Pencarian Korban Longsor di Gorontalo Masih Berlanjut
11 Juli 2024
Bencana longsor menimpa tambang emas ilegal di Desa Tulabolo, Kecamatan Suwawa Timur, Gorontalo, pada Sabtu (06/07) tengah malam. Data BNPB hingga Rabu (10/07) mengungkap 23 tewas dan 30 lainnya masih hilang.
Tim SAR Gabungan telah melakukan operasi pencarian dan penyelamatan korban sejak Minggu (07/07)Foto: DIDOT/AFP
Iklan
Upaya penanganan korban yang tertimbun material longsor di kawasan tambang emas ilegal di Desa Tulabolo, Kecamatan Suwawa Timur, Provinsi Gorontalo, berlanjut hingga hari keempat pascabencana.
Menurut data Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) pada Rabu (10/07), 30 warga masih dalam pencarian tim SAR gabungan. Operasi pencarian dan pertolongan telah berlangsung sejak Minggu (07/07).
BNPB mencatat total warga terdampak sementara berjumlah 143 warga, dengan rincian selamat 90 orang dan meninggal 23 orang. Sementara itu, terkait mereka yang terus dalam pencarian tercatat sebanyak 30 orang.
Ayo berlangganan gratis newsletter mingguan Wednesday Bite. Recharge pengetahuanmu di tengah minggu, biar topik obrolan makin seru!
Terkait dengan warga yang masih dinyatakan hilang, pihak BPBD setempat terus memutakhirkan data korban. Daftar nama-nama yang dinyatakan hilang telah di peroleh namun alamat asal para korban belum semuanya teridentifikasi.
Menurut BNPB, sebanyak 1.002 personel tercatat terlibat dalam upaya pencarian korban hilang. Mereka berasal dari 25 instansi atau organisasi. Operasi pencarian dikoordinasikan oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas.
BNPB juga mengungkap bahwa upaya pencarian terkendala medan atau kondisi wilayah yang terdampak longsor. Situasi ini menyulitkan pergerakan alat berat. Selain itu, aktivitas tim gabungan sempat terkendala cuaca hujan yang membahayakan keamanan dan keselamatan personel di lokasi.
Longsor Diprediksi Akan Semakin Sering Terjadi di Indonesia
06:58
This browser does not support the video element.
Basarnas rilis nama korban tewas dan hilang
Meninggal dunia 23 orang:
Iklan
1. Fatma Afita/ P/40 Thn
2. Dewa Saputra/L/4 Thn
3. Samsiar/L/48 Thn
4. Alfian Manege/L/17 Thn
5. Lukman/L/
6. Alfian Mamonto/L/28 Thn
7. Rahmat Nurhamidi/L/21 Thn
8. Rina Muhammad/P/50 Thn
9. Ramlah Kumuria/L/40 Thn
10. Rudin Kunye /L/55 Thn
11. Mr X: (Rizaldi Abdullah L/29 Th, Pentadio Timur)
12. Hendra Pakaya L/30 Thn
13. Pandris Uno L/47 Thn
14. Roy Kushina:L/22 Thn
15. Arjun Djafar : L/22 Thn
16. Risno.Jafar:L/48 Thn
17. Hamdan Moh.Kango/L/50 Thn
18. Aprianto Yusuf:L/
19. Mr. X: (Ka Pulu)
20. Ipen Towalu L/48 Th Pilohayanga
21. Kevin Pakaya L/17 Th Asparaga
22. Samsir Tohopi L/36 Th Bulota Limboto
23. Sarinda Igi Risa:P/42 Thn
Dalam pencarian 30 orang:
1. Hartati Ibrahim:P/
2. Rinko Mutato:L/
3. Amran Lakoro:L/
4. Royan:L/
5. Sarif Usman/L/45 Thn
6. Saeful Kadoli/L/48 Thn
7. Isran Jabi :L/41 Thn
8. Moh.Akuba:L/53 Thn
9. Emi Pou:P/26 Thn
10. Usman Kalati:L/39 Thn
11. Joni Husain:L/63 Thn
12. Irianti Nusi:P/35 Thn
13. Sahril Lahay:L/22 Thn
14. Hendry Lukun:L/30 Thn
15. Rezky Hubu:L/18 Thn
16. Abdul Ishak Yusuf:L/48 Thn
17. Jefnizaldi Mohune:L/
18. Ariel Mohune:L/
19. Simin Isa:L/43 Thn
20. Zulkifli Isa:L/23 Thn
21. Zulkarnain S.Isa:L/21 Thn
22. Anjas:L/23 Thn
23. Arman Rauf:L/22 Thn
24. Rizki Rauf :L/17 Thn
25. Delvia Wartabone P/37 Thn
26. Risky Saputra Ipango L/22 Th
27. Rolis Atiki L/43 Th
28. Don sadu L/50 Th
29. Sri Yulfina Mopoliwu P/20 Th,Ds. Permata Kec.Bone Tibor 17
30. Jamaludin Tomaili L/22 Th, Ds Alo Tombulilato Tibor 17
gtp/gtp (BNPB, Basarnas)
Yang Harus Dilakukan Agar Lolos dari Bencana
Berikut tips untuk Anda saat bencana seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi, angin puting beliung atau Tsunami seketika melanda.
Foto: Juni Kriswanto/AFP/Getty Images
Rajin memperbaharui informasi
Anda dapat mengunduh beberapa aplikasi ini: info BMKG, untuk mengecek gempa bumi hingga prakiraan hujan yang menyebabkan banjir; INARisk, website yang dapat mengupdate ancaman bencana terkini disertai penanggulangannya; atau Disaster Alert, untuk mengetahui kemungkinan bencana global. Mengakses radio lokal pun dapat membantu Anda mengetahui situasi bencana terkini.
Foto: picture-alliance/imagebroker/T. Born
Siap dengan Tas Darurat
Sebelum bencana terjadi, siapkanlah tas darurat berisi barang-barang berikut: kotak berisi obat dan plester, makanan kaleng dan air minum yang cukup setidaknya untuk 3 hari, kunci rumah/kendaraan cadangan, glow stick dan peluit, senter dan baterai cadangan, pisau lipat, uang, beberapa potong pakaian dan sepatu. Jangan lupa rutin cek tanggal kadaluarsa makanan.
Foto: picture-alliance/dpa/H. Kaiser
Saat banjir melanda
Matikan listrik rumah Anda, taruh barang elektronik di tempat yang lebih tinggi. Bersiaplah pindah ke tempat yang lebih tinggi. Berjalanlah pada pijakan yang tidak bergerak, cek kepadatan tanah dengan tongkat. Perhatikan juga arus pada genangan karena banjir bandang bisa saja terjadi. Jika sedang berkendara dengan mobil, tinggalkan mobil Anda dan berlarilah ke tempat yang lebih tinggi.
Foto: Reuters/K. Katombe
Saat terjadi gempa bumi
Jika berada dalam ruangan, jangan berlarian meninggalkan bangunan dan menggunakan lift. Jauhilah jendela, kaca, dan pintu. Carilah tempat berlindung di bawah meja atau di sudut ruangan yang jauh dari pintu. Lalu bertelungkuplah di lantai, taruh tangan di belakang kepala. Jika berada di luar, jauhi tiang listrik dan bangunan tinggi. Jika berada dalam mobil, keluar dan carilah tempat berlindung.
Foto: AP
Saat Angin Puting Beliung datang
Angin Puting Beliung biasanya terjadi sekitar 5-10 menit. Jika memungkinkan menjauhlah dari lokasi kejadian dan carilah bangunan kokoh di sekitar Anda. Jika berada dalam rumah kayu atau semi permanen keluarlah dari untuk mencari perlindingan karena bisa jadi rumah roboh. Hindari pohon besar, baliho, papan reklame dan jalur kabel listrik.
Foto: picture-alliance/dpa/C. Kaufner
Saat longsor mengancam
Waspadalah terhadap curah hujan yang tinggi. Lebih baik jika Anda dan penduduk sekitar punya jadwal jaga bersama. Jika terdengar suara gemuruh, patahan pohon, bangunan runtuh, segeralah keluar dan carilah tempat lapang tanpa penghalang, perhatikan juga apakah tebing sekitar Anda memiliki potensi longsor. Jauhi area longsoran karena hujan deras akan membuatnya menjadi lumpur yang 'bergerak' cepat.
Foto: Getty Images/AFP/T. Matahari
Sebelum Tsunami menghempas
Waspadalah jika terjadi gempa yang disertai surutnya air laut, karena itu salah satu tanda akan terjadi gelombang tinggi. Jika Anda berada di pesisir pantai, perbaharuilah informasi gempa terkini. Terdapat ‘‘Golden time‘‘ sebelum Tsunami terjadi setelah gempa. Golden time berkisar 40 menit. Siapkan diri Anda berpindah ke lokasi yang lebih tinggi. slc/hp (dari berbagai sumber)