Pengadilan Saddam Hussein, Pelantikan Presiden Jerman
1 Juli 2004Ia akan diadili sebuah pengadilan khusus, untuk mempertanggung jawabkan tindak kejahatan yang dilakukannya selama memegang tampuk kekuasaan. .Dengan diserahkannya Saddam Hussein ketangan pengadilan khusus Irak ia dijadikan terdakwa dan tidak lagi memiliki status sebagai tahanan perang. Selain Saddam Hussein juga akan diadili mantan 11 pejabat tinggi dalam pemerintahannya. Diserahkannya Saddam Hussein ketangan pengadilan Irak, merupakan tema pertama dalam acara SARI PERS INTERNASIONAL. Dan tema yang kedua nanti, pergantian Presiden di Jerman. Baiklah kami mulai dengan tema pertama, diserahkannya Saddam Husein ketangan pengadilan Irak. Harian Inggris THE TIMES yang terbit di London meminta agar proses pengadilannya dilakukan secara terbuka. Kami kutip:
Sedapat mungkin proses pengadilan terhadap Saddam Hussein dilakukan secara terbuka, lewat siaran langsung televisi tanpa sensor. Ini merupakan sesuatu yang sangat penting. Terdapat kecemasan, dimana Saddam Hussein mempunyai peluang mempertanyakan legitimasi dan cara yang dipergunakan untuk menumbangkan kekuasaannya. Dengan demikian ia dapat membelokkan pertanyaan mengenai tindakan yang dilakukannya selama memegang kekuasaan. Pada waktu bersamaan terdapat peluang bagi adanya semacam komisi kebenaran dan perujukan, yang membuka kemungkinan agar jutaan orang dapat mengikuti prosesnya secara rinci, meskipun tidak akan ada amnesti bagi mereka yang bersalah.
Terlihat isyarat yang penting di Irak. Demikian komentar harian Italia LA REPUBLICA yang terbit di Roma dalam menanggapi diserahkannya Saddam Hussein ketangan pemerintahan sementara Irak. Selanjut kami baca:
Ini merupakan tindakan pertama, setelah hari Senin lalu, kedaulatan Irak kembali dipulihkan. Sebuah kedaulatan formal yang harus menghadapi beberapa ujian agar menjadi nyata dan dapat dipercaya. Sekarang kepercayan itu hendak kembali dipulihkan, dengan diserahkannya Saddam Hussein ketangan pengadilan khusus Irak. Ini merupakan isyarat yang mengandung dimensi ganda. Disatu pihak menampilkan sikap hati-hati, dimana pengamanan Saddam Hussein dan tahanan penting lainnya masih tetap berada ditangan Amerika Serikat. Sedangkan dimensi lain adalah, diperlukannya usaha meningkatkan otoritas Perdana Menteri sementara Ijad Alawi. Didunia Arab seorang pemimpin yang disebut sebagai " Rais", bukanlah seorang pimpinan yang sesungguhnya, bila ia memegang kendali dibidang hukum.
Selanjutnya kami kutip komentar harian Jerman TAGESSPIEGEL yang terbit di Berlin:
Proses pengadilan terhadap Saddam Hussein yang akan digelar dalam beberapa bulan mendatang, merupakan ujian apakah Irak yang baru, berpijak pada dasar hukum,dan menjamin dilangsungkannya proses pengadilan dengan jujur. Disamping itu siaran langsung dari ruang sidang pengadilan, juga akan memberikan pengaruhnya dikawasan sekitarnya. Metoda tindak kekerasan yang dilakukan Saddam Hussein selama berkuasa, juga diterapkan dinegara-negara Arab lainnya. Dengan duduknya Saddam Hussein dibangku terdakwa, setidaknya akan membuat Assad, Mubarak, Ghadafi dan Abdullah menjadi tidak nyaman.
Baiklah kita masuki tema kedua, Presiden baru Jerman. Setelah mengakhiri masa jabatannya selama lima tahun , Johannes Rau menyerahkan jabatan Presiden kepada penggantinya Horst Köhler. Harian RHEIN ZEITUNG yang terbit di Koblenz berkomentar:
Mantan Direktur Dana Moneter Internasional IMF Horst Köhler yang dilantik menjadi Presiden Jerman yang baru , menangkap isyarat , Jerman berpijak pada kaki yang salah. Jerman berada dalam perubahan total, yang bebannya ditanggung sejumlah besar warga. Untuk itu tidak diperlukan ramalan, melainkan ditingkatkannya kerja keras dan ketekunan.
Terakhir kami kutip komentar harian Jerman lainnya, NÜRNBERGER NACHRICHTEN yang terbit di Nürnberg: Harian ini secara khusus menyoroti Johannes Rau yang mengakhiri jabatannya sebagai Presiden Jerman. Kami baca:
Seperti halnya Heuss, Heinemann, Weizsäcker dan juga Herzog, Johannes Rau tidak hanya menandatangani undang-undang dan menyampaikan surat pengangkatan atau pemberhentian seorang menteri. Ia seorang politisi yang memegang jabatan presiden, dan mengembangkan sendiri profilnya. Seperti hal para pendahulunya, Rau juga mengalami betapa beratnya beban tugas yang dipikulnya. Tapi dari apa yang dilakukannya, ia mendapatkan penghormatan.