1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Pengumuman Pengayaan Uranium Iran

10 April 2007

Pernyataan Iran mengenai keberhasilan program pengayaan uranium dinilai bakal merumitkan penyelesaian sengketa atom.

Foto: AP

Mengenai pernyataan Presiden Iran Ahmadinejad, Harian Spanyol El Pais menulis:

„Pengumuman Presiden Mahmud Ahmadinejad, bahwa Iran sekarang mampu memproduksi bahan bakar nuklir secara industrial, merupakan eskalasi yang makin mempersulit hubungan negara itu dengan bagian dunia lain. Kekhawatiran yang muncul adalah, bahwa Teheran bisa memiliki senjata nuklir. Saat ini hal itu memang belum terjadi. Namun jika keterangan jurunding atom Iran Ali Larijani tentang kemajuan instalasi nuklir benar, Iran menurut pandangan para ahli dalam satu tahun lagi sudah punya cukup material untuk membuat bom atom. Ancaman Larijani, bahwa negaranya kemudian akan keluar dari Perjanjian Non Proliferasi, perlu ditanggapi serius.“

Harian Italia La Repubblica berkomentar:

“Pernyataan Presiden Iran menandai hari peringatan penting yang baru dalam kalender Republik Islam ini, yaitu satu tahun Hari Energi Nuklir Nasional. Ahmadinejad, yang popularitasnya di dalam negeri saat ini menurun dan posisinya melemah karena pertarungan kekuatan antara kubu konservatif dan kubu reformis, kini dengan cerdik menggunakan cara baru untuk menyulut sentimen nasionalistis di Iran.“

Harian Italia lain, Corriere della Sera menilai:

“Pimpinan Iran Mahmud Ahmadinejad, setelah merasa menang dengan pembebasan spektakuler para marinir Inggris, dulu juga pernah mencanangkan kabar baik keberhasilan program nuklirnya. Di Iran menurut perkiraan ada sekitar 1000 mesin sentrifugal yang saat ini berfungsi. Sekarang Teheran mengumumkan, seluruhnya ada 3000 mesin yang bisa difungsikan. Jika benar, ini berarti dalam waktu satu tahun Iran biya punya cukup Uranium untuk bom atom. Pernyataan Ahmadinejad menegaskan lagi tekad Iran, negara penghasil minyak keempat terbesar dunia, untuk menjadi adidaya nuklir dengan segala cara.“

Hal lain yang jadi sorotan pers Eropa adalah perang propaganda Iran dengan Inggris soal penahanan anggota marinir. Kementerian pertahanan Inggris mengijinkan anggota militernya menjual cerita tentang penahanan di Iran kepada media. Langkah itu mengundang kritik tajam di Inggris sendiri. Sekarang kementerian pertahanan akhirnya membatalkan ijin itu.

Harian Times yang terbit di London menulis:

“Seandainya rejim Iran masih ragu tentang langkahnya membebaskan 15 marinir Inggris minggu lalu, keraguan itu pasti sekarang hilang. Teheran sudah mencoba secara maksimal menarik keuntungan propaganda dari aksi penahanan itu. Sekarang ada kejutan menyenangkan, karena beberapa tahanan ternyata membantu mereka. Apa yang tidak bisa dicapai Iran melalui propagandanya, sekarang malah terlaksana dengan pemberian ijin kepada para anggota marinir dan pelaut yang dibebaskan untuk menjual cerita mereka ke media. Enam hari lalu orang masih bisa berdebat, apakah Inggris atau Iran yang menang atau kalah dalam episode ini. Sekarang tidak ada keraguan lagi, Inggris yang kalah, dan semua musuh potensialnya adalah pihak yang menang.“

Harian Austria die Presse berkomentar:

„Ke-15 orang itu mulanya adalah korban. Korban mesin propaganda Presiden Iran Ahmadinejad. Sekarang media memberi bayaran fantastis untuk cerita kepahlawanan mereka. Publik sekarang melihat para serdadu sebagai pemburu uang dari krisis itu.“