Pengembangan Vaksin COVID-19: Jerman Beli Saham CureVac
16 Juni 2020
Jerman akan membayar Rp 4 triliun untuk mendapat 23% saham CureVac, perusahaan biotek yang sedang mengembangkan vaksin COVID-19. Jerman bersama empat negara lain, akan membeli 300 juta dosis vaksin potensial AstraZeneca.
Perusahaan Biotek Jerman, CureVac sedang mengembangkan vaksin COVID-19Foto: picture-alliance/dpa/S. Gollnow
"Pemerintah Jerman telah memutuskan untuk berinvestasi di perusahaan yang menjanjikan ini dengan harapan akan mempercepat program pengembangan dan menyediakan sarana bagi CureVac untuk memanfaatkan potensi penuh teknologinya," kata Altmaier pada konferensi pers Senin (15/06).
Dia menambahkan bahwa Jerman ingin memperkuat sektor-sektornya dalam bidang sains dan biotek. Namun, pemerintah tidak akan memiliki wewenang atas strategi bisnis CureVac.
Untuk melindungi kepemilikan Jerman terhadap dua pengembang vaksin virus corona asal Jerman - CureVac dan BioNTech - pemerintah federal membuat kebijakan baru pada bulan Mei lalu, untuk menolak tawaran pengambilalihan asing terhadap perusahaan kesehatan negara itu.
"Kami mengirimkan sinyal yang jelas untuk CureVac bahwa di sini, di Jerman, adalah tempat untuk melakukan bisnis," kata Altmaier kepada wartawan di Berlin.
Pesan 300 juta dosis vaksin potensial
Hingga saat ini, pengusaha ternama asal Jerman Dietmar Hopp, sekaligus salah satu pendiri perusahaan perangkat lunak Eropa SAP, telah menjadi investor utama di CureVac, dengan memiliki lebih dari 80% saham.
Langkah investasi Jerman dilakukan beberapa hari setelah menandatangani perjanjian bersama dengan Prancis, Italia, dan Belanda. Keempat negara ini ingin memperoleh 300 juta dosis vaksin virus corona yang potensial dari grup farmasi asal Inggris-Swedia, AstraZeneca.
Berdasarkan kesepakatan yang dibuat, semua negara anggota Uni Eropa harus menerima persediaan vaksin segera setelah vaksin berhasil ditemukan. AstraZeneca yang mengembangkan vaksin dan bekerja sama dengan Universitas Oxford, sedang melakukan uji coba terhadap 10.000 peserta.
pkp/rap (dpa, Reuters)
Restoran dan Bar di Jerman Kembali Dibuka
Bar dan restoran di lima negara bagian Jerman telah diizinkan untuk dibuka kembali setelah beberapa minggu tutup karena COVID-19. Pengunjung dan perusahaan tetap harus mengikuti protokol higienis dan kesehatan.
Foto: picture-alliance/dpa/A. Dedert
Kehidupan Publik Mulai Kembali Normal
Seorang pekerja restoran membersihkan meja di Lapangan Neumarkt di kota Dresden. Restoran dan bar di negara bagian Berlin, Brandenburg, Hessen, Sachsen-Anhalt dan Thüringen sudah diizinkan buka kembali pada 15 Mei. Bar dan restoran di Mecklenburg-Vorpommern, Nordrhein-Westalen, Niedersachsen, Hamburg, dan Rheinland-Pflaz sudah diizinkan buka kembali lebih dulu.
Foto: picture-alliance/dpa/R. Michael
Makan Bersama Manekin
Aturan social distancing yang mewajibkan pengunjung restoran untuk duduk berjauhan satu sama lain membuat restoran kini mengalami penurunan jumlah pengunjung. Hotel Haase di Niedersachsen ini memutuskan untuk mengisi meja-meja kosong dengan manekin.
Foto: picture-alliance/dpa/J. Stratenschulte
Tetap Menggunakan Disinfektan dan Masker
Sebuah tanda di atas meja di Mecklenburg-Vorpommern meminta pengunjung untuk menggunakan disinfektan. Aturan kebersihan yang ketat di beberapa negara bagian Jerman mengharuskan para pengunjung mengikuti langkah-langkah seperti mendisinfeksi tangan mereka dan mengenakan masker di restoran, meskipun aturan tersebut berbeda-beda di setiap negara bagian.
Foto: picture-alliance/dpa/S. Sauer
Bersantap di Ruangan Terbuka
Pemilik dan juru masak sebuah restoran di Berlin menyiapkan teras dan merapihkan meja makan untuk menerima pengunjung. Restoran di negara bagian Thüringen hanya diizinkan untuk melayani pelanggan menggunakan tempat duduk di luar ruangan karena tingginya tingkat infeksi virus corona di negara bagian itu.
Foto: picture-alliance/dpa/J. Kalaene
Harus Memberikan Nomor Telepon
Pemilik bar di Frankfurt menyajikan anggur sambil mengenakan penutup wajah yang bertuliskan: "Berhentilah mengoceh dan cuci tangan." Beberapa restoran mengharuskan tamu untuk meninggalkan informasi kontak mereka. Nomor kontak itu dibutuhkan seandainya nanti diketahui ada kasus infeksi, para pengunjung restoran bisa segera mendapat informasi. (fs/hp)