Waktu berlalu begitu cepat, tahun telah berganti kembali. Apa resolusi Anda di tahun yang baru? Opini Uly Siregar.
Foto: picture-alliance/prisma/M. Ludwig
Iklan
Mendekati pergantian tahun, merefleksikan satu tahun yang sudah kita lewati menjadi semacam kebutuhan. Menengok kembali hari, pekan, bulan di belakang sambil mengingat-ingat kebodohan apa yang diperbuat, capaian apa yang paling membanggakan, kepedihan apa yang dilalui, apa yang terjadi dengan dunia, atau apa-apa yang luput dilakukan meski sudah jadi resolusi akhir tahun2016 saat menyambut 2017.
Bila Anda termasuk jenis orang yang rapi dan teliti, tidak membiarkan buku jurnal kosong-melompong, mungkin agak mudah menengok jejak langkah sepanjang tahun. Bagi yang tak punya keteraturan ingatan tentang satu tahun yang sudah berlalu, mungkin lebih memilih fokus pada tahun yang segera berganti. Meski tentu saja evaluasi tetap penting agar tak mengulang-ulang kesalahan yang sama. Jangan sampai tahun ini menghabiskan pagu kartu kredit hanya karena kalap berbelanja yang tidak perlu, tahun depan tak juga kapok. Bukannya membayar cicilan kartu kredit hingga lunas justru membuka kartu kredit yang baru, misalnya.
Penulis: Uly SiregarFoto: Uly Siregar
Berpikir hati-hati
Melakukan refleksi, dalam bahasa Inggris reflect (kata kerja) artinya think deeply or carefully about. Saat berefleksi seseorang berpikir dalam-dalam atau berhati-hati. Dalam tataran personal, refleksi penting karena manusia mengambil jarak dengan kehidupannya yang sering kali berjalan terlalu cepat, untuk memberi jeda. Jeda waktu digunakan untuk menilai apakah hidup yang dijalani sesuai dengan harapan dan rencana-rencana yang sudah ditetapkan di awal tahun. Atau bila tak ada target khusus, apakah si empunya hidup merasa puas dan bahagia.
Sejatinya refleksi akhir tahun adalah manajerial waktu. Ada yang piawai menggunakan waktunya untuk hal-hal yang produktif dan membahagiakan, ada juga yang melewati satu tahun tanpa melakukan hal-hal yang berarti. Ada yang selalu merasa kekurangan waktu, ada juga yang stres karena terlalu banyak waktu senggang tapi tak mengerti harus melakukan apa.
Setiap orang memaknai periode satu tahun dengan cara berbeda-beda. Tafsir akan sukses, kebahagiaan, dan capaian pun berbeda pada tiap orang. Tapi apa pun peran seseorang dalam masyarakat, apakah pemimpin, calon pemimpin, atau justru bawahan dalam strata yang paling rendah, umumnya setiap orang menginginkan menjadi yang terbaik dalam karier maupun kehidupan pribadi. Refleksi akhir tahun bisa membangun kesadaran diri dan bila dilakukan dengan benar bisa membantu mewujudkan target-target, baik dalam karier maupun kehidupan pribadi.
Kilas Balik Indonesia 2016
Apa saja berita dari tanah air yang menyedot perhatian publik sepanjang tahun 2016 ini? Berikut di antaranya yang paling menonjol.
Foto: picture-alliance/dpa/T. Syuflana
Kasus Kopi Bersianida
Wayan Mirna Salihin tewas setelah meminum kopi di sebuah kafe di Jakarta. Setelah persidangan bak tayangan sinetron, Jessica Wongso yang berada bersama korban saat kejadian, divonis bersalah atas kematian Mirna dan diganjar hukuman 20 tahun penjara. Kasus kopi bersianida ini menyedot perhatian luas publik.
Foto: Getty Images/AFP/B.Ismoyo
Bom Sarinah
Memasuki tahun 2016, aksi teror kembali melanda Indonesia. 14 Januari 2016, Indonesia dikejutkan dengan serangan teror bersenjata dan serangan bom bunuh diri kawasan di Sarinah, Jakarta. Diduga, pelakunya terkait dengan jaringan Islamic State - ISIS. Masyarakat berunjuk rasa menentang aksi terorisme.
Foto: picture-alliance/AP Photo/D. Alangkara
Panasnya Isu LGBT
Masih di awal tahun, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir melarang kelompok lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) masuk kampus. Alasannya: tidak sesuai dengan nilai-nilai dan kesusilaan bangsa. Setelah pernyataannya itu, isu LGBT di Indonesia kembali memanas sepanjang tahun 2016.
Foto: picture-alliance/NurPhoto/A. Rudianto
Gafatar
Di Kalimantan Barat, Ribuan eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) mengalami tindak kekerasan. Rumah-rumah mereka dibakar dan mereka diusir. Isu Gafatar terkuak setelah laporan beberapa orang menghilang dan diduga bergabung dengan organisasi ini. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa, Gafatar.aliran sesat.
Foto: Reuters/Antara/J.H. Wuysang
Joey Alexander tampil di Grammy
Meski gagal meraih penghargaan Grammy, pianis cilik Indonesia, Joey Alexander tampil memukau dalam ajang penghargaan musik bergengsi Grammy Award, pada bulan Februari 2016. Bocah ajaib berusia 13 tahun ini, menjadi kandidat penerima penghargaan bergengsi industri musik di Amerika Serikat, Grammy Awards dalam dua tahun berturut-turut.
Foto: picture-alliance/AP Photo/Invision/M. Von Holden
Bencana longsor
Kabupaten Banjarnegara berkali-kali mengalami musibah longsor. Mulai dari bulan Maret 2016, dimana ratusan warga terpaksa mengungsi, lalu pada bulan Juni, tiga orang tewas akibat tertimbun di Dukuh Gumelem hingga bulan September yang memakan satu korban jiwa. Di bulan yang sama longsor melanda Sumedang. Longsor juga memutus jalur antarkota di Jawa Barat.
Foto: Getty Images/AFP/R. Syarif
Perkosaan massal di Bengkulu
Bulan April 2016, belasan remaja di Bengkulu melakukan perkosaan massal dan pembunuhan keji terhadap anak di bawah umur bernama Yuyun. Otak pelaku dijatuhi vonis hukuman mati, sisanya diganjar hukuman berbeda. Perbuatan biadab itu memunculkan kembali gagasan hukuman kebiri kimia bagi pemerkosa anak di bawah umur.
Foto: picture alliance/Photoshot/A. Kuncahya B.
Gerhana matahari total
Gerhana matahari total sambangi Indonesia, 9 Maret 2016. Semakin ke timur durasi gerhana semakin lama. Gerhana matahari total 2016 melintasi Bengkulu, Sumatera barat dan selatan, Bangka Belitung, Jambi, Kalimantan barat, tengah, selatan dan Timur, Sulawesi barat dan tengah, serta Maluku Utara. Pada 1 September 2016, gerhana matahari sebagian atau gerhana matahari cincin terlihat di Indonesia.
Foto: picture-alliance/dpa/Kyodo
KPK cetak rekor OTT
Dari Januari hingga Desember 2016, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah 15 kali.berhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) kasus korupsi. Jumlah penangkapan tahun 2016 merupakan yang terbanyak sepanjang KPK berdiri. Mereka yang diciduk antara lain: Damayanti Wisnu (PDI –P), Mohamad Sanusi (DPRD DKI), hakim tipikor Bengkulu dan panitera pengadilan Jakarta Utara.
Foto: AFP/Getty Images/R. Gacad
Indonesia Raya berkumandang di Olimpiade
Ganda campuran Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir mempersembahkan medali emas untuk Indonesia di Olimpiade 2016. Menyambut kemenangan mereka, tepat tanggal 17 Agustus 2016, lagu Indonesia Raya berkumandang di ajang olahraga bergengsi di dunia ini.Kebeberhasilan mereka juga menjadi pengingat pentingnya toleransi dalam masyarakat Indonesia yang majemuk.
Foto: picture-alliance/Pacific Press/T. A. Irawan
Bencana banjir
Hujan lebat bulan September 2016 memicu banjir bandang di Garut, Lebih dari 30 orang meninggal dunia. Bulan Oktober, banjir bandang terjang Gorontalo. Sepanjang 2016, Bandung beberapa kali alami kebanjiran. Ratusan orang terpaksa mengungsi. Selain karena cuaca ekstrem, banjir terjadi akibat penyempitan bantaran sungai akibat bangunan tak sesuai RTRK.
Foto: Reuters/Antara Foto/A. Bustomi
Demonstrasi massa
Demonstrasi besar-besaran terjadi tanggal 4 November dan 2 Desember dengan isu senada: tuntutan agar gubernur DKI non aktif Basuki Tjahaja urnama (Ahok) ditangkap atas tuduhan penistaan agama. Pidato Ahok di Kepulauan Seribu dalam video yang diedit Buni Yani menyeretnya ke meja hijau menjelang pencalonan pilkada DKI Jakarta. Persidangan Ahok menyedot perhatian publik.
Foto: Reuters/Beawiharta
Intoleransi marak
Balita dua tahun Intan Marbun meninggal dunia akibat serangan bom molotov Minggu pagi,13 Desember di Gereja Oikumene Samarinda. Tiga bocah lainnya alami luka bakar. Pelakunya adalah eks narapidana kasus teror bom buku di Jakarta 2011. Selain pelaku, polisi juga menahan 4 orang lain yang diduga terlibat. Diduga mereka anggota kelompok radikal Jamaah Ansharut Daulah yang mendukung ISIS.
Foto: Reuters/Antara Foto/Amirulloh
Gempa di Aceh
Duka kembali selimuti Aceh. Gempa kuat mengguncang Aceh bagian utara pada tanggal 7 Desember. Lebih dari 100 orang terenggut nyawanya. Gempa 6,5 skala Richter ini mengguncang Pidie, Aceh Besar, Sabang, Bireun, dan Lhokseumawe. Ribuan aparat keamanan dan relawan dikerahkan membersihkan puing di daerah terparah. Banyak relawan hanya dilengkapi dengan cangkul atau bekerja dengan tangan telanjang.
Foto: Getty Images/AFP/Z. Muttaqien
14 foto1 | 14
Salah satu cara melakukan refleksi adalah dengan membuat daftar pertanyaan dan menjawabnya secara jujur. Cara ini bisa membantu mengevaluasi perjalanan yang sudah hampir ke pengujung tahun. Berikut beberapa contoh pertanyaan:
- Apakah yang berjalan dengan baik? Misalnya, sepanjang tahun tak pernah mengalami sakit yang berarti. Atau rumah yang ditempati tak merepotkan, tak ada atap bocor atau tak ada banjir. Manusia sering kali lebih fokus pada hal-hal buruk yang terjadi pada dirinya hingga lupa mengapresiasi hal-hal baik yang sesungguhnya lebih banyak terjadi dalam hidup.
- Siapakah orang-orang yang membawa perbedaan, yang mendukung Anda bahkan di saat yang paling kritis? Orang-orang ini layak diberi ucapan terima kasih secara tulus. Ungkapkan secara personal, dan biarkan mereka tahu bahwa kehadiran mereka sangat berarti.
- Apakah pengalaman yang paling berkesan? Inilah waktunya untuk menggali kejadian apa yang paling membuat Anda bahagia. Misalnya, studi yang berlangsung bertahun dan agak tersendat akhirnya berbuah gelar sarjana.
- Kegagalan apa yang dihadapi? Satu tahun adalah waktu yang cukup lama. Ada kisah sukses yang manis, tapi pasti ada juga kegagalan atau kepahitan hidup lainnya. Jangan takut untuk mengenang kembali saat-saat ini. Bukan untuk memanjakan kesedihan, tapi untuk bercermin dan mencoba memperbaiki di waktu-waktu ke depan.
- Bagaimana Anda bertumbuh selama satu tahun ini? Pertanyaan ini kedengarannya filosofis, tapi perlu untuk dijawab. Setiap orang diharapkan bertambah baik setiap hari, baik dalam segi spritual atau keahlian.
Mudik Terbesar di Dunia
Setiap tahunnya ratusan juta penduduk Cina kembali ke kampung halaman untuk merayakan Tahun Baru Imlek bersama keluarga. Masa penuh perjuangan dan kesemerawutan.
Foto: Reuters
Siap Pulang Kampung
Jika ratusan juta orang pulang kampung, sistem lalu lintas ambruk. Selambatnya malam menjelang tahun baru, semua orang ingin berada di kampung halamannya. Tetapi sepekan sebelum hari besar, hiruk pikuk perayaan paling penting bagi keluarga di Cina itu sudah terasa. Banyak orang meninggalkan kota-kota metropolitan menuju daerah asal mereka.
Foto: Reuters
Sarana Transportasi Tidak Cukup
Setiap harinya lebih dari 4,6 juta bus antar kota/provinsi beroperasi. Dan meski armada telah ditambah menjelang tahun baru, tetap saja tidak mampu menampung calon penumpang yang membanjir. Sejumlah besar lainnya naik kereta, sementara pesawat terbang hanya bisa dibayar warga kaya.
Foto: picture alliance / dpa
Menunggu dalam Ketidakpastian
Suasana yang semerawut juga tampak di stasiun-stasiun kereta api. Ratusan juta pemudik harus rela menunggu berjam-jam untuk berjuang mendapatkan tiket. Dan merekapun tidak tahu apakah akan berhasil mendapatkannya atau tidak.
Foto: Reuters
Bertemu Keluarga
Terutama bagi kelompok pekerja yang miskin di kota metropolitan, perayaan tahun baru sering jadi satu-satunya kesempatan untuk bertemu keluarga. Sebagian besar dari sekitar 200 juta pekerja pendatang tinggal di kota besar tanpa keluarga.
Foto: Reuters
Pesawat Tidak Berarti Lebih Cepat
Di lapangan terbang situasi juga sulit. Setiap harinya sekitar 10.000 pesawat domestik dioperasikan. Tetapi cuaca, seperti kabut tebal, kadang melumpuhkan lalu lintas udara. Apapun sarana transportasi yang dipilih, orang harus membawa kesabaran lebih.
Foto: picture alliance/dpa/Daniel Kalker
Menghindari Hiruk Pikuk
Para keluarga kaya memanfaatkan libur panjang tahun baru sebagai untuk pergi berlibur ke pantai atau bahkan ke luar negeri. Tujuan favorit: Phuket, Sydney, Vancouver, New York, dan Paris. Dan kesempatan berlibur di luar negeri ini juga terutama diamnfaatkan untuk berbelanja.
Foto: picture-alliance/dpa/A. Dedert
Setahun Dua Kali
Jika lentera sudah bergantungan, perayaan tahun baru selesai. Pada hari ke-15 di tahun yang baru, yaitu dengan pesta lentera, pesta musim semi berakhir. Setelah pesta lentera selesai, imigrasi besar ke-dua dimulai, saat warga kembali ke kota-kota tempat mereka tinggal.
Ada banyak pertanyaan lain yang bisa ditambahkan untuk membantu merefleksikan apa yang telah terjadi sepanjang tahun. Dalam area yang lebih luas dan menyangkut kebangsaan, tentu banyak hal terjadi. Misalnya, bagaimana melihat perjalanan Indonesia dalam satu tahun terakhir. Pew Research Center menyebut 95% penduduk Indonesia menganggap agama menjadi bagian yang sangat penting dalam hidup. Begitu pentingnya agama, fanatisme dan eksklusivitas agama pun sulit dihindari. Untuk saya pribadi, kekhawatiran terhadap intoleransi sangat mengganggu. Fanatisme agama yang melahirkan kekerasan masih jadi permasalahan di Indonesia.
Di tingkat internasional, kekerasan pun masih mendominasi berita. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Korea Utara, misalnya, semakin menjadi apalagi dengan gaya kepemimpinan Donald Trump yang gemar melakukan provokasi. Belum lagi menyebut soal kelaparan, wabah penyakit, bencana alam, dan perang yang menghasilkan jutaan pengungsi dan kematian.
Setiap tahun memiliki kompleksitasnya sendiri, tahun 2017 tak terkecuali. Memfokuskan diri pada hal yang buruk akan membuat kita menjadi gampang stres, bahkan depresi. Karena itu lebih baik memulai refleksi dari hal-hal personal. Melihat kembali dengan kepala jernih hal-hal apa di tahun 2017 yang membanggakan dan membuat bahagia. Tidak lupa mengucap syukur karena tahun 2017 segera berakhir. Tentukan juga target-target di tahun 2018, dan cobalah untuk memenuhi target tersebut dengan sepenuh hati, namun dengan berpijak pada realitas sederhana: one day at a time.
Penulis: Uly Siregar (ap/vlz)
Bekerja sebagai wartawan media cetak dan televisi sebelum pindah ke Arizona, Amerika Serikat. Sampai sekarang ia masih aktif menulis, dan tulisan-tulisannya dipublikasikan di berbagai media massa Indonesia.
@sheknowshoney
*Setiap tulisan yang dimuat dalam #DWNesia menjadi tanggung jawab penulis.
Pembawa Kebahagian, Keberuntungan atau Sial
Setiap negara memiliki tahayul. "Aberglaube," begitu sebutannya di Jerman. Ada Aberglaube yang asli dari Jerman, dan ada yang datang dari negara lain. Lihat di sini!
Foto: Fotolia/oscity
Menampung Keberuntungan
Kuda jadi simbol kekuatan dan kekuasaan sejak jaman dulu. Orang Romawi dan kaum Kelt mulai menggunakan sepatu untuk kuda. Sejak itu, sepatu kuda jadi pembawa keberuntungan. Jika digantung di pintu rumah dengan bagian yang terbuka menghadap ke atas, itu ibaratnya wadah yang menampung keberuntungan dan mencegah masuknya roh jahat.
Foto: DW / Nelioubin
Selalu Mujur
Babi juga jadi lambang kemakmuran dan kekayaan sejak jaman dulu di Eropa. Sekarang, pembawa keberuntungan ini dibuat dari almond yang dihaluskan. Kemudian dikombinasikan dengan topi pembersih cerobong asap dan semanggi berhelai empat yang sangat jarang ditemukan. Banyak orang yakin ketiga hal itu membawa keberuntungan.
Foto: Fotolia/meerisusi
Pekerjaan Kotor Yang Membahagiakan
Jaman julu, jika cerobong asap tersumbat, artinya kemalangan besar. Karena orang jadi tidak bisa memasak dan memanaskan ruangan. Yang bisa menolong adalah pembersih cerobong yang masuk dan membersihkannya. Jadi kebahagiaan kembali datang ke rumah. Jaman sekarang, di daerah-daerah tertentu Jerman, tukang sampah dan pembersih cerobong datang ke rumah-rumah mengumpulkan uang hadiah.
Foto: picture alliance/dpa
Pembawa Pesan Surgawi Bertitik Tujuh
Para petanilah yang dulu memberi nama kumbang ini Marienkäfer (kumbang koksi), seperti nama Bunda Maria. Setiap harinya kumbang ini memakan lebih dari 100 hama tanaman. Sebab itu, kumbang ini jadi pembasmi hama alamiah. Bagi petani ia hadiah dari surga. Kumbang koksi bertitik tujuh adalah jenis yang paling banyak di Eropa. Itu melambangkan tujuh kebajikan Bunda Maria.
Foto: Fotolia/ K.-U. Häßler
Jamur Kebahagiaan Yang Beracun
Jamur ini disebut "Glückspilz" atau jamur pembawa keberuntungan. Jenis jamur ini kerap tampak di berbagai buku dongeng Eropa dan dalam lagu anak-anak. Padahal jenis jamur ini beracun. Dalam jumlah kecil saja, bisa menyebabkan halusinasi. Menurut kepercayaan, jamur ini melindungi orang dari nenek sihir dan setan.
Foto: Fotolia/Ideen
Peramal dari Timah Hitam
Untuk bisa melihat ke masa depan, sejak sebelum masehi orang sudah bertanya kepada peramal. Tradisi malam tahun baru berupa penuangan timah encer berasal dari masa Romawi. Logam itu dicairkan di atas api. Kemudian dituangkan ke dalam wadah berisi air dingin. Ketika kembali mengeras bentuknya jadi aneh. Bentuk timah itu kemudian diinterpretasikan dan jadi petunjuk masa depan.
Foto: Fotolia/thongsee
Kearifan dari Asia
Dengan sekali gigitan di kue kering ini, kata-kata penuh kebajikan langsung tampak. Tradisi kue keberuntungan asalnya dari Asia timur. Akarnya di Cina, tapi juga Jepang. Para imigran mengekspor tradisi ini di abad ke-19 ke AS. Dari sana tradisi ini menyebar ke Eropa dan Jerman.
Foto: picture-alliance/ dpa/dpaweb
Boleh Minta Sesuatu!
Di banyak negara, bintang beralih dianggap sesuatu yang magis. Jika melihatnya, orang harus segera menutup mata dan memohon sesuatu. Tapi jangan bilang ke siapapun! Karena hanya dengan begitu, permintaan bisa terpenuhi. Sebuah legenda menceritakan, bintang beralih adalah sumbu lilin di surga, yang jatuh ke bumi, ketika malaikan meniup lilin.
Foto: picture-alliance/dpa
Kegaduhan Berapi di Langit
Mengusir roh-roh jahat dengan cahaya dan kegaduhan adalah kebiasaan yang sudah dipraktekkan orang yang percaya berhala di jaman dahulu, misalnya suku bangsa Jerman. Tradisi itu berkembang menjadi penyalaan kembang api setiap Silvester atau malam tahun baru.