1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 2005

JAKARTA: Hari kemerdekaan Indonesia diperingati di berbagai daerah dengan berbagai kondisi. Di Istana Merdeka Jakarta, peringatan detik-detik proklamasi diawali dentuman meriam 17 kali. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memimpin sebagai inspektur upacara. Di Riau peringatan berlangsung di tengah kabut asap cukup tebal akibat kebakaran hutan. Di Banda Aceh, upacara peringatan hari kemerdekaan Indonesia berlangsung aman, tanpa insiden. Di Jakarta, sejumlah LSM menaikkan bendera setengah tiang tanda keprihatinan atas kemiskinan, busung lapar, pengangguran dan hutang yang menumpuk. Sementara itu Pemerintah Belanda secara resmi meminta maaf atas penderitaan yang dialami rakyat Indonesia selama masa penjajahan dan aksi militernya. Belanda juga akhirnya mengakui 17 Agustus 1945 sebagai hari proklamasi Republik Indonesia, dan bukan 27 Desember 1949 seperti yang selama ini dipegang Den Haag.