Pemilu Negara Bagian di Jerman
1 September 2009
Harian konservatif Spanyol ABC yang terbit di Madrid dalam komentarnya menulis:
"Adiós atau selamat tinggal koalisi besar. Pemilihan tingkat negara bagian menandai berakhirnya persekutuan antara kristen demokrat dan sosial demokrat di pemerintah pusat Berlin. Kekalahan Partai Kristen Demokrat CDU di negara bagian Saarland dan Thüringan janganlah diinterpretasi sebagai peringatan bagi Kanselir Jerman Angela Merkel. Para pemilih justru ingin menunjukkan ketidakpuasaannya pada koalisi besar. Pemenang pemilihan kali ini adalah partai kecil. Para pemilih tidak merasa ada perbedaan antara partai-partai besar, apakah memilih CDU atau partai sosial demokrat SPD. Jerman sebaiknya tidak melanjutkan pemerintahan koalisi. Meskipun stabilitas cukup tercipta, pemerintah koalisi tidak berhasil memacu reformasi yang dibutuhkan oleh perekonomian Jerman.“
Sementara harian Swis Neue Zürcher Zeitung menulis:
"Bahwa kedua partai, CDU dan SPD, tidak berhasil menciptakan kesan baik, kenyataan itu tidak dapat dipungkiri. Begitu juga, kenyataan bahwa sekarang Partai Kiri dapat dipandang sebagai partai yang juga pantas dipilih di negara bagian barat Jerman. Partai-partai kecil seperti Partai Kiri, Partai Liberal dan Partai Hijau beruntung langsung dari kekalahan partai-partai besar. Kemudian yang kini nampak lebih jelas lagi dari sebelumnya, adalah kemungkinan terbentuknya sebuah pemerintahan yang terdiri koalisi antara lima partai. Tren ini bakal nampak juga dalam pemilihan umum nanti.“
Di Italia harian La Repubblica juga menanggapi pemilihan tingkat negara bagian di Jerman. Menurut harian ini Kanselir Jerman Angela Merkel mengikuti gerakan Kiri ala Italia:
“Sejak hari Minggu lalu, dimana Partai Kiri meraih kesuksesan besar empat pekan menjelang pemilihan parlemen, hingga Senin lalu ada angin segar, yang membawa tren baru, yakni penyatuan partai-partai kiri. Meskipun Kanselir Angela Merkel tidak menunjukkan kekhawatirannya, tetapi masalahnya tetap eksis. Kemenangan kubu kiri untuk pertama kali menunjukkan bahwa politik Jerman sebetulnya tidak dapat ditebak. Pembentukan pemerintahan dan koalisi yang sebelumnya tidak terbayangkan, kini bisa menjadi realitas."
Kekalahan partai CDU dalam pemilihan negara bagian pekan lalu juga dikomentari oleh harian Perancis Le Figaro dan mengusulkan strategi menyerang bagi Angela Merkel dalam pemilihan parlemen nanti:
"Hasil pemilihan di tiga negara bagian merupakan peringatan bagi Kanselir Angela Merkel. Merkel sudah tidak mungkin hanya mengandalkan ketenarannya, jika ia ingin dipilih kembali untuk masa jabatan yang kedua empat pekan lagi. Karena itu, ia sebaiknya menyontoh metode Presiden Perancis Nicolas Sarkozy. Angela Merkel bukan pejuang kampanye yang terbaik. Jika boleh memberi usulan: seharusnya ia menyerbu langsung arena pertempuran tanpa ragu. Keunggulan pribadinya adalah simpati dan kesuksesannya di luar negeri, begitu argumen kubunya. Padahal jika ia terinspirasikan oleh Sarkozy, maka ia akan membuka diri pada kubu kiri. SPD semakin diseret ke kiri oleh Partai Kiri. Dan di sinilah, Kanselir Jerman seharusnya menempati posisi tengah dalam percaturan politik.“
Tema lain yang juga disoroti oleh sejumlah media dunia adalah peringatan 70 tahun Perang Dunia II. Harian Inggris Independent menulis:
“Sangat disayangkan, bahwa hingga kini anggota Kremlin masih saja membanggakan serangan brutal Stalin terhadap negara tetangga. Bersamaan dengan itu, dan hal ini dapat dibenarkan, mereka juga memuja keberanian dan heroisme warga biasa dan penduduk bekas Uni Soviet. Masih dinantikan, bahwa suatu ketika Rusia akan mengubah bab gelap dalam sejarah nasionalnya. Namun jika menilai pernyataan Putin 70 tahun setelah Perang Dunia berakhir, nampaknya saatnya belum tiba.”
AN/HP/dpa