1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Penularan H1N1 di Jerman

2 Mei 2009

Di Jerman untuk pertama kalinya ditemukan kasus, di mana pasien yang tertular virus H1N1 di Meksiko, menulari orang lain dengan penyakit itu setelah kembali ke Jerman. Kasus ini ditemukan di negara bagian Bayern.

Schweinegrippe Deutschland Vorbereitungen
Dokter ahli bidang infeksi mendemonstrasikan cara menggunakan suntikan.Foto: AP

Perawat itu kemungkinan sudah tertular penyakit influensa A H1N1 sejak beberapa hari lalu. Ia merawat pasien yang tertular virus H1N1 di sebuah rumah sakit di kota Regensburg di negara bagian bayern. Pasien itu sendiri tertular penyakit tersebut di Meksiko. Kini perawat yang berusia 42 tahun itu sudah sehat kembali. Demikian dikatakan Jörg Hacker, kepala Robert-Koch-Institut di Berlin.

Tetapi ia juga menyatakan kekhawatiran, karena di Jerman juga ditemukan kasus penularan virus H1N1 dari orang ke orang. Hacker mengatakan, "Kita jelas harus mempersiapkan diri, bahwa itu memang bisa terjadi. Itulah sifat virus ini. Kalau dilihat begitu, kami tidak terkejut, tetapi tetap saja kuatir, karena inilah pertama kalinya terjadi penularan di Jerman."

Penyebaran di Jerman Lebih Lambat

Kepala Robert Koch-Institut, Jörg Hacker dalam konferensi pers di Berlin (29/04/09)Foto: picture-alliance/ dpa

Penyebaran penyakit tersebut di Meksiko lebih cepat daripada di Jerman. Menurut Jörg Hacker kemungkinan ini berkaitan dengan masa influensa di negara Amerika Tengah tersebut. Di Jerman masa influensa sudah lewat. Jadi orang-orang di Jerman sudah memiliki imunitas terhadap virus influensa.

Jumat pagi kemarin (01/05) dua pakar dari Robert-Koch-Institut yang berlokasi di Berlin bertolak ke Jerman selatan, setelah pemerintah negara bagian Bayern meminta pertolongan. Empat dari lima kasus influensa A H1N1 di Jerman ditemukan di negara bagian Bayern. Kedua pakar penyebaran infeksi tersebut harus meneliti situasi, saat perawat tersebut tertular virus H1N1. Demikian dikatakan Reinhard Burger dari Robert-Koch-Institut.

Menurut Burger, "Untuk itu tentunya juga harus diambil bahan yang akan diperiksa. Dan semoga dalam pemeriksaan itu, virus bisa diisolasi, dikarakterisasikan serta dibandingkan dengan kasus awal. Ini juga aspek yang sangat penting. Kami juga berjanji akan mengadakan kontrol tambahan, yang akan dilakukan dalam tes. Kemudian, kasus terakhir tentunya kasus yang paling baru. Ini kontrol yang sangat bagus, karena virus bisa berubah-ubah."

Persiapan Diagnosa

Pegawai departemen kesehatan menyemprot obat anti infeksi di peternakan babi di Denpasar, Bali (29/04/09).Foto: AP

Sementara itu kasus-kasus lain yang diduga penularan H1N1 juga diperiksa. Robert-Koch-Institut saat ini berupaya mengadakan diagnose yang lebih baik lagi bagi penyakit tersebut. Demikian dikatakan pemimpin institut, Jörg Hacker.

Ia berkata, "Ada beberapa laboratorium di Jerman, yang ikut dalam upaya ini, di antaranya juga pusat referensi nasional di Robert-Koch-Institut. Sekarang kami sudah mampu menawarkan protokol yang terevaluasi bagi laboratorium-laboratorium lain. Itu semua berhasil tercapai malam lalu. Itu tentunya hal-hal terperinci dalam laboratorium, yang sangat penting agar kita mampu bertindak seragam danmampu memberikan diagnose yang pasti.

Tingkat Siaga 5

Warga Meksiko menggunakan masker agar tidak tertular H1N1(27/04/09)Foto: picture alliance / landov

Akibat cepatnya penyebaran penyakit influensa A H1N1, Organisasi Kesehatan Dunia-WHO menaikkan peringatan terhadap pandemi ke tingkat siaga 5. Ini berarti: penularan masih terbatas pada daerah tertentu. Tetapi penyebaran ke seluruh dunia bisa terjadi setiap saat.

Akibat kekuatiran atas penularan virus H1N1, di Mesir sekitar 350.000 ekor babi disembelih. Babi yang sakit kemudian dimusnahkan. Yang sehat dipotong, dan dagingya dijual. Peternak babi memprotes kebijaksanaan ini.

Sementara pemilik toko daging mempertanyakan, bagaimana daging dalam jumlah besar tersebut harus disimpan dan dijual. Namun demikian, sebagian besar rakyat Mesir menilai langkah tersebut benar. Walaupun menurut Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, FAO, dari hewan babi sendiri tidak ada bahaya penularan virus H1N1.

Kasus H1N1 di Amerika

Menurut laporan terakhir kantor berita di Meksiko kini jumlah orang yang meninggal akibat penyakit tersebut sudah mencapai 176 orang. Pemerintah kini meningkatkan langkah pengamanan secara dramatis. Untuk mencegah penyebaran virus H1N1, semua perusahaan, baik milik pemerintah maupun swasta, harus menghentikan pekerjaannya selama lima hari, mulai tanggal 1 Mei.

Sementara itu pemerintah AS menyatakan jumlah pasien yang positif tertular virus H1N1 sudah 141 orang, di 19 negara bagian. Dari Kanada dilaporkan, jumlah kasus penyakit influensa A H1N1 menjadi 51. Jumat kemarin (01/05), 17 kasus baru dilaporkan dari lima propinsi di negara tersebut.

Di Eropa, para menteri kesehatan dari 27 negara anggota Uni Eropa mengadakan pertemuan istimewa Kamis lalu (30/04) di Luxemburg untuk mendiskusikan langkah bersama dalam usaha memberantas penyakit influensa A H1N1. Pesan terpenting yang disampaikan dewan menteri adalah: rakyat tidak perlu panik, Uni Eropa siap menghadapi masalah ini dan langkah semua negara anggota diselaraskan.


Matthias Bartsch / Marjory Linardy

Editor: Luky Setyarini