Pemimpin Eropa Sambut Hasil Pemilu Jerman
28 September 2009
Komisi Eropa pada dasarnya tidak diperkenankan mengomentari hasil pemilihan umum di masing-masing negara anggota. Itu dilakukan untuk menjaga netralitas Brussel dari pengaruh pemerintah nasional.
Namun kali ini seorang jurubicara Komisi mengumumkan, bahwa Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barosso akan mengucapkan selamat kepada pemerintah Jerman jika kabinet baru sudah terbentuk dan diresmikan secara sah.
Perdana Menteri Swedia Frederik Reinfeldt yang saat ini menduduki kursi kepresidenan Dewan Uni Eropa dan juga berasal dari partai konservatif kanan sebaliknya mengomentari berakhirnya koalisi besar di Jerman dengan kelegaan.
„Jerman saat ini sangat terpukul dampak krisis keuangan di Eropa." Ujarnya. "Jerman memiliki utang negara yang besar dan membutuhkan reformasi yang memang sudah didiskusikan oleh koalisi besar namun dalam implementasi cuma berhasil setengahnya. Saya kira, warga Jerman telah memilih pemerintahan reformasi yang akan kembali memperkuat daya saing perekonomian negara."
Tidak berbeda dengan ucapan selamat dari Parlemen Eropa yang juga cendrung mengedepankan perekonomian. Fraksi Kristen Demokrat misalnya mengharapkan pemerintahan baru Jerman agar "menciptakan dorongan ekonomi dan politik secara keseluruhan bagi Uni Eropa."
Guy Verhofstadt, ketua Fraksi Liberal di Parlemen Eropa mengucapkan selamat bagi kandidat utama Partai Liberal Bebas ,FDP, Guido Westerwelle atas perolehan suara yang tinggi pada pemilu. Westerwelle dipastikan akan menjalin koalisi dengan partai CDU/CSU untuk membentuk pemerintah konservatif kanan-tengah di bawah Angela Merkel. ´
Jerman, begitu kata Verhofstadt, "membutuhkan perubahan haluan dan sebuah pemerintahan yang mengurusi dampak krisis keuangan, pengangguran dan pertumbuhan ekonomi secara intensif."
Harapan Uni Eropa terutama diarahkan pada peran yang akan dimainkan oleh salah satu kekuatan ekonomi Eropa dalam kebijakan ekonomi. Sebagian besar berharap, reformasi di Jerman akan membantu semua negara Eropa untuk secepatnya keluar dari krisis ekonomi.
Dari seberang Atlantik dilaporkan Presiden Amerika Serikat Barack Obama pada minggu malam menegaskan akan meningkatkan hubungan kedua negara. Dengan kemenangan kubu konservatif kanan, pemerintahan di Jerman menjadi lebih stabil dan lebih mudah untuk diperhitungkan,seperti yang tertulis di media-media AS.
Sebaliknya Presiden Rusia Dimitri Medvedev menunggu hingga 15 jam setelah keluarnya hasil penghitungan cepat sebelum memberikan ucapan selamat atas kemenangan Angela Merkel. Hubungan Jerman dan Rusia secara tradisional berlangsung baik. Namun sebagian pengamat berspekulasi, keterlambatan itu dikarenakan terjadinya cekcok antara Presiden Medvedev dan Perdana Menteri Vladimir Putin.
Meskipun Komisi Eropa mencoba tidak mencampuri jalannya pemilu di Jerman, sebagian besar komisaris menunggu langkah pemerintah Jerman dalam menolong produsen otomotif Opel.
Sebagian negara anggota mengkhawatirkan, Jerman akan menggunakan uang pajak rakyat untuk mempertahankan pabrik Opel di Jerman yang akan mengancam keberadaan pabrik Opel di negara Eropa lain. pasalnya investor baru Opel, Magna merencanakan PHK bagi sekitar 4000 tenaga kerja Opel. Jurubicara Komisi Eropa, Jonathan Todd mengatakan, regulasi persaingan di Eropa bagaimanapun juga harus dipatuhi.
„Komisi akan mengamati secara konsekuen, bantuan semacam apa yang diterima Opel. Secepatnya ketika pemerintah baru Jerman menerangkan rencananya secara detail, kami akan segera mengujinya. Dan dalam masalah ini kami akan berkomunikasi secara intensif dengan pemerintah Jerman."
Namun dalam masalah ini pemerintah baru di Jerman tampaknya tidak akan sejalan dengan kepentingan negara anggota Uni Eropa. Pasalnya rekanan koalisi CDU, yakni Partai FDP yang sangat berorientasi pasar, dipastikan akan mencegah mengucurnya dana bantuan bagi Opel yang nyaris bangkrut ditelan utang, melampaui batas kemampuan pasar.
Christoph Hasselbach/Rizki Nugraha
Editor: Asril Ridwan