik dan memperkuat implementasi kebijakan.

"Kemenangan telak Partai Demokrat Liberal menghilangkan ketidakpastian politik dan memperkuat pelaksanaan kebijakan, tetapi juga mengalihkan fokus pasar sepenuhnya pada bagaimana kebijakan fiskal dirancang dan dikomunikasikan,”

"Risiko dari ekspansi fiskal sebenarnya sudah sebagian besar diperhitungkan sebelum pemilu,” tambahnya. "Pertanyaan kuncinya sekarang adalah apakah risiko‑risiko tersebut akan semakin menguat atau justru perlahan mereda.”

Apa arti hasil pemilu ini?

Prediksi tersebut menegaskan apa yang telah diperkirakan oleh jajak pendapat sebelum pemilu nasional hari Minggu (8/2), yakni bahwa LDP akan dengan mudah meraih lebih dari 233 kursi yang dibutuhkan untuk mayoritas di majelis rendah parlemen yang beranggotakan 465 kursi.

Sebelumnya, proyeksi pemilu menunjukkan bahwa LDP dan mitra koalisinya, JIP yang berhaluan populis, kemungkinan besar akan melampaui 310 kursi yang diperlukan untuk mayoritas dua pertiga.

Hal ini memungkinkan koalisi tersebut mengalahkan majelis tinggi yang saat ini dikuasai oleh oposisi. Hasil tersebut akan menjadi pencapaian terkuat LDP sejak kemenangan mentor Takaichi, Shinzo Abe, pada tahun 2017. Abe, perdana menteri dengan masa jabatan terlama di Jepang, tewas dibunuh pada 2022.

Kemenangan seperti ini menandai pergeseran signifikan ke haluan kanan dalam politik Jepang. LDP, yang hanya memegang mayoritas tipis sejak hasil buruk pemilu 2024, sebelumnya kesulitan meloloskan undang-undang.

Takaichi sebelumnya menyatakan akan mengundurkan diri jika LDP gagal meraih mayoritas.

Proyeksi NHK juga menunjukkan bahwa Aliansi Reformasi Sentris yang baru dibentuk serta partai sayap kanan Sanseito tidak mampu menjadi ancaman serius bagi perdana menteri petahana tersebut.

Aliansi tersebut diperkirakan kehilangan lebih dari dua pertiga dari 167 kursinya, sementara partai sayap kanan diproyeksikan meningkatkan perolehan kursi dari dua menjadi antara lima hingga 14 kursi, menurut NHK.

Siapakah Sanae Takaichi?

Takaichi menjadi perdana menteri perempuan pertama Jepang pada Oktober 2025 lalu.

Ia kerap menyebut mantan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher yang dijuluki "Iron Lady” sebagai inspirasinya dan janjinya untuk "bekerja, bekerja, bekerja, bekerja, dan bekerja” mendapat sambutan luas dari para pemilih.

Sebagai seorang ultrakonservatif dan tokoh yang keras terhadap Cina, Takaichi ingin meningkatkan anggaran dan kemampuan pertahanan Jepang di tengah meningkatnya ketegangan dengan Beijing serta tekanan dari Presiden AS Donald Trump, yang memiliki hubungan baik dengannya.

Ia juga mendorong kebijakan imigrasi yang lebih ketat serta upaya menghidupkan kembali perekonomian Jepang.

Pemilu ini digelar di tengah rekor turunnya salju lebat di banyak wilayah Jepang dalam beberapa pekan terakhir, yang berpotensi menunda penghitungan suara atau menghambat akses ke tempat pemungutan suara di sejumlah daerah, termasuk Tokyo.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Algadri Muhammad
Editor: Tezar Aditya

Nik Martin Penulis berita aktual dan berita bisnis, kerap menjadi reporter radio saat bepergian keliling Eropa.
Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait