Setahun setelah terpilih, Paus Leo XIV dipandang sebagai figur penting yang dapat mengimbangi Presiden AS Donald Trump. Namun, arah yang ingin ia bawa bagi Gereja Katolik masih belum jelas.
Paus Leo XIV mengarahkan perhatiannya ke Afrika, kawasan tempat Gereja Katolik terus mengalami pertumbuhanFoto: Misper Apawu/AP Photo/dpa/picture alliance
Iklan
Ia mengenakan jubah liturgi yang lebih meriah daripada pendahulunya. Berbeda dengan Paus Fransiskus, Paus Leo XIV kini kembali tinggal di Istana Apostolik yang menjulang di atas Lapangan Santo Petrus. Sesekali, ia juga menghabiskan waktu di kediaman musim panas kepausan di Castel Gandolfo, sesuatu yang tidak pernah dilakukan Paus Fransiskus.
Namun dalam hal terkait program kerja, teologis, dan gerejawi, masih belum jelas. Sejauh ini, belum ada ensiklik maupun dokumen penting terkait doktrin yang ditulis Leo XIV, sebagaimana dicatat oleh sejarawan gereja dari Augsburg, Jörg Ernesti, dalam perbincangannya dengan DW. Akibatnya, "masih belum jelas ke mana arah perjalanan teologis Paus ini." Untuk saat ini, Paus Leo tampaknya sengaja merahasiakan rencananya.
Kata-kata pertama Paus Leo yang diucapkan dari balkon Basilika Santo Petrus pada 8 Mei 2025, hanya beberapa jam setelah terpilih, adalah: "Damai sejahtera bagi kalian semua!" Tak ada kata lain dalam pidato itu yang muncul lebih sering daripada "damai." Paus Leo menyerukan "damai yang tanpa senjata dan meluluhkan hati, rendah hati dan gigih." Dengan demikian, ia pada dasarnya sejalan dengan pendahulunya, yang telah berulang kali menyuarakan keprihatinannya mengenai perang di Ukraina dan konflik di Gaza.
Terutama, kebijakan luar negeri Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang bernuansa militeristik membuat tema perdamaian menjadi sangat penting, mulai dari intervensi AS di Venezuela, ancaman terhadap Kuba dan Greenland, hingga perang dengan Iran.
12 tahun menjadi pemimpin Gereja Katolik Dunia, Paus Fransiskus dalam perjalanan hidupnya giat menyerukan pesan-pesan perdamaian, inklusi, perlindungan linkungan, dan keadilan ekonomi.
Foto: Evandro Inetti/dpa/ZUMA/picture alliance
Pemimpin 'gereja untuk kaum miskin'
Menyusul pengunduran diri Paus Benedict XVI, Kardinal Argentina, Jorge Mario Bergoglio, terpilih sebagai paus ke-266 pada bulan Maret 2013. Dia mengambil nama Fransiskus untuk meneladani Santo Fransiskus dari Asisi, yang begitu peduli terhadap orang miskin, rendah hati, dan merawat ciptaan. Sejalan dengan hal tersebut, Paus Fransiskus giat menyerukan “gereja untuk kaum miskin.”
Foto: Natacha Pisarenko/AP Photo/picture alliance
"Kami berharap dunia melihat tragedi kemanusiaan ini"
Dalam menjalankan tugas kepausannya Paus Fransiskus begitu memperhatikan nasib para pengungsi. Di tengah krisis migran yang terjadi pada tahun 2016, Paus mengunjungi kamp pengungsian Moria yang begitu padat di Pulau Lesbos, Yunani. Disana dia menyerukan agar dunia 'merespons secara manusiawi', ia lalu membawa serta 12 pengungsi muslim ke Roma dalam pesawat kenegaraannya.
Foto: Andreas Solaro/AFP/Getty Images
Menjaga Lingkungan
Dalam Ensiklik Paus Fransiskus di tahun 2015 yang berjudul “Laudato Si” (“Terpujilah Tuhan”), ia mengecam sistem kapitalisme global yang telah mengeksploitasi kaum miskin dan menghancurkan lingkungan. Selama masa kepausannya, Paus Fransiskus memperjuangkan pemeliharaan lingkungan mencegah krisis iklim. Dia membawa pesan ini ke seluruh penjuru, seperti pada foto di Papua Nugini tahun 2024 ini.
Foto: Gregorio Borgia/AP/dpa/picture alliance
Menjebatani Perbedaan
Tahun 2021, Fransiskus menjadi Paus pertama mengunjungi Irak, menghadapi banyak kekhawatiran perihal keamanan di negara tersebut. Di tengah reruntuhan gereja-gereja yang hancur, ia berdoa untuk para korban perang di Mosul, yang pernah menjadi ibu kota de facto dari apa yang disebut “Negara Islam”. Kunjungan ini adalah upaya Paus Fransiskus menjembatani kesenjangan umat Kristen, dan non-Kristen.
Foto: Andrew Medichini/AP/picture alliance
Permohonan maaf atas kebijakan sekolah katolik yang mengintimidasi
Pada tahun 2022, Paus Fransiskus menemui delegasi masyarakat adat Kanada Selatan, suku bangsa Inuit, dan Metis lalu meminta maaf atas pelecehan, kekerasan, dan penghilangan budaya secara sistematis yang dilakukan oleh para misionaris gereja katolik di sekolah-sekolah asrama Kanada.
Foto: Nathan Denette/The Canadian Press/AP/dpa/picture alliance
Pemuka agama di sampul majalah musik rok
Fransiskus menunjuk sejumlah kardinal dalam misi reformasi gereja. Ia bahkan sempat terlihat di sampul majalah rok “Rolling Stone” sebagai pelopor perubahan. Namun, dalam misi ambisiusnya, ia belum sepenuhnya berhasil terutama dalam hal melindungi korban dan penyintas pelecehan seksual anak di Gereja, atau merintis jalan bagi para pastor perempuan.
Foto: picture alliance/dpa/ROLLING STONE
Langkah-langkah kecil untuk diterima
Sosok Paus Fransiskus yang seperti musisi rok tentu menarik perhatian, sama halnya saat ia mengunjungi negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia, Indonesia, pada tahun 2024. Sebagai salah satu upaya menjembatani Gereja yang lebih inklusif, Paus menyoroti komunitas LGBTQ+ dan menyerukan perlakuan yang setara sebagai manusia, namun ia belum mendukung pemberkatan untuk pernikahan sesama jenis.
Foto: Indonesia Papal Visit Committee
Pemberkatan kepada Kota dan Dunia yang terakhir
Di usia 88 tahun, kurang dari sebulan setelah berjuang melawan pneumonia ganda, Paus Fransiskus meninggal dunia pada 21 April 2025 karena strok. Satu hari sebelum wafat, ia menyampaikan pemberkatan terakhir Urbi et Orbi (“Kepada kota dan dunia”) di akhir Misa Paskah hari Minggu. Konklaf kepausan akan berkumpul di Kapel Sistina untuk menentukan penggantinya dalam 15 hingga 20 hari kedepan.
Serangan yang belum pernah dialami Paus Leo sebelumnya
Setelah serangan AS-Israel terhadap Iran, yang program nuklirnya telah menjadi perhatian internasional sejak Washington secara sepihak menarik diri dari perjanjian nuklir Iran pada 2018, bentrokan terbuka pecah antara dua tokoh AS yang bisa dibilang paling menonjol di panggung global: seorang paus yang dikenal dengan gaya bicaranya yang tenang di satu sisi dan di sisi lain ada seorang presiden yang meledak-ledak.
Selama perang Iran, setelah Paskah, Trump secara terbuka mengancam akan menghancurkan Iran: "Seluruh peradaban akan musnah malam ini," tulis Trump di platform media sosialnya. Ketika paus menolak ancaman itu sebagai sesuatu yang "benar-benar tidak dapat diterima" dan memperingatkan tentang "fantasi kemahakuasaan" yang menjadi "semakin tak terduga dan agresif," Trump menyerang Paus Leo secara pribadi. Dia menyebut Paus "sangat kiri secara politik" dan, dalam hal kebijakan luar negeri, "mengerikan." Trump mungkin mengabaikan pentingnya Venezuela dan Kuba, serta Lebanon, bagi Gereja Katolik. Ketiga negara tersebut berada dalam tradisi Katolik.
Paus Fransiskus berada di Indonesia dalam rangka perjalanan apostolik di Asia Pasifik. Ini adalah kali ketiga Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik sedunia sekaligus Kepala Negara Vatikan mengunjungi tanah air.
Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
Dari Roma menuju Jakarta
Selasa, 3 September 2024, Paus Fransiskus mendarat menggunakan pesawat komersil ITA Airways di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, dari Roma, Italia. Melansir AFP, kepada 80 orang wartawan yang ikut dalam kunjungan ini, ia mengaku perjalanan selama 13 jam ke Indonesia merupakan penerbangan paling panjang sejak ia menjadi Paus di Vatikan.
Foto: VATICAN MEDIA/AFP
Penantian setelah 35 tahun
Kedatangan Paus yang memiliki nama asli Jorge Mario Bergoglio pada hari Selasa (03/09) ini disambut oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas hingga Ketua Panitia Kunjungan Apostolik Paus Fransiskus ke Indonesia, Ignatius Jonan. Lawatan kali ini merupakan penantian 35 tahun setelah Paus Yohanes Paulus II berkunjung pada tahun 1989.
Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
Tolak hotel berbintang dan naik mobil mewah
Paus Fransiskus memilih untuk menginap di Kedutaan Besar Vatikan daripada di hotel bintang lima. Selain menolak menginap di hotel, Paus juga memilih untuk tidak menggunakan mobil mewah selama berada di Indonesia. Sebagai gantinya, ia memilih Toyota Innova, kendaraan yang biasa digunakan masyarakat Indonesia.
Foto: Indonesia Papal Visit Committee
Bertemu Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut kedatangan Paus Fransiskus yang tiba di halaman Istana Merdeka pada hari Rabu (04/09) pukul 09.35 WIB. Upacara kenegaraan digelar untuk menyambut kedatangan Paus Fransiskus. Setelah penyambutan selesai, dilanjutkan dengan perkenalan para menteri. Jokowi kemudian mengarahkan Paus menuju Ruang Kredensial untuk berdialog.
Foto: INDONESIA PAPAL VISIT COMMITTEE
Kerukunan, kemajemukan, hingga perdamaian
Dalam pidatonya di Istana Negara, Paus Fransiskus berbicara soal kerukunan, kemajemukan, hingga perdamaian. "Kerukunan di dalam perbedaan dicapai ketika perspektif-perspektif tertentu mempertimbangkan kebutuhan-kebutuhan bersama dari semua orang dan ketika seluruh kelompok suku dan agama bertindak dalam semangat persaudaraan," ujarnya dalam bahasa Italia.
Foto: Muchlis Jr/Indonesia Presidency
Menanti Paus Fransiskus
Ratusan umat Katolik memadati area depan Gereja Katedral Jakarta (depan Masjid Istiqlal). Mereka tampak berkerumun untuk menunggu kedatangan Paus Fransiskus pada Rabu (04/09) sore.
Foto: INDONESIA PAPAL VISIT COMMITTEE/Fakhri Fadlurrohman
Pesan Paus di depan para rohaniwan
Paus Fransiskus melakukan pertemuan dengan uskup, imam, diakon, seminaris, dan katekis di Gereja Katedral Jakarta, Rabu (04/09). Dalam kesempatan itu, Paus menyinggung soal bela rasa. "Yang membuat dunia bergerak maju bukanlah perhitungan kepentingan pribadi, yang umumnya berujung pada kerusakan ciptaan dan pemecah belahan komunitas, tapi mempersembahkan kasih kepada sesama," ucapnya.
Foto: INDONESIA PAPAL VISIT COMMITTEE
Gerakan Scholas Occurrentes
Paus Fransiskus bertemu dengan remaja dari Scholas Occurrentes di Graha Pemuda Komplek Gereja Katedral Jakarta, Rabu (04/09). Gerakan pendidikan global ini diinisiasi oleh Paus pada tahun 2013 saat ia masih menjabat sebagai Uskup Agung Buenos Aires di Argentina. Scholas Occurrentes hadir di Indonesia sejak diundang dalam agenda G20 Summit di Bali pada tahun 2022.
Foto: INDONESIA PAPAL VISIT COMMITTEE
Deklarasi Bersama Istiqlal 2024
Paus Fransiskus tiba di Masjid Istiqlal pada pukul 09.15 WIB. Bersama Imam Besar Nasaruddin Umar, Paus mengunjungi Terowongan Silaturahim yang menghubungkan halaman Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. Kemudian keduanya menandatangani Deklarasi Bersama Istiqlal 2024: “Meneguhkan Kerukunan Umat Beragama untuk Kemanusiaan”.
Ada momen menarik saat Paus Fransiskus mengunjungi Masjid Istiqlal, Kamis (05/09). Paus tampak terlihat sangat akrab dan dekat dengan Nasaruddin Umar. Keduanya saling bersalaman saat hendak berpisah. Nasaruddin tampak mengecup dahi Paus Fransiskus sebanyak dua kali.
Foto: Indonesia Papal Visit Committee
Dibalas cium tangan
Nasaruddin lebih dulu mencium kepala Paus Fransiskus, lantas dibalas cium tangan oleh Kepala Negara Vatikan tersebut. Momen akrab dua pemuka agama ini terjadi di halaman Masjid Istiqlal.
Foto: Indonesia Papal Visit Committee
Paus temui penyandang disabilitas
Setelah mengunjungi Masjid Istiqlal, Paus Fransiskus menemui sekelompok orang sakit, penyandang disabilitas, dan orang miskin di Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Mereka juga diberi kesempatan untuk menyampaikan ungkapan hatinya kepada Paus.
Foto: Iwan Jayadi/Indonesia Papal Visit Committee
Lautan manusia di Stadion GBK
Misa Agung di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada hari Kamis (05/09) menjadi puncak kegiatan dari rangkaian perjalanan apostolik sekaligus kunjungan kenegaraan Paus Fransiskus di Indonesia. Lebih dari 86 ribu umat Katolik menyambut kedatangan Paus yang berkeliling menaiki mobil Maung MV3 buatan PT Pindad.
Foto: Indonesia Papal Visit Committee
Paus ingatkan umat untuk berbuat baik
Saat memimpin misa, Paus Fransiskus kembali berpesan soal pentingnya menjaga perdamaian. "Dengan dibimbing oleh sabda Tuhan, saya mendorong Anda semua untuk menaburkan kasih, dengan penuh keyakinan menempuh jalan dialog," ucapnya. Paus juga menyebut berbuat baik memang tidak selalu berbalas kebaikan. Namun, upaya untuk menjadi aktor perdamaian harus terus dilakukan.
Foto: Indonesia Papal Visit Committee
Paus bertolak ke Papua Nugini
Paus Fransiskus tiba di Bandara Soetta pada hari Jumat (06/09) pukul 10.00 WIB diiringi oleh pengawalan. Paus menaiki pesawat komersial Garuda Indonesia untuk menuju Papua Nugini. Ia akan berada di Papua Nugini pada 6 hingga 9 September 2024 dan melanjutkan perjalanan ke Timor Leste pada 9 hingga 11 September. (ha/yf)
Foto: Tatan Syuflana/AP Photo/picture alliance
15 foto1 | 15
Sejarawan Gereja Ernesti, yang telah menulis tentang kepausan dan para paus secara individual, menyebut serangan Trump terhadap Leo sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. "Tak ada seorang pun yang pernah berbicara sedemikian merendahkan tentang seorang paus. Baik Hitler, Mussolini, maupun Napoleon," katanya. Ernesti juga menggambarkan hal itu "sama sekali tidak masuk akal" untuk memicu perselisihan dengan otoritas moral seperti Paus. Ia mencatat bahwa Leo merespons dengan ketenangan yang luar biasa, dengan tenang menyoroti tanggung jawab jabatannya. Kemudian, saat berbicara dengan wartawan dalam penerbangan ke Afrika, Paus Leo mengatakan ia "tidak takut" pada Trump atau pemerintahannya.
Serangan presiden terhadap Paus membuat kritik yang dilontarkan Paus Leo, yang disampaikan dalam sebuah pernyataan singkat pada suatu malam yang gelap di Castel Gandolfo, mendapat sorotan dunia. Perhatian ini semakin diperkuat oleh tren yang lebih luas: Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah negara Barat, termasuk Amerika Serikat, melaporkan adanya minat yang kembali muncul terhadap agama dan Gereja.
Perselisihan antara Wakil Presiden AS JD Vance dan Paus justru jauh kurang mendapat perhatian, meskipun pada dasarnya, hal itu mungkin lebih penting bagi Paus Leo daripada omongan keras sang presiden. Vance, yang memeluk agama Katolik pada tahun 2019 dan sering mengutip pemikir teologis yang lebih reaksioner, mendesak Paus Leo untuk "berhati-hati" saat berbicara tentang teologi. Hal terbaik, katanya, adalah "agar Vatikan tetap fokus pada masalah moralitas." Vance kemudian menggunakan nada yang lebih mendamaikan.
Iklan
Mendahulukan Afrika dibanding Eropa
Berbeda dari pendahulunya, sejauh ini tidak ada pidato maupun pernyataan Paus Leo yang menunjukkan sikap meremehkan Eropa atau Gereja di negara-negara Eropa. Paus Fransiskus terkadang menggunakan bahasa yang keras, menuduh Eropa telah menjadi lesu dan menutup diri. Sebaliknya, Paus Leo sejauh ini selalu bersikap hangat saat menerima perwakilan negara-negara Eropa. Kunjungan enam hari ke Spanyol juga masuk dalam agendanya pada Juni 2026.
Meski demikian, jelas bahwa perhatian dan kedekatan hati Paus Leo sangat tertuju pada Afrika. Pada April 2026, ia menghabiskan sebelas hari mengunjungi empat negara Afrika, melampaui total waktu kunjungan Benediktus XVI ke benua itu selama delapan tahun masa kepausannya. Sejak awal, Paus Leo memang telah memberi sinyal bahwa Afrika akan menjadi prioritas.
Sebaagai pakar kepausan, Ernesti menyebut "keputusan yang sangat disengaja dari Leo2 itu sejalan dengan visi yang lebih luas. Ia mencatat bahwa Afrika telah "menjadi perhatian para paus selama 150 tahun." Gereja di benua tersebut saat ini tumbuh rata-rata 3% per tahun, sementara Gereja di Eropa mengalami stagnasi. "Keseimbangan kekuatan di dalam Gereja Katolik sedang bergeser," papar Ernesti kepada DW. Semakin banyak orang Afrika yang bekerja di Vatikan. Pergeseran Leo ke arah Afrika, serta penghormatan yang ia tunjukkan, jelas juga mencakup pandangannya terhadap Asia dan Amerika Latin.
Sejak terjadinya ketegangan antara Presiden Trump dan Paus Leo, banyak pengamat tidak lagi mengharapkan Paus Leo, yang lahir di Chicago, untuk mengunjungi Amerika Serikat selama Trump masih menjabat. Rumor bahwa pemerintah AS berharap Paus akan menghadiri peringatan ke-250 Deklarasi Kemerdekaan AS pada 4 Juli disambut dengan tanggapan yang khas dan tidak langsung dari Vatikan. Tahun 2026, saat warga AS di seluruh dunia merayakan hari kemerdekaan negaranya, Paus Leo akan berada di pulau Lampedusa di Laut Mediterania.
Lampedusa telah menjadi simbol pengungsian dan penderitaan para pengungsi setidaknya sejak musim panas 2013, ketika Paus Fransiskus mengunjungi pulau itu hanya beberapa bulan setelah terpilih dan menyesalkan ribuan orang yang meninggal setiap tahun saat mencoba menyeberangi Laut Mediterania menuju Eropa.
Lampedusa juga memiliki makna simbolis bagi Paus Leo. Ia pun menekankan penderitaan jutaan orang yang terpaksa mengungsi di seluruh dunia.
Agenda kunjungannya ke Spanyol memperjelas hal itu. Dua hari terakhir kunjungan akan membawanya ke Gran Canaria dan Tenerife, pulau wisata yang kini menerima semakin banyak pengungsi dari Afrika yang datang dengan perahu. Pulau-pulau tersebut juga dimaksudkan untuk menjadi fokus perhatian Leo. Di tempat-tempat yang menjadi tujuan liburan banyak orang Eropa, paus akan mengingatkan masyarakat bahwa migrasi dan nasib para pengungsi tetap menjadi masalah penting.
Artikel ini pertama kali ditulis dalam bahasa Jerman