Menurut penelitian yang dilakukan Center of Detention Studies (CDS), lapas di Indonesia kelebihan kapasitas sebanyak lebih dari 100 ribu narapidana.
Foto: Sergey Nepsha/Zoonar/picture alliance
Iklan
Peneliti Center of Detention Studies (CDS) Ali Aranoval menemukan jumlah penghuni lembaga pemasyarakatan (lapas) di Indonesia melebihi kapasitas. CDS menjelaskan bahwa ada kelebihan kapasitas sebanyak 144.253 orang narapidana (napi).
"Jadi kita lihat kondisi permasyarakatan Indonesia ini saya ambil data tanggal 7 (September 2022) sebagaimana tadi disampaikan oleh moderator awal. Kapasitas hunian penjara Indonesia itu hanya 132.107 orang. Kemudian kapasitas hunian sampai tanggal 7 kemarin itu sekitar 276.360 orang sehingga ada kelebihan narapidana sekitar 144.253 orang," kata Ali Aranoval dalam acara diskusi panel INLU 2022 di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (21/9/2022).
Ali mengatakan narapidana terbanyak di lapas Indonesia adalah narapidana narkotika. Dia menyebut hanya ada 3.147 orang yang mendapatkan rehabilitasi dengan teknik metadone.
"Nah dari 276.360 itu narapidana narkotikanya ada 142.653 orang, pengguna 108.009 orang, pengguna narkotika dan mereka yang memperoleh perawatan untuk rehabilitasi dengan teknik metadone itu ada sekitar 3.147 orang," ujarnya.
Pelarian Spektakuler dari Penjara
Indonesia mengenal Johny Indo, salah seorang dari sedikit narapidana yang berhasil kabur dari Nusakambangan. Berikut pelarian atau setidaknya usaha pelarian dari penjara yang pernah menjadi buah bibir.
Foto: Getty Images/New York State Governor's Office/D. McGee
Penjagaan Ketat Tidak Cukup
Juli 2015, raja obat bius Meksiko Joaquin “El Chapo” Guzman berhasil kabur dari penjara Altiplano lewat terowongan yang ia gali di kamar mandi. Keberhasilan ini merupakan yang ke-2 baginya, setelah 14 tahun lalu ia juga berhasil melarikan diri dari penjara yang dijaga dengan ketat.
Foto: Reuters/PGR/Attorney General's Office
Menghilang dari Alcatraz
Dengan menggunakan sendok dan bor buatan senderi, tiga perampok bank menggali lubang di sel mereka dan berhasil kabur dari Alcatraz pada tahun 1962. Sampai sekarang keberadaan mereka masih menjadi misteri.
Foto: imago/Kai Koehler
Acungan Jempol untuk Percobaan Ini
Juan Ramirez Tijerina ditahan di sebuah penjara di Meksiko karena terbukti miliki senjata secara illegal. Tahun 2011, ia mendapat kunjungan dari istrinya yang datang dengan sebuah koper besar. Saat sang istri keluar, sipir penjara memeriksa koper yang dibawanya dan mendapatkan Ramirez meringkuk di dalamnya.
Foto: picture-alliance/dpa/Sspqr
Salah Satu Terbesar di Eropa
Pelarian 38 anggota Pasukan Republik Irlandia IRA dari penjara Maze dicatat sebagai yang paling menggemparkan di Eropa. Dengan senjata api dan pisau seludupan, mereka melumpuhkan petugas. Rencananya pasukan IRA akan menunggu di depan penjara, membantu pelarian ini. Tapi karena salah perhitungan waktu, 5 menit lebih cepat, para narapidana harus meneruskan pelarian mereka sendirian.
Foto: picture-alliance/dpa/P. Mcerlane
Spesialis Udara
Bagai adegan film aksi Hollywood: Sebanyak dua kali Pascal Payet berusaha lari dari penjara dengan helikopter. Tahun 2001, terpidana pembunuhan ini kabur dari penjara di sebuah desa di Perancis menggunakan helikopter yang ia bajak. Tahun 2007, kembali ia menggunakan helikopter untuk kabur. Sebelumnya ia membantu tiga napi lain untuk kabur dari penjara, juga dengan helikopter.
Foto: Getty Images/AFP/B. Horvat
Buronan Paling Dicari
Saat menunggu persidangan, pembunuh berantai Theodore Robert Bundy melarikan diri dengan melompat dari jendela perpustakaan pengadilan. Ia berhasil ditangkap kembali. Dari sel tempat mendekam di Colorado, ia kembali berhasil melarikan diri lewat lubang di langit-langit, setelah sebelumnya ia "melakukan diet“ untuk menurunkan berat badan sampai sekitar 15 kg.
Foto: picture-alliance/AP
Mencari Telur Paskah
Walter Stürm dipenjara karena kasus pencurian. Ia melarikan diri pada tahun 1981 dari sebuah penjara di Swiss, dan meninggalkan pesan "Keluar untuk cari telur Paskah“. Baginya pelarian ini merupakan keberhasilannya yang ketiga kali.
Foto: picture-alliance/dpa
Pencarian Besar-besaran
6 Juni 2015, dua narapidana kasus pembunuhan, David Sweat dan Richard Matt, kabur dari penjara kota New York, dengan membuat lubang di dinding sel. Upaya penangkapan kedua buronan ini merupakan salah satu aksi terbesar yang pernah digelar di AS. 26 Juni 2015, Richard Matt tewas dalam baku tembak dengan polisi, sementara David Sweat ditangkap dalam keadaan luka parah dua hari kemudian.
Foto: Getty Images/New York State Governor's Office/D. McGee
8 foto1 | 8
CDS menyayangkan sedikitnya narapidana narkotika yang memperoleh rehabilitasi. Menurut Ali, hal itu dikarenakan anggaran negara belum cukup membiayai kebutuhan napi narkotika di tempat rehabilasi.
"Kita lihat bapak-ibu sekalian sangat terbatas sekali pemerintah dalam menangani mereka yang pengguna narkotika di dalam, padahal isinya banyak tapi yang mendapatkan program rehabilitasi sangat sedikit, kenapa? Karena inilah negara belum sanggup untuk membiayai seluruh kebutuhan narapida di dalam penjara," tuturnya.
Lebih lanjut, Ali memaparkan jumlah hunian lapas untuk pidana pendek. Ada 3.940 narapidana dengan hukuman pidana 1-5 tahun yang kini menghuni lapas.
"Kemudian pidana pendek yang dihukum 1-5 tahun itu narapidananya ada sebanyak 3.940 orang," ucapnya.