Peringatan Penyatuan Jerman
4 Oktober 2005
Dua politisi yang berasal dari bekas Jerman Timur berpidato dalam peringatan 15 tahun bersatunya Jerman di Potsdam . Yaitu Perdana Menteri Negara Bagian Brandenburg, Matthias Platzeck, yang merangkap ketua Majelis Negara Bagian – Bundesrat, dan Wolfgang Thierse, Ketua Parlemen Bundestag, yang akan segera dibubarkan.
Tentang proses penyatuan Jerman, Thierse berpendapat, bertentangan dengan prakiraan semula, banyak kesuksesan yang berhasil diraih. Daerah bekas Jerman Timur tidak menjadi lembah kesengsaraan, namun juga tidak menjadi tempat untuk menghamburkan uang. Thierse menilai negara bagian di Timur Jerman dapat berfungsi sebagai jembatan untuk menjangkau Eropa Timur, yang sampai saat ini tidak dimanfaatkan sebaik mungkin.
Ketua Bundesrat, Matthias Platzeck juga berusaha membesarkan hati warga Jerman Timur. Semangat, perasaan dan kekuatan yang menggerakkan seluruh warga Jerman tahun 1989 dan 1990 harus kembali digalakkan dan digunakan untuk membangun Jerman di masa depan. Menurutnya, rasa takut dan sikap yang hanya memperhatikan diri sendiri harus diatasi. Berlawanan dengan pandangan umum, warga bekas Jerman Timur pasti akan berhasil melepaskan diri dari ciri-ciri tersebut. Mayoritas warga Jerman Timur tidak bersikap murung, tidak berorientasi pada masa lalu, dan siap bertindak.
Namun Platzeck juga menekankan dalam pidatonya, perkembangan perekonomian harus sejalan dengan keadilan sosial. Ia menilai, sistim yang berlaku di negara-negara Skandinavia, dapat ditiru. Pemerintah negara-negara Skandinavia menyadari betapa pentingnya solidaritas sosial, kesempatan memperoleh pendidikan bagi semua orang dan dukungan bagi keluarga. Platzeck mengingatkan akan dampak positif dari sistem penitipan anak yang berlaku di masa negara komunis Jerman Timur. Sistem itu dilengkapi pelayanan medis oleh dokter di poliklinik-poliklinik, serta pendidikan sekolah politeknik.
Perdana Menteri Negara Bagian Brandenburg itu menilai jumlah pengangguran 18 % di Jerman Timur, yang berarti dua kali lipat dari di Jerman Barat, ibarat cambuk. Namun kenyataan buruk itu tidak boleh mengalihkan perhatian dari keberhasilan yang dapat dicapai. Tahun 1989 lalu terjadi pengungsian massal di musim panas. Selain itu, pergerakan oposisi, tindakan keamanan negara, ulang tahun ke 40 negara Jerman Timur, demonsrasi hari Senin dan pembukaan perbatasan. Jika dalam kesempatan seperti peringatan penyatuan Jerman ini, keadaan tahun 1989 lalu dapat diingat kembali, maka segera tampak jelas, bahwa hidup di Jerman sekitar 15 tahun lalu sangat berbeda dengan sekarang. Demokrasi dan sistim pengadilan yang independen sekarang terjamin. Lebih dari setengah juta perusahaan baru didirikan. Jumlah pendapatan di Jerman Timur sejak 1991 hingga sekarang meningkat sejumlah 83% dari rata-rata di seluruh Jerman. Lalulintas dan telekomunikasi termasuk yang paling modern di dunia. Kota-kota Jerman Timur direnovasi, sungai-sungai bersih dan udara kembali sehat. (ml)