Percikan Api Hubungan Rusia-Jerman
2 Oktober 2008
Dalam sepuluh tahun terakhir para kanselir Jerman, baik yang terdahulu -Gerhard Schöder, maupun kanselir saat ini Angela Merkel, kalau mengadakan kunjungan konsultasi pemerintahan Jerman-Rusia, mereka biasanya membawa serta seluruh rombongan kabinetnya.
Namun Kamis (02/10) di St. Petersburg, pada saat pertemuan pemerintahan Jerman-Rusia digelar untuk kesepuluh kalinya, anggota kabinet yang diajak berjumlah sedikit. Hanya enam menteri yang mendampingi pimpinan pemerintahan. Rombongan kecil ini pun tidak dijadwalkan untuk bermalam. Semua ini seolah menjadi pertanda: bahwa setelah konflik Rusia-Georgia, hubungan antara Jerman dengan Rusia menjadi keruh.
Rapat konsultasi yang juga diikuti oleh Menteri Luar Negeri Jerman Frank Walter Steinmeier berlangsung dalam tahapan, dimana pengamat Uni Eropa untuk Georgia, yang juga beranggotakan 25 orang Jerman, mulai menjalankan misi di Georgia. Rusia memiliki waktu 10 hari untuk menarik pasukannya dari zona penyangga di Ossetia Selatan. Ditaatinya kesepakatan gencatan senjata antara Ketua Dewan Uni Eropa saat ini, Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dengan Presiden Rusia Dmitri Medvedev merupakan prasyarat, bahwa dalam pertemuan Uni Eropa yang digelar bulan Oktober ini, kembali akan dirundingkan kemitraan dengan Rusia.
"Tentu saja tema Kaukasus dan Georgia akan tetap menjadi agenda pertemuan, namun kita tak boleh lupa bahwa hubungan dengan Rusia meliputi banyak hal. Hubungan ekonomi kedua negara selama konflik Kaukasus tetap berkembang sangat baik, dan pembicaraan tentang tema ini terbebani krisis Kaukasus," demikian ujar Christoph Heusgen, pimpinan bagian luar negeri di kantor pemerintahan kekanseliran.
Perekonomian Jerman menuntut sinyal yang positif dari pertemuan di St. Petersburg ini. Sebab Jerman merupakan partner perdagangan luar negeri Rusia yang paling penting. Di sisi lain Rusia juga merupakan pemasok energi terpenting bagi Eropa. Sebuah delegasi ekonomi kecil menemani Kanselir Jerman Angela Merkel dan Menteri perekonomian Jerman Michael Glos dalam pertemuan di St. Petersburg kali ini. Titik berat pembicaraan di sektor ini adalah soal efisiensi energi dan pengembangan teknologi kesehatan. Juga kesepakatan rencana aksi bersama dalam bidang kesehatan.
Tema aktual lainnya yang mendesak yaitu Rusia juga terimbas krisis keuangan internasional: "Bursa saham Rusia jatuh separuh nilainya, bank-bank Rusia menderita akibat dampak krisis ini. Menteri keuangan kedua negara dalam rapat konsultasi ini akan mendiskusikan krisis pasar keuangan.“
Kanselir Jerman Angela Merkel mengakui saat hubungan diplomatik mengalami masa sulit. Namun pembicaraan tak boleh diputuskan. Karena itu, pertemuan ini hendaknya dianggap secercah cahaya yang merupakan pertanda bagi pendekatan kembali. Untuk itu Kamis malam, Kanselir Jerman, Angela Merkel akan tinggal lebih lama di Petersburg ketimbang para menteri dan delegasi ekonominya, untuk mengikuti perjamuan makan malam dengan Presiden Rusia, Dmitri Medvedev.(ap)