China Weltbank
22 Februari 2008
Perkembangan ekonomi Cina tergolong paling pesat di dunia dan akan terus berlanjut. Sebagai kepala tim pakar ekonomi Bank Dunia mendatang, yang selama ini menjadi konsultan pemerintah di Beijing, Lin Yifu merasa yakin. Ia juga berharap setelah usainya Olympiade mendatang, pertumbuhan ekonomi Cina tidak akan menurun.
Dalam ceramah di depan Organisasi Politik Luar Negeri Jerman di Berlin dikatakannya: "Seperti di negara-negara penyelenggara Olympiade terdahulu, tercatat peningkatan pertumbuhan ekonomi. Sejak tahun 2003 pertumbuhan produk domestik bruto Cina berkisar pada 10 persen. Kecenderungannya akan terus meningkat."
Seusai Olympiade, Cina akan menjadi tuan rumah berbagai penyelenggaraan internasional lainnya yang memerlukan investasi besar. Misalnya pameran dunia di Shanghai tahun 2010 dan Asian Games di Guangzhou. Cina juga berbeda dengan penyelenggara Olympiade sebelumnya, mengingat luasnya negara itu dan jangkauan perekonomiannya.
Menurut Lin Yifu selanjutnya: "Dibandingkan dengan Yunani tahun 2004, yang sebelum Olympiade mencatat pertumbuhan ekonomi dengan produk domestik bruto (PDB) 185 milyar Dollar, lalu PDB Australia yang mencakup 390 milyar Dollar terkait Olympiade di Sydney tahun 2000. PDB di Cina tahun lalu sudah mencakup lebih dari 3000 milyar. Artinya, perekonomian kami 16 kali lipat dari Yunani dan 7,5 kali lipat dari Australia.".
Cina masih tergolong negara berkembang sehingga kebutuhan investasi untuk jangka panjang masih sangat besar. Infrastrukturnya masih harus diperluas. Tahun ini juga akan dimulai pembangunan jalan kereta api berkecepatan tinggi antara Beijing dan Shanghai. Selain itu jaringan kereta atau trem bawah tanah di Beijing yang sampai pertengahan tahun in akan mencakup 197 km, sampai tahun 2015 akan menjadi 560 km.
Jaringan kereta bawah tanah itu akan merupakan yang paling modern di dunia. Jaringan kereta bawah tanah juga akan dibuat di 30 kota lainnya. Lebih dari itu, tingkat konsumsi di Cina juga terus meningkat, terutama sehubungan dengan proses pembengkakan kota-kotanya.
Cina sedang berada dalam proses peralihan, dari perekonomian masyarakat tani menuju perekonomian pasar yang modern. Sekarang ini antara kota dan pedesaan masih terdapat kesenjangan besar, seperti halnya antara golongan kaya dan miskin. Tetapi sejak beralih dari perekonomian terkendali Cina sudah mencatat kemajuan besar.
Kata Lin Yifu: "Sampai tahun 1978 masyarakat Cina sama rata. Apakah di desa atau di kota, semua punya penghasilan yang sama kecilnya. Tetapi untuk berpaling dari perekonomian terkendali, dijalankan politik yang membiarkan segelintir orang menjadi kaya terlebih dulu, agar rakyat merasa termotivasi untuk bekerja keras. Dan ini berfungsi."
Lin Yifu mengakui, pertumbuhan ekonomi Cina yang pesat itu juga mendatangkan masalah. Tahun 2006 Cina menghabiskan 12 persen cadangan energi dunia, 15 persen cadangan air minum, sepertiga produk baja di dunia dan lebih dari separuh persediaan semen di dunia. Selain itu Cina juga menghadapi masalah intern yang besar, yakni perbedaan sosial yang sejalan dengan munculnya ketegangan dan masyarakat yang cepat menua. Tetapi Lin Yifu yakin, semuanya akan bisa ditangani.