1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Pemilu Jerman Hantar Perubahan Koalisi Pemerintahan

28 September 2009

Hasil pemilihan parlemen yang mengakhiri koalisi Partai Uni Kristen-Sosial Demokrat menjadi koalisi Partai Uni Kristen-Liberal Demokrat di Jerman menjadi sorotan media cetak internasional.

Harian konservatif Inggris The Times menyambut gembira kemenangan Kanselir Angela Merkel

„Kemenangan Merkel setelah resesi terburuk Jerman selama 60 tahun terakhir adalah pernyataaan kepercayaan yang saat ini sulit diperhitungkan oleh pemimpin pemerintahan lainnya di Eropa. Kemenangan mutlak memberi Merkel waktu dan ruang untuk mengatasi masalah yang kurang populer, seperti penugasan pasukan Jerman di Afghanistan. Kemenangan itu juga memberikan politik industri Uni Eropa seorang pemimpin, yang dalam empat tahun terakhir terlalu berdiam diri. Dari pemimpin yang tenang dan berkuasa ini tidak banyak kejutan yang diharapkan. Yang diharapkan adalah kepercayaan diri baru Berlin yang dapat dimanfaatkan oleh semua mitra Jerman.“

Harian Belanda de Volksrant meragukan koalisi pemerintahan Hitam Kuning di Jerman hanya akan diwarnai keharmonisan

„Situasi baru ini secara sekilas dapat ditebak. Ada pemerintah berhaluan kanan dan oposisi yang sepenuhnya berhaluan kiri. Tapi itu juga tidak begitu mudah. Pertanyaan yang muncul dalam pekan-pekan mendatang adalah apakah FDP dan CDU/CSU benar-benar dapat bekerja sama secara harmonis seperti yang mereka harapkan. Koalisi Hitam Kuning kali ini dapat berjalan lain dibanding yang pernah terjadi di masa Kanselir Helmut Kohl. FDP saat ini jauh lebih kuat dibanding dulu dan dapat lebih berpengaruh. Juga bila Angela Merkel dalam tema-tema sosial tertentu tidak setuju dengan FDP. Masalah lainnya adalah apakah partai-partai kiri di pihak oposisi benar-benar mau bekerja sama.“

Harian Italia La Reppubblica menilai kekalahan Partai Sosial Demokrat SPD dalam pemilu Jerman hari Minggu (27/09) sebagai hal yang tidak adil.

„Bagi sosial demokrasi di Jerman dan bagi politik haluan kiri di Eropa dimana partai SPD Jerman merupakan partai tertua, hasil pemilu tersebut lebih dari pahit. Hal itu berarti hilangnya suara lebih dari 10 persen dibanding dengan pemilu sebelumnya. Dan itu adalah harga mahal yang dibayar untuk empat tahun periode pemerintahan bersama dengan partai berhaluan kanan tengah. Tapi itu juga keputusan para pemilih yang dapat dipandang sebagai hal yang tidak adil, karena koalisi besar tanpa gembar-gembor, mengendalikan negara itu melewati masa-masa krisis tidak dengan cuma-cuma. Partai sosial demokrat jerman adalah mitra yang loyal bagi Partai Kristen Demokrat. Namun pemilih sudah memutuskan bahwa koalisi itu hanya bersifat sementara dan tidak berkepanjangan.“

Sementara Harian Spanyol El Pais menulis

„Jerman mengalami perubahan liberal. Hasil pemilu terutama keberhasilan bagi Kanselir Angela Merkel dengan politiknya yang berhaluan tengah. Setelah duduk di kursi oposisi selama 11 tahun, Guido Westerwelle dengan program liberalisasi ekonomi dan penurunan pajak berhasil menghantar kembali partai FDP ke tampuk pemerintahan. Ini terjadi pada masa di mana kebanyakan negara barat justru mengambil haluan politik sebaliknya. Keruntuhan spektakuler SPD menandai kekalahan berat politik berhaluan kiri Eropa. Absennya kekuatan kiri akan menjadi ciri pemerintahan negara-negara terpenting Eropa, seperti di Perancis, Jerman dan segera akan terjadi di Inggris.“

DK/HP/dpa