Penembakan Sekolah di Thailand: Guru Tewas, Siswa Terluka
12 Februari 2026
Seorang remaja berusia 17 tahun menembakkan senjata api di sekolah Patongprathankiriwat, Distrik Hat Yai, Provinsi Songkhla, Thailand Selatan, pada Rabu (11/02). Penembakan ini mengakibatkan korban luka dan menewaskan seorang guru perempuan yang juga kepala sekolah.
Guru bernama Sasiphat Sinsamosorn tersebut meninggal pada Kamis (12/02) sekitar pukul 02.00 dini hari akibat cedera organ dalam dan kehilangan darah yang parah, menurut Kementerian Kesehatan Thailand.
Associated Press melaporkan remaja tersebut menggunakan senjata api yang dicuri dari seorang polisi dan kemudian ditangkap setelah ditembak oleh pihak kepolisian. Selama insiden berlangsung, pelaku sempat menyandera sejumlah siswa dan guru.
Sebelumnya, pemerintah administrasi provinsi menyampaikan melalui media sosial bahwa pelaku berusia 17 tahun tersebut memasuki Sekolah Patongprathankiriwat di Kota Hat Yai, Thailand.
Pelaku berhasil ditangkap polisi
“Pelaku sudah berhasil ditangkap,” kata Wakil Inspektur Polisi Wichian Soboon kepada Reuters. Informasi lain juga menyebutkan bahwa pelaku penembakan terluka setelah ditembak polisi.
Pihak berwenang mengungkapkan bahwa pelaku memiliki riwayat penyalahgunaan narkoba dan gangguan psikologis, serta baru keluar dari rumah sakit jiwa pada Desember 2025. Pelaku juga memiliki seorang kakak yang bersekolah di tempat yang sama. Polisi masih menyelidiki motif penyerangan.
Kepolisian Thailand menyatakan penyerangan berlangsung selama sekitar dua jam dan dilakukan pada sore hari. Beberapa saat setelah kegiatan belajar mengajar usai.
Kejadian itu menyebabkan kepala sekolah terluka parah sebelum dinyatakan meninggal dunia. Selain itu, ada pula siswa yang mengalami luka tembak. Di samping itu, ada siswa yang mengalami cedera setelah melompat dari gedung saat berupaya menyelamatkan diri dari lokasi kejadian.
Polisi melumpuhkan pelaku dalam baku tembak, sebelum berhasil menangkap pelaku.
Daftar kasus penembakan di Thailand
Kekerasan bersenjata bukan hal yang baru di Thailand. Negara tersebut masuk dalam daftar negara dengan kepemilikan senjata api dan tingkat kematian akibat senjata api tertinggi di Asia. Kasus penembakan massal beberapa kali terjadi.
Pada 2017 riset GunPolicy.org menyebut bahwa ada 10,3 senjata api per 100 orang di Thailand. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibanding Malaysia di mana ada kurang dari satu senjata api per 100 orang di negara tersebut. Jika kepemilikan senjata api ilegal turut dihitung, maka jumlahnya diperkirakan meningkat menjadi 15 senjata api per 100 orang.
Kejadian penembakan massal di Thailand juga pernah terjadi sebelumnya. Pada Oktober 2022, serangan dilakukan oleh seorang mantan sersan polisi yang dipecat dari pekerjaannya, menewaskan 36 orang, termasuk 12 balita. Serangan dengan senjata api dan pisau di sebuah tempat penitipan anak di kota kecil Uthai Sawan, timur laut Thailand. Serangan itu memicu seruan untuk memperketat pengendalian senjata. Namun hingga kini belum ada perubahan besar terkait regulasi tersebut.
Sementara itu, pada Februari 2020, seorang tentara Thailand yang tengah marah pada atasannya akibat permasalahan keuangan melakukan aksi penembakan brutal di Kota Nakhon Ratchasima, timur laut Thailand. Serangan itu menewaskan 29 orang dan melukai puluhan lainnya. Pelaku akhirnya ditembak mati oleh polisi setelah pengepungan semalam di sebuah pusat perbelanjaan.
Artikel ini diadaptasi dari artikel berbahasa Inggris
Diadaptasi oleh Joan Aurelia Rumengan
Editor: Tezar Aditya