1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Pengisi Baterai Portabel

9 Januari 2014

Semakin marak perangkat modern yang menunjang gagdet. Zaman sekarang, banyak orang merasa tak bisa jauh dari steker listrik, untuk bisa tetap beraktivitas dengan smartphone, tablet atau laptopnya.

Foto: picture-alliance/dpa

Menelefon, berselancar di dunia maya atau mengunakan sistem navigasi – kegiatan semacam ini cepat sekali menguras isi baterai perangkat mobile seperti smartphone, tablet atau perangkat komunikasi lainnya yang membutuhkan energi.

Jika isi baterai habis, sementara sambungan listrik untuk mengisi baterai tak ada, maka baterai cadangan bisa jadi solusi. Tapi, tidak semua baterai bisa diganti dengan baterai cadangan lain. Ada baterai yang dipasang oleh produsen, tidak dapat dicabut untuk diganti atau perangkat itu tidak menerima pengganti sejenis baterai generik.

Bisa dibawa-bawa

Tak mengherankan jika makin dilirik orang ketergantungan dengan alat komunikasi berbaterai. Beberapa pengisi baterai portabel menggunakan energi matahari, dan dapat tersambung dengan mudah ke perangkat dengan USB.

Pengisi baterai portabel digunakan untuk memasukkan energi listrik ke dalam baterai yang bisa diisi ulang tanpa harus menghubungkan peranti tersebut pada steker listrik.

Pengisi baterai ini disebut portabel karena dapat digunakan tanpa harus menghubungkan pada perangkat listrik. Tetapi pengisi baterai portabel ini memiliki daya tampung energi listrik sehingga ketika daya tersebut telah habis terpakai, energi listrik harus kembali diisi kembali dengan cara menghubungkan kabel ke steker listrik. Baru kemudian ketika penuh bisa dibawa-bawa dan menjadi penyimpan energi, yang bisa dimanfaatkan secara mendadak ketika baterai smarthphone habis dan tak ada steker listrik.

Pengisi baterai portabel hadir di pasar dengan berbagai merek. Ukurannya cenderung sebesar smartphone atau eksternal hard drive dan beratnya antara 200 hingga 500 gram.

Sementara harga standarnya sekitar 30 Euro, untuk sekitar 13.000 milliampere per jam (mAh ), ujar Kai-Christian Moeller, yang menjalankan proyek penyimpanan daya elektrokimia di lembaga penelitian Fraunhofer.

"Dayanya cukup untuk mengisi energi ponsel hingga sekitar enam sampai sembilan kali," katanya. "Tapi untuk laptop hanya hanya sekitar sekali."

Periksa kapasitas ponsel sebelum membeli. Baterai ponsel yang normal membutuhkan antara 500 dan 1.000 milliampere (mA), papar Moeller. Smartphone perlu sedikit lebih besar.

Jika baterai diisi ulang, pastikan perangkatnya sudah siap menyala Selain opsi USB, beberapa baterai juga bisa disambungkan dengan kabel adaptor. Sebagian besar paket memberikan daya sebesar 5 volt. Pastikan alatnya kompatibel dengan perangkat tersebut.

Liburan susah akses listrik

Pengisi listrik portabel sangat tepat bagi mereka yang banyak menghabiskan waktu di jalan. Fungsinya bisa sangat membantu bagi orang-orang yang sedang liburan tanpa akses listrik, seperti hiking atau tur sepeda jarak jauh.

"Terutama jika Anda menggunakan navigasi satelit, baterai biasanya dapat habis dengan cepat," kata Lutz Labs dari majalah komputer c‘t. Labs juga merekomendasikan alat ini untuk wisatawan yang bepergian dengan MP3, i Pod, atau tablet.

Pengisi listrik portabel yang memakai energi surya dapat mengubah sinar matahari langsung menjadi energi. Tapi masih ada kelemahannya."Sebuah charger energi matahari ukuran ponsel membutuhkan 16 sampai 25 jam untuk mengisi daya ponsel, "kata Moeller. Selain itu kondisi cuaca juga penting. "Ketika di luar mendung, tidak ada sinar matahari yang cukup untuk mengisi baterai, ya percuma saja." kata Moeller.

ap/afp(AP/YF)

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait