1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
KonflikIran

Perang Iran: Trump Umumkan Gencatan Senjata Dua Minggu

Matt Ford sumber: AP, AFP, dpa, Reuters
8 April 2026

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menarik ancaman terhadap Iran dan menyepakati gencatan senjata dua minggu setelah menerima proposal 10 poin dari Teheran. Menlu Iran mengatakan Selat Hormuz akan dibuka kembali.

Bendera Iran berkibar di tengah reruntuhan gedung Universitas Teknologi Sharif pada 7 April 2026.
Trump menarik kembali ancaman serangan besar-besaran terhadap IranFoto: Majid Asgaripour/WANA/REUTERS

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyetujui penangguhan serangan ke Iran selama dua minggu, dengan syarat Teheran membuka kembali Selat Hormuz.

Pengumuman tersebut disampaikan kurang dari dua jam sebelum tenggat waktu yang ia tetapkan dan ia klaim dapat menyebabkan kematian "seluruh peradaban."

Dalam sebuah pesan di media sosial, Trump menulis bahwa setelah berbicara dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, ia "(sepakat) untuk menunda serangan bom ke Iran selama dua minggu."

Ia menegaskan bahwa kondisi ini bergantung pada kesediaan Republik Islam Iran untuk menyetujui "PEMBUKAAN SELAT HORMUZ SECARA MENYELURUH, SEGERA, dan AMAN."

Trump juga menambahkan bahwa Iran telah mengajukan proposal berisi 10 poin yang menurutnya merupakan "sebuah dasar yang dapat dijadikan landasan untuk bernegosiasi."

Ia mengeklaim bahwa kesepakatan tersebut telah dicapai atas "hampir semua poin perbedaan sebelumnya," tetapi tidak merinci lebih lanjut.

Iran dan Israel sepakati gencatan senjata

Menurut laporan dari AS, Iran dan Israel juga telah menyepakati sebuah proposal yang dibuat oleh Pakistan untuk gencatan senjata selama dua minggu.

Surat kabar The New York Times mengutip pejabat Iran yang menyatakan bahwa gencatan senjata disetujui oleh pemimpin tertinggi negara tersebut, Ayatullah Mojtaba Khamenei.

Di Iran, media pemerintah mengeklaim bahwa Presiden AS Trump telah "menerima syarat-syarat Iran untuk mengakhiri perang" dan menggambarkannya sebagai "mundurnya Trump secara memalukan dari retorika anti-Iran".

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengatakan pihaknya telah menerima gencatan senjata dua minggu dalam perang tersebut, menurut laporan dari Associated Press.

Sementara itu, CNN mengutip seorang pejabat senior Gedung Putih yang mengatakan: "Israel juga telah sepakat untuk menangguhkan kampanye pengebomannya selama negosiasi berlangsung."

Di Israel sendiri, lembaga penyiaran publik Kan juga melaporkan bahwa Israel "berkomitmen" pada gencatan senjata.

Pakistan konfirmasi "gencatan senjata segera … berlaku seketika"

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan pada Rabu (08/04) dini hari bahwa Amerika Serikat dan Iran, bersama para sekutunya, telah menyepakati "gencatan senjata segera … yang berlaku efektif seketika."

Ia mengatakan gencatan senjata yang dinegosiasikan dengan mediasi Pakistan itu juga mencakup Lebanon dan Israel, meskipun Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan pada Rabu (08/04) bahwa delapan orang tewas dalam serangan Israel di Kota Sidon.

Sharif mengonfirmasi bahwa, seperti dilaporkan, ia telah mengundang delegasi AS dan Iran ke Islamabad pada Jumat (10/04) untuk "melanjutkan negosiasi guna mencapai kesepakatan final yang menyelesaikan seluruh perselisihan."

Ia juga memuji kedua pihak atas "kebijaksanaan dan pemahaman yang luar biasa" serta karena tetap "terlibat secara konstruktif dalam mendorong perdamaian dan stabilitas."

Kapan Perang Iran akan Berakhir?

00:54

This browser does not support the video element.

Gedung Putih: Gencatan senjata sebagai kemenangan

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt pada Selasa (07/04) menggambarkan gencatan senjata dua minggu dalam konflik Iran sebagai "kemenangan" bagi Amerika Serikat.

"Ini adalah kemenangan bagi Amerika Serikat yang diwujudkan oleh Presiden Donald Trump dan militer kami yang luar biasa," tulisnya di media sosial.

"Keberhasilan militer kami menciptakan daya tawar maksimal, memungkinkan Presiden Trump dan tim melakukan negosiasi keras yang kini membuka jalan bagi solusi diplomatik dan perdamaian jangka panjang."

Sebelumnya, media pemerintah Iran mengeklaim bahwa Trump telah "menerima syarat Iran untuk mengakhiri perang" dan melakukan "kemunduran yang memalukan dari retorika anti-Iran."

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Cinta Zanidya

Editor: Hani Anggraini

Matt Ford Reporter dan editor DW Sports, spesial meliput sepak bola Eropa, budaya fans, dan politik olahraga.@matt_4d
Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait